Mengejutkan! Bukan Baju Tapi Barang Inilah Yang Ada di Koper Calon Jamaah Haji



Berita Haji - Sejumlah calon jamaah haji (CJH) yang ada di kloter SUB 58 (Sampang dan Pamekasan) rela tak membawa pakaian ganti untuk dibawa ke Tanah Suci.

Mereka lebih memilih membawa ratusan bungkus rokok.

Mengejutkan! Bukan Baju Tapi Barang Inilah Yang Ada di Koper Calon Jamaah Haji


Para jamaah itu membungkus ratusan bungkus rokok itu dengan surban.

Ada pula yang menyembunyikannya di balik baju Ihrom jamaah.

Tidak tanggung-tanggung, mereka membawa sampai ratusan bungkus rokok berbagai merek.

Namun, petugas yang dilengkapi x-Ray melihat langsung meminta jamaah membongkarnya sendiri, Rabu (16/8/2017). Terus dalam pengawasan petugas, para jamaah manut.

Para jamaah itu takut. Namun mereka berlagak tidak tahu dengan bawaan mereka.

"Saya pikir tidak tahu kalau kami bungkus kain surban," ucap salah satu jamaah.

Petugas awalnya sudah menaruh curiga terhadap belasan koper jamaah dari kloter 58 ini. Kloter Madura ini tiba di Asrama Haji pada pukul 07.00.

Begitu masuk gudang, indikasi Pada x-ray menunjukkan ada benda mencurigakan. Petugas memilah sebayak 15 koper yang dibongkar. Hasilnya, belasan koper itu dijejali rokok.

Dari belasan koper tersebut, wow, petugas mengamankan 809 bungkus rokok dari berbagai merek.

Sampai tadi siang, mereka belum mengakui alasan mereka nekat membawa rokok banyak.

Petugas kaget karena koper itu hampir semua dipenuhi rokok. Malah baju dan pakaian yang digunakan untuk ganti di Tanah Suci nyaris tak membawa.

"Nanti bisa beli baju ganti di Mekkah. Saya memang tak bawa baju," ucap jamaah yang kedapatan membawa ratusan bungkus rokok.

Jamaah ini nyaris tak membawa baju ganti untuk dikenakan di Makkah.

Wakil Sekertaris PPIH Embarkasi Surabaya, Sutarno Pertowiyono menjelaskan menyayangkan ulah jamaah itu.

Pihaknya melalui Kemenag kabupaten kota telah berulang kali menyosialisasikan tidak boleh membawa rokok terlalu banyak.

"Itu harus disampaikan saat manasik haji dan sejumlah kesempatan. Selalu diberi Tahu tentang barang-barang apa saja yang boleh dan tidak boleh dibawa JCH," kata Sutarno.

Secara aturan yang telah disepakati panitia dan petugas bandara bahwa batas maksimal membawa rokok adala sebanyak 2 slop. Ini cukup untuk konsumsi rokok di Makkah.

Sutarno menyampaikan bahwa barang-barang bawaan yang diamankan petugas itu tetap disimpan.

Barang itu diserahkan ke panitia Kemenag Daerah. Saat jamaah pulang ke tanah air bisa diambil lagi.

Informasinya, rokok itu bisa dijual lagi dengan harga paling murah Rp 50.000. Juga barang seperti itu pesanan warga yang tinggal di Makkah.

"Kami juga mewanti-wanti agar jamaah juga tak perlu membawa air zam-zam saat pulang. Ini perlu agar proses pemulangan tidak terkendala pemeriksaan panjang. Air zam-zam sudah disediakan," kata Sutarno.


loading...