Tanda Akhir Zaman: Tradisi Dahulu Kembali Diikuti




KabarMakkah.Com – Umat terdahulu memiliki tradisi buruk yang membuat Allah memberikan murkaNya. Tradisi tersebut memang bersifat menentang perintah Allah sekaligus ajaran Rasulullah. Akan tetapi kini banyak orang yang mulai kembali mengikuti jejak langkah tradisi umat terdahulu.
Beberapa yang menjadi malapetaka dan akan menimpa kaum muslimin adalah taklid buta dan sikap meniru gaya tradisi bangsa Yahudi, Nasrani dan kaum Kafirin.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah berpesan bahwa akan ada umatnya yang akan mengikuti tradisi bangsa Yahudi dan Nasrani baik itu dari sikap, perbuatan hingga cara mereka menjalani kehidupan.

Tanda Akhir Zaman: Tradisi Dahulu Kembali Diikuti
Ilustrasi taqlid buta
Hadist Rasulullah yang menjelaskan hal tersebut berasal dari riwayat Abu Hurairah dimana Rasulullah bersabda, “Hari kiamat belum akan terjadi sampai ada sekelompok umatku yang mengikuti umat dan bangsa sebelum mereka, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta.” Lalu Rasulullah pun ditanya, “Wahai Rasulullah apakah bangsa sebelum mereka itu adalah bangsa Persia dan Romawi?” Rasul menjawab, “Siapa lagi kalau bukan mereka.” (HR Bukhari)

Keterangan yang Rasulullah sampaikan ada yang sudah terjadi dan ada pula yang pasti akan terjadi. Adapun yang ikut menguatkan hal tersebut adalah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Said Al Khudri dimana Rasulullah bersabda, “Kalian akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, dan sehasta demi sehasta sehingga apabila mereka memasuki lubang biawak pun, kalian pasti akan tetap mengikuti mereka.”

Para sahabat yang hadir kemudian menanyakan hal tersebut, “Wahai Rasulullah, apakah yang engkau maksud itu adalah bangsa Yahudi dan Nasrani?” Beliau pun menjawab, “Siapa lagi kalau bukan mereka.” (HR Bukhari dan Muslim)

Pengertian dari mengikuti sejengkal demi sejengkal ataupun sehasta demi sehasta hingga masuknya ke lubang biawak menandakan bahwa mereka akan meniru secara taklid buta perilaku ataupun ajaran yang disampaikan oleh kaum Yahudi dan Nasrani.

Mengikuti suatu kaum sebenarnya tidaklah dilarang sepanjang bukan tentang syariat atau yang berhubungan dengan ibadah. Sebagai contoh seperti saling bertukar tentang percobaan ilmiah. Kita pun selaku muslim bisa mencontoh bagaimana mereka membuat manajerial yang tersusun dengan rapi.

Yang terpenting adalah tradisi atau perilaku yang dijadikan contoh bukanlah sebuah perilaku yang bertentang dengan ajaran agama Islam. Contohnya seperti membaurnya antara laki-laki dengan perempuan dalam satu tempat dimana keduanya bukan muhrim. Atau bisa juga tradisi membuka hijab dikarenakan sudah bukan jamannya lagi ataupun merasa ingin bebas berpakaian apapun. Bahkan manajemen keuangan yang tidak sesuai syar’i harus segera dihentikan dan beralih kepada sistem syariah.

Dengan mengikuti gaya atau perilaku dari kaum sebelumnya berarti kita telah menyakiti diri kita sendiri yaitu dengan menjadi bahan bakar dari api neraka. Naudzu Billahi Min Dzalika