Apa Dosa Matahari Dan Bulan Sehingga Dimasukkan Ke Neraka?

KabarMakkah.Com - Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahwa Matahari Dan Bulan adalah ciptaan Allah SWT yang memberi banyak manfaat bagi umat manusia. keduanya silih berganti siang dan malam menerangi seluruh jagad raya ini. Dalam Surat Yunus ayat 5 Allah SWT berfirman:


هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ 


Dialah (Allah) yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, Dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat peredarannya, agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu) (Yunus : 5 )

Dalam ayat lain, Allah SWT berfirman,

وَجَعَلَ الْقَمَرَ فِيهِنَّ نُورًا وَجَعَلَ الشَّمْسَ سِرَاجًا 


"Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita" (Nuh: 16 )

Dari ayat-ayat diatas dapat dipahami bahwa matahari memancarkan sinar yang berasal dari dirinya sendiri bukan dari yang lain sebagaimana pelita memancarkan sinar dari dirinya sendiri, yakni dari api yang membakar pelita itu. Lain halnya dengan bulan yang cahayanya berasal dari sinar yang dipancarkan matahari ke permukaannya, kemudian dipantulkannya sinar itu yang berupa cahaya ke permukaan bumi.

Dalam hakikat dan kegunaannya terdapat perbedaan antara sinar matahari dan cahaya bulan. Sinar matahari lebih keras dari cahaya bulan. Sinar matahari itu terdiri atas tujuh warna dasar, sekalipun dalam bentuk keseluruhannya kelihatan berwarna putih, sedang cahaya bulan adalah lembut, dan menimbulkan ketenangan bagi orang yang melihat dan merasakannya. Demikian pula kegunaannya. Sinar matahari disebutkan di atas adalah sebagai sumber hidup dan kehidupan, sumber gerak tenaga dan energi. Sedang sinar bulan adalah sebagai petunjuk kehidupan, menentukan tanggal, kapan turun ke sawah (bagi petani) dan ke laut (nelayan), melihat awal bulan, penentuan hari raya, dan juga pelita di waktu malam.

Matahari dan bulan memiliki manfaat yang sangat penting bagi bumi. energi panas yang dipancarkan matahari, membuat suhu bumi tetap hangat. Energi matahari merupakan sumber energi penting bagi semua makhluk di bumi; membuat udara dan air di bumi bersirkulasi  dan energi yang terkanadung dalam batu bara dan minyak bumi sebenarnya juga berasal dari matahari.

Tidak dapat dibayangkan keadaan bumi tanpa adanya bulan dan matahari. Bumi akan diselimuti kegelapan dan kebekuan. Tanpa matahari tak akan mungkin ada kehidupan di muka bumi. Tanpa rembulan mustahil kehidupan manusia akan berlangsung.

Dosa Matahari Dan Bulan Sehingga Dimasukkan Ke Neraka
Dosa Matahari Dan Bulan Sehingga Dimasukkan Ke Neraka

Tidak terhitung banyak kegunaan dan faedah sinar matahari dan cahaya bulan itu bagi makhluk Allah pada umumnya, dan bagi manusia pada khususnya. Terlepas dari manfaat dan faidah Matahari dan Bulan yang telah disebutkan, Ternyata banyak sekali hadits yang menyatakan bahwa Matahari Dan Bulan Akan Dimasukkan Ke Neraka. ini bukan candaan atau lelucon, tapi hadits, sumber rujukan kedua bagi umat islam setelah Alqur'an yang harus dipercayai.


الشمس و القمر ثوران مكوران في النار يوم القيامة " .أخرجه الإمام الطحاوي


"Matahari dan Bulan seolah-olah seperti sapi jantan yang terikat dan di lemparkan ke Neraka di hari kiamat" (HR Thohawi)

Abu Dawud ath-Thayalisi meriwayatkan dalam Musnadnya, dari Yazid ar-Raqasy, dari Anas, yang menyampaikan hadits ini secara marfu’, bersambung kepada Nabi saw., dia berkata:

"Nabi SAW Bersabda.: ‘Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua ekor sapi yang terluka dalam neraka." (Asy-Syaukani menyebutkan hadits ini dalam al-Fawa’id al-Majmu’ah, dan dia sebutkan pula untuknya sejumlah mutabi’ dan syahid hadits lain yang menguatkan hadits tersebut)

Imam Syaukani menambahkan: "Hadits ini terdapat dalam Shahih al-Bukhari dengan lafadz: "Matahari dan bulan digulung pada hari kiamat"

Dan diriwayatkan dari Ka’ab al-Ahbar, dia berkata: "Matahari dan bulan akan didatangkan seakan-akan keduanya adalah dua ekor sapi yang terluka, lalu dilemparkan ke dalam neraka"


Kemudian Apa Dosa Matahari Dan Bulan Sehingga Dimasukkan Ke Neraka?



