Isak Tangis Iringi Pemakaman Pahinggar Indrawan di TPU Jeruk Purut



Jenazah Pahinggar Indrawan alias Indra dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan. Hujan gerimis dan isak tangis mengiringi prosesi pemakaman jenazah Indra.

Isak Tangis Iringi Pemakaman Pahinggar Indrawan di TPU Jeruk Purut


Ambulans yang membawa jenazah Indra tiba di TPU Jeruk Purut, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Sabtu (18/3/2017) sekitar pukul 12.55 WIB. Jenazah Indra langsung dibawa dari RS Fatmawati.

Keluarga sudah mendatangi lokasi sejak pukul 11.30 WIB. Terdengar isak tangis saat jenazah Indra dimasukan ke dalam liang kubur. Ada puluhan pelayat yang menghadiri prosesi pemakaman.

Tampak seseorang mengumandangkan azan dan ikamah usai jenazah Indra dimasukan ke liang kubur. Doa-doa dan selawat juga mengiringi kepergian Indra.

Pemakaman berlangsung sekitar 40 menit. Usai pemakaman, perwakilan dari keluarga Indra memohon maaf atas kesalahan yang dibuat Indra selama hidupnya.

"Selama hidupnya almarhum mendapat kesalahan yang sengaja dan tidak sengaja, mohon dimaafkan. Kami mohon doa agar arwahnya diterima di sisi-Nya," ujar perwakilan dari keluarga.

Usai menyampaikan sambutan, satu per satu keluarga menaburi bunga ke makam Indra. Istri Indra menangis melepas kepergian Indra.

"Bilang ke Papa, Azka sayang sama Papa," ujar istri Indra.

Tidak lama setelah itu, istri Indra meninggalkan lokasi. Salah satu pihak keluarga tampak menegarkan sang istri.

Sebelumnya, Ketua RT 08 RW 05 Kelurahan Ciganjur, M Sidik (59) mengatakan alasan jenazah Indra dimakamkan di TPU Jeruk Purut karena berdekatan dengan makam keluarga Indra. Jenazah Indra juga tidak dibawa ke kediamannya terlebih dahulu dengan alasan efisiensi waktu dan biaya.

Aksi gantung diri Indra sempat menggegerkan jagat dunia maya. Ia melakukan live atau siaran langsung lewat akun Facebook-nya, Jumat (17/3). Sebelum gantung diri Indra diketahui cekcok dengan istrinya dan sempat dilerai ketua RT.

Kesaksian Ketua RT soal Pahinggar Indrawan yang Gantung Diri Live Facebook

M Sidik (59), ketua RT tempat Pahinggar Indrawan alias Indra melakukan aksi gantung diri sambil live di Facebook, sempat dimintai keterangan oleh polisi. Sidik mengaku kaget atas kematian Indra.

Sidik bercerita awalnya Indra bersama istri menghampiri rumahnya pada Jumat (17/3/2017) sekitar pukul 04.00 WIB. Sidik mengaku istri Indra datang dalam keadaan menangis.

"Indra ke rumah saya kurang-lebih pukul 04.00 WIB, sudah saya damaikan. Mereka ketok-ketok pagar, si istri juga menangis. Sebetulnya sudah saya selesaikan sebisa saya, saya bilang biasalah di rumah tangga," ujar Sidik di kediamannya, RT 08 RW 05 Kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (18/3).

Menurut Sidik, Indra dan istri saling curiga karena isi percakapan atau chatting dari ponsel mereka. Sidik lalu mencoba melerai perselisihan itu. Indra kemudian meninggalkan rumah Sidik sekitar pukul 06.00 WIB.

"Jadi saling curiga dari chatting-chatting-an, itu menurut mereka, tapi mungkin ada yang lebih dari itu. Saya sebisa mungkin mendamaikan. Saya sarankan, kalau ada masalah, jangan berurusan dengan aparat. Lalu, Indra pulang sekitar pukul 06.00 WIB dan disusul istri. Ya mungkin Indra beli sarapan atau mau ke mana dulu," terang Indra.

Sidik menganggap permasalahan itu sudah selesai. Tepi ia dikagetkan dengan ditemukannya Indra dalam kondisi sudah tewas di rumahnya pada siang hari.

"Sepulang Jumatan lebih sedikit, saya dikabari anak ketiganya, firasat saya sudah nggak ada umur. Saya panik, cuma nggak berani apa-apa. Saya balik ke rumah, saya cerita dengan istri. Jadinya, istri panggil dokter puskesmas untuk memastikan apakah Indra sudah meninggal dan saya lapor polisi. Istri dan 4 anak Indra juga ada di lokasi dan nangis," ujar Sidik.

Sidik mengatakan polisi tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 14.00 WIB untuk melakukan olah TKP. Jenazah Indra dibawa ke RS Fatmawati sekitar pukul 15.30 WIB.

"Nggak lama setelah saya lapor, polisi datang, kayak olah TKP dan lain-lain. Setelah selesai, ambulans siap, kalau nggak salah saat azan asar jenazah dibawa ke RS Fatmawati," jelas Sidik.

Indra diketahui berprofesi sebagai sopir taksi online. Sang pemilik sudah mengambil mobil yang dipakai Indra pada Sabtu dini hari.

Baca Juga: Innalillahi, Pria Bernama Pahinggar Indrawan Ini Bunuh Diri Secara Live Di Facebook

"Iya, dia sopir (menyebut salah satu operator taksi online), semalam baru diambil juga oleh pemiliknya. Pukul 02.00 WIB datang yang punya mobil, saya ajak ke sini dulu untuk meyakinkan dia pemiliknya. Langsung diambil sama dia, tapi saya cek STNK dan surat kepemilikan," ujar Sidik.

Aksi nekat gantung diri Indra sempat menggegerkan jagat dunia maya. Ia melakukan live atau siaran langsung lewat akun Facebook-nya, Jumat (17/3).