Pendukung Sudah Gelap Mata, Mereka Lakukan Aksi Bakar, Lempar Botol Dan Dobrak Pintu Rutan



Aksi rusuh yang terjadi pasca pembacaan vonis untuk Basuki T. Purnama (Ahok) di Gedung Kementan akhirnya terus berlanjut hingga ke Cipinang.

Pendukung Sudah Gelap Mata, Mereka Lakukan Aksi Bakar, Lempar Botol Dan Dobrak Pintu Rutan


Dari melakukan Aksi Bakar, Menutup Jalan Raya, Lempar Botol Dan Mau Dobrak Pintu Rutan.

Mulanya, Massa pendukung Ahok bersikeras untuk bisa bertemu dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Rutan Cipinang. Selain mendorong pagar mereka juga melemparkan botol air mineral ke arah petugas.

Pantauan di Rutan Cipinang, Jl Raya Bekasi Timur, Jakarta Timur, Selasa (9/5/2017), massa semakin semangat menggoyang-goyangkan pagar. Malahan kali ini, arahan datang dari atas mobil komando.

"Ayo kita terus berjuang, goyang-goyang," kata orator itu.

Mendengar itu massa semakin semangat untuk menggoyangkan pagar. Penuh emosi massa menggoyang pagar Rutan yang bercat hijau itu.

Pendukung Sudah Gelap Mata, Mereka Lakukan Aksi Bakar, Lempar Botol Dan Dobrak Pintu Rutan
Massa pro Ahok mulai mendorong pintu Rutan Cipinang


"Ayo dorong-dorong," kata suara dari mobil komando.

Beberapa massa yang mulai tak sabar melemparkan botol air mineral. Botol-botol itu diarahkan ke dalam Rutan.

"Jangan lempar, tahan woi! Woi, jangan lempar," imbau orator dari mobil komando.

Karena permintaannya tak didegar petugas, Mereka langsung melakukan penutupan jalan dan menggoyang pagar LP Cipinang sambil meminta, agar Ahok segera dikeluarkan dari LP Cipinang.

Selain menutup jalan dan menggoyang pagar, mereka juga membentang spanduk bertuliskan "Ahok tidak Bersalah."

Akibatnya, lalu-lintas sepanjang jalan kawasan Rutan Cipinang macet total.

Hingga pukul 20.30 tadi, massa pendukung Ahok masih bertahan di depan Rutan Cipinang Jakarta Timur. Mereka tak hanya membuat macet jalan, pendukung Ahok juga mulai melakukan aksi anarkis berupa upaya merubuhkan gerbang Lapas Cipinang dan mulai membakar-bakar di depan Rutan Cipinang.

Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Andry Wibowo yang berada di lokasi mencoba menenangkan massa dengan mengatakan sudah menyampaikan keinginan para pendukung Ahok. Namun rupanya ucapan tersebut tak membuat massa melunak.

"Saya Kapolres Metro Jakarta Timur atas nama undang-undang negara, ini saya sampaikan tadi atas permintaan temen-temen untuk bertemu dengan pak Ahok sudah kami fasilitasi secara prinsip kami bisa mengarahkan tetapi bapak Ahok pribadi memohon maaf kepada rekan-rekan," kata Andry di atas mobil komando di depan Rutan Kelas I Cipinang, Jakarta Timur, Selasa, 9 Mei 2017.

Saat Kapolres mengatakan bahwa Ahok tidak bisa keluar untuk bertemu pendukung Ahok, massa brutal itu pun serempak langsung menyoraki Kapolres.

Selain itu, Andri menambahkan bahwa Ahok saat ini sedang melakukan ibadah dengan istri dan anak-anaknya di dalam Lapas.

"Tolong didengarkan, pak Ahok menyampaikan permohonan maaf. Beliau berpesan agar teman-teman kembali ke rumah," ujarnya.

"Seandainya ingin mendukung Ahok, laksanakan instruksi beliau hanya itu yang bisa saya sampaikan. Terima kasih," tutup Kapolres.

Tak lama Kapolres turun dari mobil Komando dan ingin menuju kembali masuk ke dalam Rutan LP Cipinang, Kapolres disoraki oleh para pendukung Ahok. Namun, 5 menit kemudian massa langsung melakukan aksi membakar kayu dan juga kotak nasi kertas. Melihat aksi pembakaran ini, polisi tidak bersikap reaktif alias hanya diam saja.

Massa pendukung Ahok terus berorasi dan menutup jalanan di depan Rutan Cipinang, Jakarta Timur. Dan tak ada tanda-tanda akan dibubarkannya demonstran meskipun waktu telah menunjukkan pukul 20.30 WIB.

Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Andry Wibowo mengatakan, pihaknya tengah mengupayakan langkah persuasif guna membubarkan ‎demonstran di lokasi. Sebab, menurut dia, mayoritas massa merupakan kaum perempuan.

Baca Juga: 


"Kami masih upayakan persuasif. Kalau kita lihat struktur massanya, ini kan 80 persen ibu-ibu. Jadi dari sisi ini tentunya saya harus melihat dengan kekuatan polisi yang ada, yang dikerahkan hari ini kalaupun itu dibenarkan hanya pada ketidaktertiban," kata Andry di lokasi, Selasa 9 Mei.



loading...