Pertama:

Bisa jadi keduanya merupakan bahan bakar neraka. (ini sebagaimana yang di katakan oleh Imam Abu Bakar Al-Isma’ili, dan dikuatkan oleh imam As-Suyuti.


Imam Suyuti menukil perkata imam Abu Bakar Al-isma'ili:

وقال الإسماعيلي لا يلزم من جعلهما في النار تعذيبهما فإن لله في النار ملائكة وحجارة وغيرها لتكون لأهل النار عذابا وآلة من آلات العذاب وما شاء الله من ذلك فلا تكون هي معذبة


"Tidak semestinya matahari dan bulan di dalam neraka akan di siksa. Karena sesungguhnya di dalam neraka juga ada Malaikat, Batu dan lain-lainnya yang berfungsi untuk menyiksa penghuni neraka dan sebagai alat-alat penyiksaan. Dan semuanya atas kehendak Allah, maka tidaklah matahari dan bulan di neraka karena di siksa" (La'ali' Al-Masnu'ah Karya imam As-Suyuti)

Maka dari itu, di Neraka ada Malaikat yang ganas, Ular ganas, Kalajengking, Batu, Besi, dll, termasuk Matahari dan Bulan tidaklah mereka di siksa di neraka, Akan tetapi malah justru akan menjadi alat penyiksa bagi orang-orang yang ada di neraka secara mengerikan baik untuk kalangan manusia maupun jin.

Kedua:

Namun ada juga yang berpendapat bahwa keberadaan matahari dan bulan di Neraka di sebabkan karena dahulu ada manusia yang menyembahnya (Para Penyembah matahari dan Bulan).

Sehingga keberadaan Matahari dan Bulan adalah untuk membuat penghuni neraka meyesal ternyata yang di sembah selama ini adalah benda Mati, Bukan Sang Pencipta Alam Semesta, yaitu ‘Allah’ Azza Wajalla. Dan inilah pendapat kedua yang dipilih oleh imam Al-Khattabi sebagaimana qoulnya dalam kitab Ashohihah.


قال الخطابي : ليس المراد بكونهما في النار تعذيبهما بذلك، ولكنه تبكيت لمن كان يعبدهما في الدنيا ليعلموا أن عبادتهم لهما كانت باطلا 

"Keberadaannya di neraka bukanlah karena disiksa. Akan tetapi sebagai penyesalan bagi orang-orang yang dahulu menyembahnya (yakni menyembah matahari dan bulan) ketika di dunia, agar mereka mengetahui bahwa penyembahan mereka pada keduanya adalah batil, tidak benar."

Namun penyesalan mereka di neraka tidak ada gunanya, karena mereka tidak bisa kembali lagi ke dunia.

Imam Al-Qurthubi mengatakan bahwa memang demikianlah diriwayatkan, matahari dan bulan menjadi dua ekor sapi, yakni “Tsauran”. Keduanya dikumpulkan dalam neraka, karena keduanya telah menjadi sesembahan selain Allah, tetapi neraka bukan merupakan tempat adzab bagi mereka berdua, karena keduanya tidak bernyawa. Mereka diperlakukan seperti itu, hanya agar orang-orang kafir semakin bungkam dan menyesal. Demikian kata sebagian ulama. dan pendapat kedua atau terakhir lah yang aqrob.

Menurut berbagai keterangan dan perkataan ulama' diatas, dapat disimpulkan bahwa matahari dan bulan tidaklah berdosa sehingga masuk ke dalam neraka, akan tetapi itulah ketentuan Allah SWT yang dicatatkan untuk keduanya.

Wallahu A'lam.





Cara Memuaskan Suami Ketika Istri Haid

KabarMakkah.Com - Sebenarnya ada banyak sekali cara memuaskan suami ketika istri sedang haid. Dengan cara ini, akan bisa menghindari suami melakukan masturbasi atau bahkan selingkuh.

Cara Memuaskan Suami
Cara Memuaskan Suami


Pertanyaan:

Bismillah… ustadz, bagaimana cara memuaskan suami ketika istri sedang haid? bolehkah istri (‘afwan) memainkan penisnya hingga maninya keluar? Apakah ini termasuk onani atau tidak?
syukron

Dari: Ana

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Banyak cara untuk memuaskan suami ketika istri sedang haid. Karena islam tidak menghukumi fisik wanita haid sebagai benda najis yang selayaknya dijauhi, sebagaimana praktek yang dilakukan orang yahudi. Anas bin Malik menceritakan,

