Al Qur’an, Mukjizat Milik Allah Yang Tidak Tertandingi

Al Qur’an, Mukjizat Milik Allah Yang Tidak Tertandingi

author photo
Al Qur’an merupakan mukjizat milik Allah yang tidak tertandingi dan dianugerahkan kepada nabi akhir zaman, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Awal mula kehadirannya ke dunia, di tengah-tengah bangsa arab jahiliyah, membuat penduduk yang bertempat tinggal di sana serta sekelilingnya gempar. Betapa tidak, Al Qur’an membawa keterangan-keterangan yang begitu hebat dan mencengangkan.

Al Qur’an, Mukjizat Milik Allah Yang Tidak Tertandingi

Ketika kalimat-kalimat Al Qur’an diperdengarkan, maka mulut semua orang yang mendengarnya ternganga, terheran-heran, tak mampu berucap satu patah kata pun. Hati nurani mereka mengakui akan kebenaran kalimat-kalimat Allah itu. Namun kejahilan dan keangkuhan mereka membutakan semuanya. Apalagi sang pembawa mukjizat hanyalah seorang bekas penggembala kambing yatim piatu yang tidak bergelimang akan harta dan jabatan.

Akhirnya hati-hati mereka tertutup, lalu menjadi keras seperti batu bahkan lebih keras lagi dari pada batu. Telinga-telinga mereka tersumbat hingga tak mampu lagi mendengar akan kebenaran Al Qur’an. Mereka pun berpura-pura tidak merasa kagum akan apa yang sempat mereka dengar dari ayat-ayat Al Qur’an. Lalu mulut mereka pun mulai berbisik-bisik melancarkan hasutan dan kedengkian akan sang pembawa mukjizat.

Cacian dan makian mulai diarahkan pada diri Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Padahal sebelumnya mereka begitu memuji akan akhlak dan perangai pemuda Muhammad. Bahkan mereka memberikan gelar Al amin -yang dapat dipercaya- padanya. Namun begitu pemuda Muhammad menyuarakan Al Qur’an, kepercayaan yang mereka sendiri sematkan itu hilang lenyap entah kemana.

Tuduhan demi tuduhan pun tak kunjung reda. Dimulai dari tuduhan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah seorang penyihir hingga tuduhan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah seorang penyair. Namun tuduhan demi tuduhan itu bisa ditepis dengan mudah oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala sendirilah yang menjawab tuduhan-tuduhan mereka dengan berfirman:

“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (muhammad), buatlah satu surah (saja) yang semisal Al Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.” (QS. Al Baqarah: 23)

Maka para ahli syair pun berkumpul. Namun lisan-lisan mereka yang semula fasih dalam mengucapkan bait-bait syair dan sajak kini menjadi kaku dan kelu. Otak mereka menjadi beku tak sedikit pun mempunyai daya untuk membuat satu ayat saja yang semisal Al Qur’an.

Maka terbuktilah bahwa Al Qur’an itu bukanlah buah tangan buatan pemuda Muhammad. Bagaimana bisa pemuda Muhammad yang tak pernah mengenal merangkai satu syair pun dapat mengeluarkan kata-kata yang begitu ajaib. Sedangkan mereka yang ahli dalam hal syair saja tidak bisa membuat yang serupa dengan itu.

Jadi jika ditinjau dari segi bahasa dan sastra saja, Al Qur’an terbukti jauh lebih unggul. Keunggulan segi bahasa dan sastra Al Qur’an ini melebihi apa yang pernah dicapai oleh bangsa arab. Semua itu karena Al Qur’an dipersiapkan bukan hanya untuk bangsa arab semata. Namun ia berlaku pula bagi bangsa-bangsa lain di seluruh alam dunia. Bahkan ia pun tetap berlaku menembus dimensi waktu. Al Qur’an diperuntukkan bagi umat Nabi Muhammad dari masa diutusnya beliau hingga lenyapnya dunia ini beserta seluruh isinya.

Disamping itu, Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menjamin kesucian Al Qur’an dari campur tangan manusia hingga Al Qur’an terjaga keasliannya hingga kini. Aturan dan hukum-hukum dalam Al Quran pun tetap berlaku dan tidak ada istilah ketinggalan zaman. Bukanlah Al Quran yang ketinggalan zaman, namun zaman yang meninggalkan Al Quran. Manusia akhir zaman sudah tak lagi mau menjadikan Al Quran sebagai pedoman hidup. Mereka lebih memilih aturan-aturan dan hukum-hukum buatan tangan mereka sendiri. Dengan kata lain mereka mau menandingi kesempurnaan aturan dalam Al quran.

Tidak sadarkah mereka? Atau mungkin mereka lupa bahwa Al Qur’an adalah mukjizat milik Allah yang tidak tertandingi.

Baca Juga:


Semoga kita bukan termasuk orang-orang yang melupakan bahwa Al Qur’an adalah mukjizat dari Allah untuk Rasulullah dan kaumnya.

Wallahu A’lam
Next article Next Post
Previous article Previous Post