Selain Al Qur’an, Ini Mukjizat-Mukjizat Nabi Muhammad Yang Belum Diketahui Umat Islam




Selain Al Qur’an, Ini Mukjizat-Mukjizat Nabi Muhammad Yang Belum Diketahui Umat Islam

Selain Al Qur’an, Ini Mukjizat-Mukjizat Nabi Muhammad Yang Belum Diketahui Umat Islam

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam merupakan Nabi yang terakhir dan menjadi penyempurna dari Nabi-Nabi yang sebelumnya serta diutus untuk seluruh manusia. Tentu tugas yang sangat besar tersebut memerlukan pertolongan Allah sehingga Allah pun menurunkan mukjizat kepada Rasulullah yaitu Al Qur’an yang hingga kini masih bisa kaji dan amalkan.

Namun selain Al Qur’an, ternyata Rasulullah juga diberikan kelebihan berupa mukjizat lainnya yang sebagian umat islam masih belum mengetahui. Berikut adalah beberapa mukjizat Rasul tersebut.

1. Menjadi Berkah Bagi Yang Lain

Mukjizat yang Allah tampakkan dalam diri Rasulullah langsung terasa ketika Rasul masih kecil dimana ia diasuh oleh wanita Badui bernama Halima. Memang budaya arab saat itu mengharuskan bayi yang lahir diasuh di daerah gurun agar lebih sehat. Akan tetapi tidak ada yang mau merawat Nabi Muhammad karena ia merupakan seorang anak yaitu piatu yang miskin. Dan takdir Allah pun mempertemukan Halima dengan Muhammad kecil sehingga ia mau bertanggung jawab mengurus Muhammad kecil dimana sebagian pengurus bayi lainnya enggan melakukannya karena yakin tidak akan mendapatkan bayaran yang layak.

Ketika mengurus Nabi Muhammad, kehidupan Halima dan suami pun berubah drastis. Kambing yang dimilikinya mulai menjadi gemuk dan selalu ada rumput ketika mereka akan menggembalakan kambingnya. Belum lagi diri Halima yang selalu bugar meski ia memberikan ASI kepada Nabi Muhammad. Sungguh hari-hari Halima menjadi penuh keberkahan.

2. Mampu Mendengar Perkataan Batu Dan Bangunan

Selain itu Rasulullah juga sebelum diangkat menjadi seorang Nabi pernah berbicara dengan batu. Batu tersebut menyampaikan bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

Selain batu, Rasulullah juga bisa mendengar tangisan sebuah tiang di masjid Madinah. Kisahnya adalah dahulu ketika berkhotbah, Rasulullah selalu bersandar di tiang. Kemudian Rasulullah pun akhirnya menggunakan mimbar untuk tempat beliau berkhotbah. Maka ketika menaiki mimbar, terdengar tangisan dari tiang yang biasa beliau gunakan untuk bersandar. Rasulullah pun mendatangi dan mengelus tiang yang sedih karena ditinggalkan oleh Rasulullah tersebut.

3. Memahami Hewan

Rasulullah juga diberi mukjizat mampu memahami hewan. Berbagai kejadian memperlihatkan bagaimana Rasulullah bisa mengerti apa yang menjadi keluh kesah hewan-hewan. Contohnya seperti seekor burung yang terbang mengitari kepala Nabi Muhammad. Ternyata burung tersebut sedang berkeluh kesah karena telurnya dicuri oleh manusia. Rasulullah pun akhirnya menyuruh manusia yang mencuri telur tersebut untuk mengembalikan telur ke sarangnya.

Selain itu terdapat unta yang mengeluh karena harus mengangkat beban berat. Rasulullah akhirnya menyuruh pemilik unta agar tidak membebankan terlalu berat pada unta tersebut. Hal ini pun mengingatkan kepada kita agar tidak bersikap dzalim kepada hewan yang kita miliki.

4. Berkah Dalam Makanan Dan Minuman

Keberkahan terhadap makanan atau minuman dari Rasulullah sangat dirasakan oleh sahabat-sahabatnya. Salah satunya adalah Abu Hurairah yang terkadang menahan lapar hingga ia jatuh pingsan dan diinjak-injak oleh orang-orang lantaran dianggap orang gila.