أن اليهود كانوا إذا حاضت المرأة فيهم لم يؤاكلوها ولم يجامعوهن في البيوت فسأل الصحابة النبي صلى الله عليه وسلم فأنزل الله تعالى : ويسألونك عن المحيض قل هو أذى فاعتزلوا النساء في المحيض

Sesungguhnya orang yahudi, ketika istri mereka mengalami haid, mereka tidak mau makan bersama istrinya dan tidak mau tinggal bersama istrinya dalam satu rumah. Para sahabatpun bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. kemudian Allah menurunkan ayat, yang artinya:

"Mereka bertanya kepadamu tentang haid, katakanlah bahwa haid itu kotoran, karena itu hindari wanita di bagian tempat keluarnya darah haid…" (HR. Muslim )

Dengan demikian, suami masih bisa melakukan apapun ketika istri haid, selain yang Allah SWT larang dalam Al-quran, yaitu melakukan hubungan intim.

3 Macam Interaksi Intim Suami dan Istri Ketika Haid

Ada 3 macam interaksi intim antara suami istri ketika haid:

Pertama, interaksi dalam bentuk hubungan intim ketika haid. Perbuatan ini haram dengan sepakat ulama, berdasarkan firman Allah,

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّى يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ

Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah suatu kotoran”. Karena itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. apabila mereka telah Suci, Maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al-Baqarah: 222)

Orang yang melanggar larangan ini, wajib bertaubat kepada Allah, dan membayar kaffarah, berupa sedekah satu atau setengah dinar. Keterangan tentang ini bisa anda simak di: Hukum Berhubungan Badan setelah Haid Berhenti tetapi Belum Mandi Wajib

Kedua, interaksi dalam bentuk bermesraan dan bercumbu selain di daerah antara pusar sampai lutut istri ketika haid. Interaksi semacam ini hukumnya halal dengan sepakat ulama. A’isyah radhiyallahu ‘anha menceritakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا حِضْتُ يَأْمُرُنِي أَنْ أَتَّزِرَ، ثُمَّ يُبَاشِرُنِي

Apabila saya haid, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruhku untuk memakai sarung kemudian beliau bercumbu denganku. (HR. Ahmad).

Hal yang sama juga disampaikan oleh Maimunah radhiyallahu ‘anha,

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُبَاشِرُ نِسَاءَهُ فَوْقَ الْإِزَارِ وَهُنَّ حُيَّضٌ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bercumbu dengan istrinya di daerah di atas sarung, ketika mereka sedang haid. (HR. Muslim)

Ketiga, interaksi dalam bentuk bermesraan dan bercumbu di semua tubuh istri selain hubungan intim dan anal seks. Interaksi semacam ini diperselisihkan ulama.

1. Imam Abu Hanifah, Malik, dan As-Syafii berpendapat bahwa perbuatan semacam ini hukumnya haram. Dalil mereka adalah praktek Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana keterangan A’isyah dan Maimunah.

2. Imam Ahmad, dan beberapa ulama hanafiyah, malikiyah dan syafiiyah berpendapat bahwa itu dibolehkan. Dan pendapat inilah yang dikuatkan An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim

Diantara dalil yang mendukung pendapat kedua adalah

a. Firman Allah

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ

“Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah suatu kotoran”. Karena itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari Al-Mahidh..”

Ibn Qudamah mengatakan,

فتخصيصه موضع الدم بالاعتزال دليل على إباحته فيما عداه

Ketika Allah hanya memerintahkan untuk menjauhi tempat keluarnya darah, ini dalil bahwa selain itu, hukumnya boleh. (Al-Mughni, 1/243)

b. Hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ketika para sahabat menanyakan tentang istri mereka pada saat haid. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اصْنَعُوا كُلَّ شَيْءٍ إِلَّا النِّكَاحَ

“Lakukanlah segala sesuatu (dengan istri kalian) kecuali nikah.” (HR. Muslim 302).

Ketika menjelaskan hadis ini, At-Thibi mengatakan,

إِنَّ الْمُرَادَ بِالنِّكَاحِ الْجِمَاعُ

“Makna kata ‘nikah’ dalam hadis ini adalah hubungan intim.” (Aunul ma’bud, 1/302)

Hubungan intim disebut dengan nikah, karena nikah merupakan sebab utama dihalalkannya hunungan intim.

c. Disebutkan dalam riwayat lain, bahwa terkadang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melakukan praktek yang berbeda seperti di atas.

Diriwayatkan dari Ikrimah, dari beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أن النبي صلى الله عليه وسلم كان إذا أراد من الحائض شيئا ألقى على فرجها ثوبا

“Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika hendak melakukan hubungan intim dengan istrinya yang sedang haid, beliau menyuruhnya untuk memasang pembalut ke kemaluan istrinya.” (HR. Abu Daud 272 dan Al-Hafidz Ibn Hajar mengatakan: Sanadnya kuat).

