Inna Lillahi, Innova VS Kereta Api Maharani, 1 Meninggal Dunia, 3 Luka Parah




Kecelakaan maut yang mangakibatkan meninggalnya kepala Ombudsman Jawa Tengah Achmad Zaid terjadi di daerah Brumbung Mranggen, dimana Kereta Api Maharani dari arah Semarang menabrak mobil Toyota Grand New Innova di perlintasan yang tak berpalang pintu itu.

Inna Lillahi, Innova VS Kereta Api Maharani, 1 Meninggal Dunia, 3 Luka Parah


"Kecelakaan terjadi di perlintasan tidak berpalang pintu di kilometer 13 antara Stasiun Alastuo-Brumbung," kata Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 4 Semarang, Krisbiyantoro, Kamis (11/8/2016).

Dia menjelaskan kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.12 WIB. Akibatnya, satu orang penumpang Innova bernomor polisi H 8985-YW tewas di tempat dan tiga orang lainnya mengalami luka-luka. Mobil Innova mengalami ringsek parah.

Inna Lillahi, Innova VS Kereta Api Maharani, 1 Meninggal Dunia, 3 Luka Parah


"Innova mennghantam KA Maharani dari Semarang tujuan Surabaya," ujarnya.

Menurut Krisbiyantoro, korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Pelita Anugerah, Mranggen, Demak. "Korban dilarikan ke RS Pelita Anugerah dengan mobil ambulans yang dibantu Polsek dan Koramil Mranggen," pungkasnya.

Saat kejadian kecelakaan berlangsung, warga sekitar langsung memadati lokasi untuk memberikan pertolongan. Bahkan, anak-anak korban yang baru pulang sekolah, diduga turut menyaksikan tragedi maut itu.

"Tadi saya ikut menghalau anak-anak agar tak mendatangi lokasi kejadian. Saya bilang itu berbahaya, langsung pulang ke rumah saja, tapi namanya anak-anak tetap saja melihat ke lokasi tabrakan. Saya enggak lihat langsung, tapi kelihatannya anak-anak korban juga lihat kecelakaan itu," kata seorang guru MI Ibrohimiyyah, Abdurrahman, Kamis (11/8/2016).

Inna Lillahi, Innova VS Kereta Api Maharani, 1 Meninggal Dunia, 3 Luka Parah


Menurutnya, jarak lokasi kejadian dengan sekolah sangat dekat yakni berkisar 200 meter. Demikian pula dengan tempat tinggal korban dengan lokasi kecelakaan di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Brumbung, Kecamatan Mranggen, juga hanya berjarak 200 meter.

"Malah kabarnya tadi, anak-anak itu pulang ke rumah lalu memberi tahu ibunya jika ada mobil ditabrak kereta api. Tapi mereka tidak mengetahui jika korban adalah ayah mereka. Tadi ada yang bilang seperti itu," tegas warga Brumbung Mranggen, Gangsar ketika bertakziyah di rumah duka.

Sekadar diketahui, Achmad Zaid meninggal dunia usai melakukan investigasi di SDN Batursari 6. Mobil Toyota Innova H 8985 YW yang dikendarai korban bersama tiga asistennya ditabrak Kereta Api Maharani di perlintasan Brumbung. Dia meninggalkan seorang istri bernama Khoiriyah dan dua anak laki-laki serta seorang putri.




loading...

close ini