Astaghfirullah, Kematian Eno Dijadikan Guyonan. Dimanakah Empati Terhadap Sesama Muslim?




Astaghfirullah, Kematian Eno Dijadikan Guyonan. Dimanakah Empati Terhadap Sesama Muslim?

Astaghfirullah, Kematian Eno Dijadikan Guyonan. Dimanakah Empati Sesama Muslim?

Kasus kematian Eno, seorang gadis yang meninggal karena ditusuk oleh gagang pacul merupakan sebuah tindakan yang sangat biadab. Bahkan sebagian besar masyarakat mengutuk perbuatan tersebut dan meminta pihak penegak hukum untuk menghukum mati para pelakunya.

Namun sisi lain dari kematiannya justru menjadi bahan guyonan sebagian pihak yang tidak bertanggung jawab. Dengan tanpa merasa bersalah, mereka membuat foto yang memperlihatkan akhir kematian Eno yang ditusuk oleh gagang pacul.

Dalam berbagai foto tersebut nampak para laki-laki tidur telentang sembari meletakkan pengki di antara kedua kakinya. Pengki tersebut diibaratkan gagang pacul yang membuat Eno meninggal dunia.

Diantara mereka ada yang tiduran di lantai, di kasur dan ada juga yang melakukannya seperti di tempat kerja. Mereka pun semuanya tidak menggunakan baju dan hanya menggunakan bawahan berupa celana ataupun sarung. Sungguh sebuah tindakan yang tidak merasakan penderitaan Eno dan juga keluarga yang ditinggalkannya.

Dimanakah Empati Sesama Muslim Sekarang Ini?

Muslim saat ini seakan telah kehilangan jati dirinya sebagai makhluk sosial dan terikat dalam satu kesatuan beragama. Padahal dulu, Rasulullah telah mempersatukan kaum Muhajirin dan Anshar sehingga mereka rela berbagi rumah dan harta karena Allah. Mereka saling merasakan penderitaan satu dengan yang lainnya sehingga seakan ibarat satu tubuh.

Ketika satu bagian merasakan sakit, maka bagian tubuh lainnya akan ikut merasakan penderitaan tersebut dan berusaha membantunya. Sebuah empati yang kini seakan terkikis oleh individualisme dan hedonisme.

Keberanian para laki-laki yang seakan menjadikan kematian Eno sebagai guyonan membuat kita tersadar bahwa kini rasa tidak peduli dengan keadaan orang lain sudah terlihat. Orang yang mengaku umat muslim kini tidak mau tolong menolong dalam kebaikan ataupun menutupi aib. Bahkan mereka dengan beraninya menjadikan aib tersebut sebagai guyonan dengan tujuan ingin mendapatkan perhatian orang lain. Naudzubillah min dzalik
Baca Juga: Kasus Eno Merupakan Bukti Nyata Bahwa Ajaran Islam Adalah Jalan Keselamatan
Sungguh miris memang apa yang terjadi sekarang ini dimana umat islam yang satu sudah tidak lagi peduli dengan penderitaan umat islam lainnya. Maka sejak saat ini marilah kita saling menyadari untuk memperlakukan orang lain layaknya diri kita sendiri agar tidak ada lagi guyonan yang justru membuat orang lain bersedih dan tersakiti.

Wallahu A’lam




loading...