Onani Bukan Solusi

Memahami hal ini, selayaknya suami tidak perlu risau ketika istrinya haid. Dan jangan sekali-kali melakukan onani tanpa bantuan tubuh istri. Mengeluarkan mani dengan selain tubuh istri adalah perbuatan yang terlarang, sebagaimana firman Allah ketika menyebutkan kriteria orang mukmin yang beruntung,

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ ( ) إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ ( ) فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ

Orang-orang yang menjaga kemaluannya, Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas. (QS. Al-Mukminun: 5 – 7)

Diantara sifat mukminin yang beruntung adalah orang yang selalu menjaga kemaluannya dan tidak menyalurkannya, selain kepada istri dan budak wanita. Artinya, selama suami menggunakan tubuh istri untuk mencapai klimaks syahwat, maka tidak dinilai tercela. Berbeda dengan “orang yang mencari selain itu”, baik berzina dengan wanita lain, atau menggunakan bantuan selain istri untuk mencapai klimaks (baca: onani), Allah sebut perbuatan orang ini sebagai tindakan melampaui batas.

Demikian Cara Memuaskan Suami Ketika Istri Haid, semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam


_

Sumber: http://www.konsultasisyariah.com/cara-halal-memuaskan-suami-ketika-istri-haid



Fitnah Akhir Zaman Oleh DR. Abdul Muhith

Akan datang suatu masa, di mana bangsa-bangsa akan mengeroyok kalian seperti orang rakus yang memperebutkan makanan di atas meja, ditanyakan (kepada Rasulullah saw) apakah karena di saat itu jumlah kita sedikit? Jawab Rasulullah saw, Tidak, bahkan kamu saat itu adalah mayoritas, akan tetapi kamu seperti buih di atas permukaan air banjir, hanya mengikuti kemana air banjir mengalir (artinya kamu hanya ikut-ikutan pendapat kebanyakan orang seakan-akan kamu tidak punya pendirian dan pedoman hidup) sungguh Allah telah mencabut rasa takut dari dada musuh-musuh kamu, dan mencampakkan di dalam hatimu 'al-wahn' ditanyakan (kepada Rasulullah) apakah al-wahn itu ya Rasulullah? Jawabnya: wahn adalah cinta dunia dan benci mati.

Salah satu mu'jizat Rasulullah saw adalah Nabiyyur Rahmah atau seorang nabi yang paling sayang kepada umatnya, Sabda beliau yang menjelaskan kondisi umat di masa yang akan datang, sabda tadi diriwayatkan oleh sahabat Hudzaifah Ibn Yaman ra. Di mana beliau berkata:

كان الناس يسألون رسول الله صلى الله عليه وسلم عن الخير وكنت أسأله عن الشر مخافة أن يدركني فقلت يا رسول الله إنا كنا في جاهلية وشر فجاءنا الله بهذا الخير فهل بعد هذا الخير شر قال نعم فقلت هل بعد ذلك الشر من خير قال نعم وفيه دخن قلت وما دخنه قال قوم يستنون بغير سنتي ويهدون بغير هديي تعرف منهم وتنكر فقلت هل بعد ذلك الخير من شر قال نعم دعاة على أبواب جهنم من أجابهم إليها قذفوه فيها فقلت يا رسول الله صفهم لنا قال نعم قوم من جلدتنا ويتكلمون بألسنتنا قلت يا رسول الله فما ترى إن أدركني ذلك قال تلزم جماعة المسلمين وإمامهم فقلت فإن لم تكن لهم جماعة ولا إمام قال فاعتزل تلك الفرق كلها ولو أن تعض على أصل شجرة حتى يدركك الموت وأنت على ذلك

Orang-orang bertanya kepada Rasulullah saw tentang 'kebaikan' (Islam) sedang aku (Hudzaifah) bertanya tentang 'keburukan' karena aku khawatir kejelekan itu menimpa pada diriku. Aku bertanya (Hudzaifah) "wahai Rasulullah kita dulu pernah hidup di zaman jahiliyah yang penuh keburukan, kemudian Allah menggantikannya dengan kebaikan (Islam), apakah setelah kebaikan (Islam) ini akan muncul suatu kejelekan kembali? Kemudian Rasulullah saw menjawab : ya, ada.

Kemudian aku (Hudzaifah) bertanya: apakah setelah kejelekan yang terjadi itu akan muncul kembali kebaikan (Islam)? Beliau (Rasulullah saw) menjawab: ya, masih ada, tetapi kebaikan itu tidak murni, ada kekaburan (campuran) nya.