Abu Hurairah memang seorang yang miskin namun enggan meminta-minta secara langsung. Maka suatu hari ia pergi ke rumah Abu Bakar untuk bertanya tentang Al Qur’an dengan harapan agar Abu Bakar mau menyadari keadaannya. Ternyata Abu Bakar tidak juga menyadarinya.

Ia pun melakukan hal yang sama di rumah Umar bin Khattab dan perlakuan yang sama juga ia terima dari Umar. Namun ketika hendak menuju rumah Rasulullah, tiba-tiba Rasulullah berada di suatu jalan yang sama dan mengajak Abu Hurairah untuk ke rumahnya. Ketika berada di rumah, Rasul bertanya kepada istrinya, “Adakah sesuatu untuk dimakan?” ternyata mereka hanya memiliki semangkuk susu. Maka Nabi pun mengambil semangkuk susu tersebut dan berkata kepada Abu Hurairah, “Pergi dan panggillah orang-orang kursi.”

Sebutan “Orang Kursi” adalah orang miskin yang selalu tidur di dekat masjid. Ketika memanggil mereka, batin Abu Hurairah berkata, “Jika aku memanggil mereka, maka tidak ada cukup susu untukku apalagi untuk memberi minum semua orang-orang kursi.” Meski begitu, Abu Hurairah tetap menaati perintah Rasulullah.

Setelah berkumpul, Abu Hurairah kemudian duduk di sebelah kiri Nabi dan karena islam lebih mendahulukan bagian kanan, maka Rasulullah pun menyerahkan mangkuk berisi susu tersebut dari sebelah kanan. Abu Hurairah merasa was-was dan berpikir, “Tak akan cukup susu yang tersisa untukku. Tidak akan cukup susu yang tersisa untukku.” Ternyata semangkuk susu itu masih berisi penuh ketika sampai ke Abu Hurairah. Maka Rasulullah pun menyuruh orang-orang untuk meminumnya lagi hingga tiga kali putaran. Ketika sampai di tangan Abu Hurairah, ia berkata, “Saya tidak bisa minum lagi karena saya sudah kenyang.”

Itulah mukjizat keberkahan semangkuk susu yang beliau berikan kepada orang banyak.

5. Perjalanan Isra Mi’raj

Mukjizat dari Allah kepada Nabi Muhammad adalah perintah shalat dimana Allah sendiri yang berbicara kepada Rasulullah lewat perjalanan Isra Mi’raj yang hanya membutuhkan waktu satu malam. Ketika dikemukakan kepada orang lain, ternyata mereka hanya tertawa dan menghina Rasul. Mereka pun kemudian berkata kepada Abu Bakar tentang sahabatnya itu.

Maka dengan tegas Abu Bakar berkata, “Jika itu yang Nabi katakan, maka hal itu benar karena dia tidak pernah berbohong". Mereka pun berkata, “Buktikan kepada kami bahwa cerita ini benar.”

Rasulullah kemudian menceritakan bahwa ketika melakukan Isra Mi’raj, ia melihat rombongan karavan di sebuah jalan yang hendak menuju Mekkah. Karavan merupakan semacam gerobak yang ditarik oleh unta. Rasulullah pun menceritakan bagaimana bentuk dari karavan tersebut dan juga menggambarkan bagaimana bentuk dan rupa kota Yerussalem. Dua hari kemudian ternyata karavan yang dimaksudkan oleh Rasulullah benar-benar datang dan sangat sama. Bahkan ketika ditanyakan tentang kota Yerussalem, pada pedagang itu menceritakan gambaran kota Yerussalem yang sama persis dengan apa yang dikatakan Nabi Muhammad.

6. Membelah Bulan

Kejadian ini bermula ketika kaum Arab Pagan tidak percaya akan kenabian Muhammad dan meminta tanda-tandanya. Dengan izin Allah, maka Nabi Muhammad membelah bulan menjadi dua sehingga setiap bagiannya berada di sisi cakrawala. Meski telah terbukti, namun ternyata kaum Arab Pagan tetap tidak beriman.

Baca Juga:


Demikian mukjizat-mukjizat Nabi Muhammad yang belum kita ketahui. Semoga hal ini menjadi keyakinan kita bahwa Rasulullah adalah manusia pilihan Allah yang menjadi bukti tanda kebesaranNya.

Wallahu A’lam




loading...

close ini