Kehilangan Kaki Dan Tangan Akibat Sengatan Listrik Tegangan Tinggi, Remaja Ini Bangkit Dan Jadi Pelukis



Ketika musibah menghampiri, sudah selayaknya bagi manusia untuk senantiasa bersabar dan mengambil hikmah dari kejadian tersebut. Hal itu pun yang dilakukan oleh sosok remaja bernama Ahmad Prayoga (18 tahun) asal Desa Sambirejo Timur Deli Serdang Sumatera Utara.

Di tahun 2015, remaja yang kerap disapa Yoga tersebut mengalami sebuah musibah dimana kaki dan tangannya harus diamputasi. Saat itu Yoga yang masih remaja bekerja sampingan sebagai sebagai tukang las. Nahas Yoga yang saat itu duduk di kelas 2 SMK mengalami sengatan listrik bertegangan tinggi. Alhasil kedua tangan dan kakinya harus diamputasi.

Kehilangan Kaki Dan Tangan Akibat Sengatan Listrik Tegangan Tinggi, Remaja Ini Bangkit Dan Jadi Pelukis

Setelah fisiknya tidak lagi sama, hari-hari Yoga diisi dengan penuh depresi dan putus asa. Meski demikian ia berusaha bangkit dan mencoba melakukan berbagai aktivitas. Bahkan kini berkat dukungan keluarga, Yoga pun mulai mahir dan menekuni seni lukis dengan menggunakan mulutnya.

Kegiatan Yoga tersebut baru dilakukan 10 bulan belakangan dan hal itulah yang membuat hari-harinya menjadi lebih bersemangat.

"Kalau saya terus pasrah dengan kondisi seperti begini, keadaan tidak akan pernah berubah. Makanya saya mulai bangkit melakukan aktifitas dengan semampu saya sendiri. Nggak mau menyusahkan keluarga dan orang lain," tutur Yoga dengan mata berbinar.

Selain itu Yoga juga bisa menyelesaikan sekolahnya dengan kondisi yang terbatas. Selain melukis, Yoga juga memiliki usaha berjualan pulsa kecil-kecilan sehingga tetap bisa bersosialisasi dengan masyarakat.

"Dari dulu saya orangnya gak bisa diam bang. Saya selalu aktif untuk cari duit dari dulu, bahkan sejak masih SD hingga SMK saya selalu cari uang sekolah sendiri. Mulai dari berjualan sayur hingga buruh bangunan saya jalani. Ke depan saya punya niat buat kuliah biar kayak orang normal lainnya yang dapat pendidikan lebih," tutup Yoga.

Baca Juga:





Loading...