Tarif Listrik Semakin Mencekik Rakyat, Naik 100% Dalam 7 Bulan, Netizen: Pak Jokowi Tau Ga Nih?



Kenaikan tarif listrik yang cukup signifikan dan minim sosialisasi pada warga membuat beberapa kalangan akhirnya angkat bicara.

Diketahui sebelum taif listrik 900 V dinaikkan, harga listrik per kwh hanya Rp. 605.

Tarif Listrik Semakin Mencekik Rakyat, Naik 100% Dalam 7 Bulan, Netizen: Pak Jokowi Tau Ga Nih?


Tarif ini terus mengalami peningkatan hingga mencapai Rp. 1.467 pada awal Juni 2017 mendatang.

Dengan naiknya tarif listrik, Para pelanggan listrik golongan 900 Volt Ampere (VA) tentu harus kembali mengencangkan ikat pinggang.

Seperti diketahui, pencabutan subsidi ini tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang tarif tenaga listrik PT PLN (Persero) yang mengatur penerapan tarif non subsidi bagi rumah tangga daya 900 VA, serta Peraturan Menteri ESDM Nomor 29 Tahun 2016 tentang mekanisme pemberian subsidi tarif tenaga listrik untuk rumah tangga.

Kenaikan harga listrik tak hanya terjadi pada kelompok pelanggan 900 VA tetapi juga terjadi pada kelompok pelanggan lain dengan besaran yang berbeda.

Menanggapi kenaikan tarif lisrik ini, seorang netizen dalam linimasa twitter mengunggah gambar kenaikan tarif tersebut.




Netizen yang lain pun mengungkap janji Jokowi saat belum menjadi presiden, Dalam sebuah link dari situs Republika.co.id, Disebutkan bahwa Pasangan calon Jokowi-JK berkomitmen akan menurunkan tarif dasar listrik (TDL) jika nanti mendapat amanah untuk memimpin negeri ini.

Tim pemenangan Jokowi-JK, Arief Budimanta mengatakan, Pemerintah sekarang tidak berhasil menjalankan pengalihan pemakaian bahan bakar pembangkit untuk PLN. Pasangan calon yang diusung partainya itu punya prioritas terhadap konversi BBM ke migas.

"Kalau nanti Jokowi-JK terpilih TDL akan kami turunkan dengan cara mengoptimalkan konversi BBM ke migas," kata Arief saat dihubungi Republika Online, Senin (30/6).

Ia menyatakan, TDL yang akan turun bukan hanya untuk rumah tangga, melainkan semua golongan. Sebab, capres dan cawapresnya memang akan menerapkan energi murah. Artinya, dengan mengoptimalkan konversi bahan bakar ke sumber alternatif.

Menurut dia, kenaikan tarif yang selama ini terjadi disebabkan karena beban produksi yang terus membengkak. Pemerintahan sekarang dinilai tak mampu menjalankan sistem pengalihan bahan bakar, dan biaya impor minyak untuk menutupi kebutuhan itu.


"Kenaikan harga TDL hanya ditujukan untuk menutupi biaya impor bahan bakar pembangkit listrik tersebut," ujar dia.

Faktor paling utama, kata dia, terdapat pada neraca perdangan, dan impor yang terlalu besar, baik bahan baku maupun BBM. Itulah mengapa, Jokowi-JK akan menyiasati beban itu dengan mempercepat konversi agar pembangkit listrik tak bergantung BBM.




loading...