Manakah Kita, Takut Mengerjakan Ketaatan Atau Aman Mengerjakan Maksiat?




Sepintas melihat judul tersebut kita akan sedikit kebingungan karena seharusnya pilihannya adalah “Aman mengerjakan ketaatan atau aman mengerjakan maksiat”. Namun memang itulah yang hendak disampaikan oleh seorang Imam Hasan Al Bashri yang dikutip oleh Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya.

Manakah Kita, Takut Mengerjakan Ketaatan Atau Aman Mengerjakan Maksiat?

“Seorang Mukmin mengerjakan segala ketaatan, sedang ia merasa ketakutan. Dan orang jahat melakukan maksiat, sedangkan ia merasa aman.”

Mengapa orang mukmin ketakutan ketika mengerjakan ketaatan? Bukankah yang ditakuti adalah ketika mengerjakan keburukan atau maksiat?

Ketahuilah bahwa seorang yang beriman kepada Allah akan mengisi hari-harinya dengan segala macam ibadah yang telah disyariatkan Allah maupun Rasul-Nya. Tak ada sedikit pun waktu yang terlalaikan melainkan ada dalam kebaikan dan rahmat Allah.

Amalan mereka pun merupakan amalan para penghuni surga dan dibanjiri dengan keridhoan Allah Ta’ala. Namun sesungguhnya umat Mukmin merasa ketakutan jika amal yang mereka lakukan tidak diterima Allah, mereka juga takut jika hati yang dihadapkan tidak ikhlas dan takut jika pengamalan yang dilakukan tak sesuai tuntunan Rasulullah.

Orang mukmin juga tidak pernah merasa aman dari siksa Allah dan ia merasa cemas jikalau muncul rasa kesombongan dalam ketaatan tersebut. Tak heran mereka kemudian akan berusaha menghiasi amalannya dengan istigfar, baik sebelum maupun sesudah melakukan ketaatan. Jangan sampai kesombongan menghancurkan segalanya.

Lain halnya dengan orang yang munafiq, musyrik dan kafir. Mereka senantiasa akan merasa aman ketika melakukan maksiat kepada Allah. Mereka merasa bahwa siksa Allah begitu jauh dan tidak akan menimpa mereka. Mereka pun merasa aman dari kesengsaraan, meski hari-harinya diisi dengan kedurhakaan.

Seperti itu juga yang hendak disampaikan Allah dalam Al Qur’an.

“Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksa kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?” (QS. Al Arof 97)

“Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?” (QS Al Arof 98)

Baca Juga:


Semoga kita berusaha menjadi mukmin yang senantiasa takut akan siksaan dan adzab-Nya. Aamiin





loading...