Seperti Inilah Manusia Yang Dikejar Oleh Rezeki




KabarMakkah.Com – Manusia pada hakekatnya diciptakan oleh Allah dengan kadar rezeki yang berbeda-beda. Hampir setiap hari, setiap jam dan setiap menit, orang akan bekerja demi mendapatkan rezeki. Namun hasilnya ada yang rezekinya pas-pasan, meski telah berusaha sekuat tenaga. Ada pula yang rezekinya berlimpah ruah, meski usahanya terbilang biasa-biasa. Semuanya telah Allah atur dan tidak ada yang bisa membantahNya.

Namun tahukah sahabat bahwa ada segolongan orang yang akan dikejar oleh rezeki dan bukannya mengejar rezeki. Siapakah mereka itu? Mungkin jika kita bisa bertemu mereka, tentu kita pun akan meminta ilmu atau rahasia untuk sama-sama dikejar oleh rezeki.

Seperti Inilah Manusia Yang Dikejar Oleh Rezeki
Ilustrasi dikejar rezeki
Sesungguhnya Allah menjamin setiap rezeki manusia dan makhluk lainnya. Jaminan tersebut sudah tertulis dalam Al Quran dan Al Hadist baik itu berupa jaminan rezeki yang bersifat materi, kesehatan, kebahagiaan ataupun rezeki berupa keimanan.

Ternyata golongan yang akan dikejar oleh rezeki adalah golongan orang yang bertakwa. Ia akan mendapatkan jaminan rezeki Allah yang berlimpah ruah. Allah pun memberikan keterangan bahwa orang yang bertakwa akan mendapatkan rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka seperti yang tertulis dalam Al Quran surat Ath Thalaq ayat 2 dan 3

“Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, Dia akan memberikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka. Barang siapa yang bertawakal kepada Allah, Dia akan memberikan kecukupan baginya..” (QS Ath Thalaq 2-3)

Arti dari kata tawakal adalah menyerahkan diri sepenuhnya dan bersandar kepada ketentuan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ia akan yakin bahwa hanya Allah-lah yang bisa memberi, mencabut, menambah ataupun mengurangi rezeki.

Tak hanya Al Quran saja yang memberikan keterangan tentang keutamaan orang yang bertakwa. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun bersabda dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

Dari Umar Radhiallahu Anhu, bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, “Seandainya kalian sungguh-sungguh bertawakal kepada Allah, sungguh Allah akan memberi kalian rezeki sebagaimana Allah memberi rezeki kepada seekor burung yang pergi dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang.” (HR Ahmad)

Dengan penjelasan tersebut, bertawakal bukanlah diam tanpa ikhtiar. Perlu adanya sebuah ikhtiar karena Allah sendiri menyuruh hambaNya agar merubah dirinya sendiri sebelum Allah yang merubah keadaannya.

Salah satu bukti tawakal yang sebenarnya juga dicontohkan oleh Baginda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dimana saat peristiwa Fathul Mekkah, beliau tetap menggunakan pelindung kepala demi melindungi dirinya. Padahal jika secara hakekat, Allah akan menyuruh para malaikat untuk menjaga Rasul dan bahkan Rasul pun diberi kelebihan tahu jika ada yang akan melempar panah atau tombak ke arahnya, meski dari jarak yang cukup jauh.

Disitulah gabungan antara ikhtiar dengan tawakal sebagaimana yang Rasulullah sebutkan dalam hadistnya.

“Semangatlah kalian terhadap hal-hal yang bermanfaat bagi kalian dan mohonkanlah pertolongan kepada Allah.” (HR Muslim)

Dengan memohon dan bertawakal kepada Allah dengan disertai ikhtiar yang maksimal, semoga Allah memberikan keberkahan dan memberi kita rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka.

Aamiin