Subhanallah, Di Tempat Inilah Nabi Ibrahim Hendak Menyembelih Putranya, Nabi Ismail



Hari Raya Idul Adha atau hari raya kurban menjadi hari besar keagamaan yang selalu dinantikan seluruh umat Islam.

Hari raya yang diisi dengan shalat id secara berjamaah dan penyembelihan hewan kurban tersebut, dilakukan setiap tanggal 10 Dzulhijah.

Subhanallah, Di Tempat Inilah Nabi Ibrahim Hendak Menyembelih Putranya, Nabi Ismail
Subhanallah, Di Tempat Inilah Nabi Ibrahim Hendak Menyembelih Putranya, Nabi Ismail


Di Indonesia, perayaan Hari Raya Idul Adha, hewan-hewan disembelih di pekarangan masjid-masjid dan mushala atau lahan kosong dekat pemukiman masyarakat. Daging hewan kemudian dibagikan pada masyarakat yang kurang mampu.

Sejarah Hari Raya Kurban diawali dengan mimpi yang datang kepada Nabi Ibrahim.

Dalam mimpinya, Nabi Ibrahim diperintahkan Allah untuk menyembelih anaknya, yaitu Nabi Ismail.

Padahal, Nabi Ibrahim baru saja mendapatkan keturunan setelah sekian lama menanti kehadiran sang buah hati.

Namun, Allah justru memerintahkan dirinya untuk menyembelih anaknya sendiri. Gundah gulana pun Nabi Ibrahim alami.

Namun, Allah memerintahkan untuk menyembelih Nabi Ismail bukanlah tanpa alasan. Allah sebenarnya tengah menguji kesabaran dan ketakwaan yang dimiliki Nabi Ibrahim.

Pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Ustadz Fauzan Amin menjelaskan, “Nabi Ibrahim bermimpi yang berupa wahyu dari Allah untuk menyembelih anaknya, yaitu Nabi Ismail. Namun, arti dari mimpi tersebut sebenarnya ialah Allah ingin menguji Nabi Ibrahim untuk mengetahui sejauh mana kesabaran dan ketaatan Nabi Ibrahim terhadap Allah,” terangnya.

Sebelum diberi mimpi yang berupa wahyu untuk menyembelih anaknya, Nabi Ibrahim pernah berjanji pada Allah, apapun yang diperintahkan Allah termasuk menyembelih putranya tersebut, ia siap menjalani. Sehingga, Allah pun benar-benar menguji ketaatan iman Nabi Ibrahim.

Kini, para jamaah haji dapat melihat tempat penyembelihan Nabi Ismail yang akhirnya diganti oleh seekor domba tersebut, pada sebuah batu atau tugu yang bercat putih. Ustadz Fauzan Amin pun menjelaskan, tugu yang berada di sebuah bukit di Mina, Mekkah, hanya lah sebuah lambang dari tempat yang dipilih oleh Nabi Ibrahim pada waktu itu.

Baca Juga: Subhanallah, Ternyata Ini Hikmah Ibadah Kurban

“Tempat penyembelihan Nabi Ismail kini dilambangkan dengan batu bercat putih, penjelasan singkat berdasarkan tafsir-tafsir di Alquran, tugu yang sekarang dipasang dan bisa dilihat oleh para jamaah haji yang sudah pernah ke tanah suci, itu merupakan suatu simbol dari proses penyembelihan yang dilaksanakan di tempat itu. Sewaktu penyembelihan (nabi Ismail) itu belum ada, hanya sekarang saja ditandai sebagai simbol dari proses penyembelihan Nabi Ismail yang pernah dilakukan di situ dulu. Tugu tersebut dibuat oleh para ulama ahli sejarah,” tandasnya.


loading...