Kemudian aku (Hudzaifah) bertanya: apa kekaburannya wahai Rasulullah? Rasulullah menjawab: yaitu kelompok (kaum) yang mengaku muslim tetapi perbuatannya tidak murni menurut sunnahku (ada campuran / kotoran-kotoran aqidah dan faham yang tidak menurut sunnahku), dan mereka memberi petunjuk tidak menurut petunjukku. Sebagian perbuatan mereka ada yang kamu anggap baik karena (cocok dengan sunnahku) dan sebagiannya yang lain ada yang kamu ingkari (karena) tidak sesuai dengan sunnahku (Islam). Ajaran islam dibelok-belokkan menurut kepentingan mereka (kelompok mereka) dan jangan sampai ada anggapan bahwa Islam agama yang memudar (melemah) maka ajaran Islam dirubah-rubah oleh mereka, disesuaikan dengan perkembangan zaman (yang tambah rusak ini)

Kemudian aku (Hudzaifah) bertanya: apakah setelah kebaikan (yaitu Islam yang dibawa oleh kaum yang tidak murni Islamnya itu) timbul keburukan lagi, wahai Rasulullah? Jawabannya ya, ada. Yaitu dai-dai yang berdiri di depan pintu-pintu neraka jahannam. Barang siapa yang melaksanakan dakwah dan ajakannya, maka mereka da'i-da'i tersebut melempar orang tadi ke dalam neraka jahannam, dai-dai itu mengaku sebagai muslim tetapi terang-terangan dakwahnya memusuhi Islam dan bertentangan dengan Islam.

Kemudian aku (Hudzaifah) bertanya: jelaskan kami (wahai Rasululllah) sifat / identitas da'i-dai itu? Rasulullah menjawab, mereka itulah orang yang kulitnya sama dengan kulit kita dan berbicara dengan bahasa kita.

Kemudian aku (Hudzaifah) bertanya: apa yang kamu perintahkan kepada kami jika keadaan seperti itu datang pada kami? Jawab Rasulullah: kamu harus (wajib) bergantung dengan kelompok orang-orang Islam dan pimpinan-pimpinannya. Kemudian Kemudian aku (Hudzaifah) bertanya: kalau sudah tidak ada kelompok orang-orang Islam dan pimpinan-pimpinannya, bagaimana wahai Rasulullah? Rasulullah saw menjawab : tinggalkan semua kelompok-kelompok yang non muslim (semuanya), berpegang teguhlah kepada Islam walaupun kamu sendirian. Begitu pentingnya pendirian ini hingga Rasulullah saw menggambarkannya (seakan-akan kamu menggigit pangkal pohon sehingga kamu mati sendirian dalam keadaan demikian)

Kondisi umat seperti yang digambarkan oleh hadits Rasulullah yang diriwayatkan shabat Hudzaifah Ibnu Yaman di atas kini menjadi kenyataan. Dimana sekarang ini umat Islam diterpa oleh bermacam-macam cobaan yang menjadikan umatnya ini kembali kepada akhlaq zaman jahiliyyah. Agama masyarakat mereka diliputi berbagai kejelekan, kejahatan, kemunafikan, kehancuran dan perselisihan.

Fitnah Akhir Zaman
Fitnah Akhir Zaman


Kualitas iman umat Islam saat ini tengah melorot jauh dibandingkan pendahulu-pendahulu mereka, jika kita cari sebabnya tidak lain karena cinta dunia dan benci mati, Rasulullah saw bersabda:

(يوشك ان تتداعى عليكم الامم كما تتداعى الاكلة على قصعتها، قيا أ من قلة نحن يومئذ, قال (صلى الله عليه وسلم): لا, بل انتم كثير، ولكنكم غثاء كغثاء السيل، ولينزعن الله المهابة من قلوب اعدائكم منكم، وليقذفن الله في قلوبكم الوهن، قالوا: وما الوهن يا رسول الله؟ قال (صلى الله عليه وسلم) : حب الدنيا وكراهية الموت)

Akan datang suatu masa di mana bangsa mengeroyok kalian seperti orang rakus merebutkan makanan di atas meja, ditanyakan (kepada rasulullah saw) apakah karena di saat itu jumlah kita sedikit? Jawab rasulullah saw, tidak bahkan kamu saat itu mayoritas tetapi kamu seperti buih di atas permukaan air banjir, hanya mengikuti kemana air banjir mengalir (artinya kamu hanya ikut-ikutan pendapat kebanyakan orang seakan-akan kamu tidak punya pedoman hidup) sungguh Allah telah mencabut rasa takut dari dada musuh-musuh kamu, dan mencampakkan di dalam hatimu 'al-wahn' ditanyakan (kepada Rasulullah) apakah al-wahn itu ya Rasulullah? Jawabnya: wahn adalah cinta dunia dan benci mati.

