Akhirnya Polisi Tangkap Ahmad Musadeq Dan Pemimpin Gafatar




Akhirnya Polisi Tangkap Ahmad Musadeq Dan Pemimpin Gafatar │ Kabar baik dari pihak kepolisian seiring dengan semakin banyaknya aliran sesat yang berusaha menghancurkan umat islam. Pasalnya pihak kepolisian dikabarkan telah menangkap Ahmad Musadeq dan dua pimpinan Gafatar yang meresahkan yakni Andri Cahaya dan Abdul Muis Tumanurung.

Akhirnya Polisi Tangkap Ahmad Musadeq Dan Pemimpin Gafatar

Kebenaran tersebut dinyatakan oleh Brigjen Agus Andrianto selaku Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri dengan ucapan yang singkat.

“Benar, Mas.” Ucapnya pada hari Kamis (26/5/2016).

Meskipun begitu Agus Andrianto belum memberikan penjelasan mengenai kapan dan dimana penangkapan tersebut terjadi. Pihaknya hanya mengkonfirmasi bahwa saat ini Ahmad Musadeq dan dua pimpinan Gafatar lainnya sedang menjalani pemeriksaan.

Keterkaitan Musadeq dengan organisasi Gafatar memang sangat jelas setelah dirinya memberikan wejangan tentang ruhul qudus pada rapat pengurus di Banda Aceh 24 November 2014 lalu.

Sebelumnya Ahmad Musadeq mendirikan Negara Islam Indonesia (NII) KW 9 bersama dengan Panji Gumilang pada tahun 1996 dan karena merasa tidak cocok dengan kondisi masyarakat saat itu, ia pun merubahnya di tahun 2000 menjadi Al Qiyadah Al Islamiyah.

Dalam prakteknya, Musadeq menggabungkan ajaran dalam Al Qur’an, Injil dan taurat. Selain itu itu ia juga melanjutkan tujuan NII KW 9 yang menyatakan bahwa saat ini kepemimpinan umat islam sudah hilang sejak runtuhnya Khilafah Islamiyah Turki tahun 1924. Maka karena itu umat islam pun harus mendirikan sebuah negara islam di bawah kepemimpinan Ahmad Musadeq yang dianggap sebagai Nabi sekaligus Sang Mesias.

Melihat perkembangan organisasi ini, membuat pihak MUI pada tahun 2007 menyatakan bahwa organisasi tersebut merupakan aliran sesat. Selepas itu, tepatnya tahun 2008 Ahmad Musadeq divonis hukuman 4 tahun penjara dipotong masa tahanan.

Memang ketika itu Ahmad Musadeq menyatakan diri bertobat atas apa yang telah dilakukannya. Namun ternyata ia diam-diam terus menyebarkan pemahamannya dengan nama yang baru yakni Millata Ibrahim. Ajarannya pun dimodifikasi sedemikian rupa sehingga seakan umat islam harus langsung bersumber pada Nabi Ibrahim. Syariatnya pun berbeda dimana aliran ini menyatakan bahwa umat islam tidak diwajibkan melaksanakan shalat dan puasa.

Tahun 2011, aliran ini mendirikan Gafatar atau Gerakan Fajar Nusantara yang diprakarsai 51 orang pendiri. Mereka pun mendeklarasikannya pada tanggal 21 Januari 2012 dengan tujuan untuk mendekati masyarakat yang sudah antipati terhadap nama Millata Ibrahim.

Baca Juga:







loading...