Kemenag: Jangan Bawa Jimat Saat Ibadah Haji, Nyawa Taruhannya!

Diposting pada

Berita Haji – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sampang, Jawa Timur, melarang calon jamaah haji membawa jimat atau rajah ke Tanah Suci karena bisa menyulitkan mereka saat pemeriksaan di bandara, resikonya bisa berujung ke jeruji besi bahkan ada yang nyawanya terancam gara-gara membawa jimat saat naik haji.

Kemenag: Jangan Bawa Jimat Saat Ibadah Haji, Nyawa Taruhannya!
Kemenag melarang calon haji membawa jimat saat beribadah haji.

“Ini berdasarkan pengalaman pada musim haji sebelumnya. Jadi, sebaiknya jangan bawa jimat seperti rajah kalau hendak menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci,” ujar Kasi Haji dan Umrah Kemenag Sampang Syamsuri di Sampang, Sabtu (22/7/2017).

Jimat dalam kepercayaan orang awam merupakan sebuah barang (tulisan) yang dianggap mempunyai kesaktian dan bisa melindungi pemiliknya, bahkan sebagai penangkal penyakit dan sebagainya.

Terkadang jimat juga dipercaya mampu melindungi pemiliknya dari berbagai upaya negatif yang dilakukan orang, termasuk aman dari pencurian dan kebal senjata tajam.

Sebagian muslim di Pulau Madura, Jawa Timur, termasuk di Kabupaten Sampang, mempercayai penggunaan jimat ini sehingga pada musim haji lalu pernah ditemukan ada calon haji asal Madura yang membawa jimat tersebut dan ditahan hingga setengah bulan sebelum mendapat bantuan perlindungan hukum dari perwakilan KJRI Jeddah.

“Pada tahun ini, jamaah haji jangan sampai membawa jimat seperti itu. Percayalah bahwa Allah itu Maha Pelindung,” kata Syamsuri.

Ditegaskan pula oleh Syamsuri, bahwa penggunaaan jimat itu dilarang oleh Kerajaan Arab Saudi karena termasuk perbuatan syirik.

“Kalau mereka masih nekat membawa jimat, mereka akan berhubungan langsung dengan pemerintahan Arab Saudi,” kata Syamsuri.

Selain itu, jenis barang-barang lain yang juga dilarang untuk dibawa, antara lain, senjata tajam, benda cair (seperti kecap dan minyak goreng), dan rokok yang lebih dari 2 slop.

“Biasanya ‘kan ada TKI yang bekerja di Arab Saudi itu pesan agar dibawakan celurit. Hal itu jangan sampai terjadi karena akan berakibat fatal bagi calon haji itu sendiri nantinya,” kata Syamsuri.

Apabila ada calon haji yang ditemukan membawa barang-barang berbahaya itu, kata dia, akan disita petugas di Asrama Haji Sukolilo Surabaya dan tidak akan dikembalikan kepada pemiliknya, tetapi langsung dimusnahkan.

Loading...