Penyakit-penyakit cinta dunia ini disebabkan merasuknya rasa cinta kepada harta, tahta, wanita, di hati manusia. Manusia ingin kaya, pangkat tinggi, punya pengaruh hebat, terkenal dimana-mana. manakala keinginan ini dicapai tanpa mengikuti aturan Allah, maka inilah yang disebut materialistis.

يأتي على الناس زمان همتهم بطونهم وشرفهم متاعهم وقبلتهم نساؤهم ودينهم دراهمهم ودنانيرهم أولئك شر الخلق لا خلاق لهم عند الله

Akan datang kepada manusia di mana perhatianya adalah perutnya, kebanggaan mereka adalah harta (benda) qiblatnya adalah wanita, agama mereka adalah uang dirham dan dinar, mereka itulah makhluk paling buruk dan tidak mendapat bagian di sisi Allah.

Dalam kondisi di mana kaum muslimin mendiamkan semua kemungkaran ini berlangsung di negeri nereka, maka penyakit cinta dunia merajalela. Banyak kaum muslimin yang terjerat menjadi kapitalis matrealistis, tidakkan mereka ingat firman Allah swt.

فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

Janganlah sekali-kali hidup dunia memperdayakan kamu dan janganlah pula penipu / syaithan memperdayakan kamu dalam menta'ati Allah SWT.

Begitu pula tidakkah mereka ingat peringatan Rasulullah saw

تعسى عبد الدينار تعسى عبد الدرهم تعسى عبد الخميصه تعسى عبدالخميصه ان اعطى رضى وان لم يعطى سخط

Celakalah hamba dinar dan hamba dirham, celakalah hamba pakaian jika diberi ia senang jika tidak diberi ia marah

Ungkapan hamba dinar dan dirham menunjukkan orang yang mengabdikan diri untuk mendapatkan keuntungan materi dengan menyepelekan hukum Allah, hamba pakaian adalah mereka yang selalu mengikuti perkembangan mode terkini dan trendi, yaitu mereka yang menghambur-hamburkan uang untuk mendapatkan berbagai jenis model pakaian terbaru.

Cara hidup seperti ini merupakan tipu daya (yahudi) untuk menyesatkan umat manusia dari jalan Allah. cara hidup inilah cara hidup yang berdasarkan system kapitalis matrealitis yang menjadikan harta dunia adalah tuhannya dan tujuan hidupnya, sedangkan cinta dunia adalah sumber fitnah dan malapetaka.

cinta harta takut mati
cinta harta takut mati

Oleh karena itu marilah kita dalam menghadapi zaman yang penuh fitnah dan zaman jahiliyyah modern yang penuh kerusakan dan yang dilanda dengan perselisihan perpecahan ini, marilah kita mengikuti pesan dan perintah Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh sahabat Hudzaifah Ibnul Yaman RA.

عليكم بالجماعة فإن يد الله على الجماعة ومن شذ شذ فى النار

Tetapi wajiblah kamu bersama-sama jama'ah karena kekuatan / pertolongan Allah terletak pada jama'ah dan barang siapa menyendiri maka dia akan sendirian di neraka:

Bagitu pula Rasulullah SAW bersabda:

إن الله لن يجمع أمتى على ضلالة

Sesungguhnya Allah tidak mengumpulkan umatku (Islam) terhadap suatu kesesatan.

Dan marilah kita tetap menjadi muslim yang teguh, memegang iman dan prinsip/pendirian bagaikan batu karang tak goyah karena hembusan badai duit dan krisis. Tak lekang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan.

طوبى لمن هدي إلى الاسلام ولوكان عيشه كفافا وقنع به

Berbahagialah orang yang ditunjukkan kepada Islam walaupun hidupnya pas-pasan dan ia terima apa yang menjadi qadha dan qadarnya.

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب

Ya Tuhan kami, janganlah kau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah kau beri petunjuk kepada kami. Dan karuniakanlah rahmat dari sisi engkau karena sesungguhnya engkaulah Maha Pemberi.




Ingin Naik Haji Gratis Diundang Oleh Raja Saudi? Silahkan Baca Ini

Kedutaan Besar Arab Saudi menyiapkan hadiah naik haji gratis bagi pengunjung yang beruntung dalam pameran buku mancanegara "Indonesia International Book Fair (IIBF) 2014" yang akan diadakan pada tangal 1 - 9 November 2014 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta.

"Hadiah utama ini merupakan ide dari Atase Pendidikan Arab Saudi," kata Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Mustafa Ibrahim Al-Mubarak saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (28/10/2014).

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Mustafa Ibrahim Al-Mubarak
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Mustafa Ibrahim Al-Mubarak

IIBF 2014 sendiri merupakan pameran buku tingkat internasional dan kelanjutan dari "Indonesia Book Fair" yang sebelumnya berskala nasional.

Dengan adanya dukungan Kedubes Arab Saudi memberikan beberapa perbedaan dari IBF sebelumnya, salah satunya hadiah utama naik haji gratis layanan penuh bagi pengunjung beruntung.

Menurut Mustafa, keterlibatan Arab Saudi dalam IIBF ini merupakan suatu kehormatan tersendiri dalam rangka mempererat tali persaudaraan bilateral dua negara.

Sementara itu di tempat yang sama, Atase Pendidikan Arab Saudi di Malaysia, Zayid Al-Haritsy mengatakan pihaknya masih merahasiakan detail sistematika terkait cara mendapatkan hadiah utama tersebut.

Sedikit bocoran, masyarakat cukup datang ke IIBF 2014 dan bersiap dengan pertanyaan yang disediakan penyelenggara.

"Mekanismenya akan berjalan pada saat penyelenggaraan. Hadiah haji itu bersifat full service dan tidak dapat diuangkan," kata dia.

Program haji gratis ini merupakan salah satu bagian dari program khusus IIBF 2014. Program lainnya adalah hadiah langsung bagi pengunjung berupa Alquran, Air Zam-Zam dan kurma.

IIBF 2014 merupakan ajang lanjutan dari IBF 2013. Dengan kata lain, pameran buku internasional tersebut merupakan penyelenggaraan ke-34 yang diadakan oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI).

Kepala Bidang Kerja sama Luar Negeri IKAPI Remon Agus mengatakan pihaknya menargetkan peningkatan signifikan dari jumlah pengunjung pameran buku oleh IKAPI.

"Di tahun 2013 lalu IBF pengunjungnya sekitar 200 ribu orang dan tahun ini IIBF kami menargetkan di atas itu, bahkan bisa satu juta pengunjung. Untuk itu, kami akan mengusahakan sosialisasi yang lebih baik lagi," pungkasnya.



Perbedaan Seleksi Haji Antara Indonesia Malaysia Dan Turki

KabarMakkah.Com - Pemerintah Arab Saudi berulang kali mengkritik betapa buruknya pemerintah Indonesia dalam menyeleksi jemaah haji warganya, sehingga mereka membuat pernyataan yang cukup tajam agar pemerintah indonesia lebih selektif dalam memberangkatkan jemaah haji ke tanah suci mengingat haji tidak hanya soal kemampuan finansial ibadah, tetapi juga kesehatan dalam melaksanakannya. Kemudian bagaimana dengan negara lain, seperti Malaysia dan Turki?

"Malaysia dan Turki hampir rata-rata sudah menjalankan konsep istitho'ah (kemampuan ibadah dan kesehatan). Mereka sangat selektif sekali," kata Kepala Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji di Arab Saudi, dokter Fidiansyah di Balai Pengobatan Haji Indonesia Daerah Kerja Jeddah, baru-baru ini.

Dalam studi banding yang dilakukan terhadap dua negara itu,  Turki lah yang paling selektif menyeleksi jemaah haji dengan gangguan jiwa. Misalnya, pikun.


Jamaah Haji Indonesia Yang Sakit Dirawat Di RS Mekkah
Jamaah Haji Indonesia Yang Sakit Dirawat Di RS Mekkah

Negara ini memberi gambaran jemaah haji yang tidak istitho'ah tidak akan diberangkatkan. Namun keputusan itu merupakan kesepakatan antara pemerintah, mejelis ulama dan profesi kedokteran, sehingga saat pelaksanaan di lapangan tidak terjadi kebingungan.

"Kita yang masih bingung di lapangan, dokter mau larang kadang berhadapan dengan parang. Jemaah maunya berangkat dan tidak mau tahu, kalau pun meninggal maunya di tanah suci. Di satu sisi, kadang ada oknum yang tidak semua setuju. Ada yang bilang tidak apa-apa mau meninggal di sana (tanah suci) tidak dilarang," ujar Fidiansyah.

Untuk pelaksanaan haji di tahun mendatang, Fidiansyah berharap ada Surat Keputusan Bersama antara Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan yang didukung Majelis Ulama Indonesia.

"Meski tidak dalam bentuk fatwa, kita berharap ada SKB itu, sehingga ada dasar bagi Kementerian Agama meneruskan ke Kanwil di daerah dan KUA. Syukur-syukur MUI mengeluarkan fatwa, sehingga putusan jadi kuat sekali," kata Fidi.

SKB itu diharapkan memperkuat rambu-rambu bagi petugas di lapangan, sehingga tidak bingung ketika memutuskan seorang jemaah dianggap istitho'ah atau tidak.

Fidiansyah juga menjelaskan, baik Malaysia maupun Turki melakukan bimbingan dan pembinaan terhadap jemaahnya selama satu tahun sebelum keberangkatan ke tanah suci. Dia berharap Kementerian Agama juga melakukan hal serupa, membimbing jemaah tanpa menunggu keputusan DPR tentang komponen biaya dan pelunasan oleh jemaah.

"Bina saja dulu. Di Malaysia sangat ketat, ada lulus tidak lulus seperti sekolah. Yang tidak lulus tidak akan diberangkatkan, diminta belajar lagi sampai memahami betul baik manasik ibadah maupun kesehatan," kata dia.

Dengan begitu, jemaah haji menjadi lebih mandiri dan dalam pelaksanaannya mereka tidak didampingi dokter maupun petugas kloter haji. Dokter hanya untuk memperkuat tempat perawatan semacam BPHI dan sektor.

"Kalau kita, dokter dan perawat yang mendampingi jemaah tidak proporsional. Satu dokter dan dua perawat melayani 400 jemaah, sehingga nggak bisa kerja optimal. Lebih bagus dimandirikan jemaahnya. Ketika jemaah (Malaysia) butuh dokter, ada sektor dan bahkan spesialis. Ini paradigma baru, kita belajar banyak dari mereka," katanya.

Turki juga demikian, tidak memiliki dokter kloter, dan memilih memperkuat dokter dan perawat di sektor. Bahkan karena jaraknya tidak terlalu jauh dengan Arab Saudi, negara ini membawa ambulans sendiri melalui jalur darat. "Bahkan tahun ini ada jemaahnya yang dipulangkan sebelum wukuf karena pikun berat sehingga tidak bisa mengurus diri sendiri dan merepotkan temannya," kata dia.

Saat pelaksanaan wukuf pada 3 Oktober lalu, Indonesia baru bisa membadalkan jemaah haji yang pikun untuk pertama kalinya karena ada petugas yang tidak berhaji sehingga bisa menjaga mereka di BPHI. Menurut Fidiansyah, ada sekitar 50 jemaah yang terdiagnosa pikun. Namun tidak semuanya dibadalkan, tergantung derajat kepikunannya.

Sebab derajat pikun ada yang sifatnya situasional. Misalnya, di tanah air jemaah yang bersangkutan tidak pikun, namun ketika sampai di suatu wilayah yang asing baginya, dia menjadi disorientasi. "Kaget, syok, tidak kenal diri dan lingkungannya. Jadi jangan aneh kalau melihat orang pikun lebih nyaman di lingkungannya karena dia telah terbiasa. Yang di tanah air tidak berat, di sini jadi berat," kata dia.

Di Malaysia, Fidiansyah menambahkan, juga dilakukan tes kewarasan sebelum jemaah diberangkatkan. Indonesia dalam pelaksanaan haji tahun mendatang juga akan menerapkan tes kepikunan. Jika derajatnya dianggap berat, maka Kemenkes akan membicarakan dengan pihak keluarga kemungkinan calon haji ini dibadalkan.

"Dulu pernah dicoba pada kelompok risti yang masih dalam konteks fisik bagus, didampingi juga oleh satuan kesehatan yang betul-betul lengkap. Tetapi berangkat tidak lama. Mereka diberangkatkan di akhir keberangkatan dan dipulangkan awal. Tidak lama-lama setelah wukuf dipulangin lagi. Namun ini harus ada kerjasama khusus dengan Kemenag yang punya aturan kuota," dia membeberkan.

Istitho'ah kesehatan, ujar dia, berdampak pada angka kematian yang rendah di dua negara ini. Angka kematian jemaah di Indonesia masih tinggi karena proses keberangkatan tidak terlalu selektif. Hingga Senin 27 Oktober 2014, jemaah wafat baik reguler maupun khusus tercatat 274 orang. baca: Daftar Nama Jamaah Haji Yang Wafat Di Tanah Suci

"Sebetulnya prestasi kita lebih bagus. Ini tidak diseleksi dan jemaah kita lebih banyak, apalagi kalau diseleksi, ikhtiar angka kematian bisa ditekan akan lebih bagus lagi," kata Fidi.

Belajar dari dua negara ini, dalam ibadah haji tahun mendatang, Fidiansyah berjanji akan melakukan perubahan dalam penataan kloter dan tenaga kesehatan yang menetap di tiga wilayah kerja, Mekah, Madinah dan Jeddah, sehingga kebutuhan tenaga kesehatan benar-benar proporsional. "Mereka belajar dari kita, kita juga belajar dari mereka," katanya.


sumber: http://nasional.news.viva.co.id/news/read/552209-cara-malaysia-dan-turki-menyeleksi-warganya-berhaji



Ads