Sulit Atasi Kekurangan Pasangan? Ini Solusi Mujarab Dari Ulama



Selain pribadi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, tidak ada manusia yang sempurna. Pun begitu juga tidak ada pasangan yang bisa sempurna, tanpa salah dan terbebas dari kekurangan.

Secara syariat memang untuk menutupi kekurangan haruslah dilengkapi dengn kelebihan. Setiap kesalahan harus diperbaiki dengan kebenaran sehingga budaya saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran benar-benar direalisasikan dalam kehidupan.

 Sulit Atasi Kekurangan Pasangan? Ini Solusi Mujarab Dari Ulama

“Seorang pria yang telah berhasil mendapatkan seorang istri yang baik fisik dan akhlaknya, maka ia disarankan untuk memaafkan kekurangan-kekurangannya,” ujar Imam Ibnul Jauzi dalam kitab Shaidul Khatir.

Bagi para suami, tataplah seorang istri dengan penuh kasih sayang. Lihatlah setiap guratan di wajahnya yang menjadi bukti kesetiaannya dalam menemani hidup saat suka maupun duka. Tataplah dengan hati yang penuh cinta.

Kenanglah kembali bagaimana rasa cinta tumbuh pertama kali hingga berbuah dan ada dalam naungan Allah. Ingatlah kembali semua karunia Allah yang didapat dan betapa banyaknya nikmat yang patut untuk disyukuri, daripada hanya mencari-cari kekurangan dan kesalahan istri.

Pun begitu juga bagi para istri, lihatlah kucuran keringat suami dalam mencari nafkah yang halal. Sebuah perjuangan yang akan menjadi saksi bahwa suami telah bertanggung jawab untuk kebahagiaan anak dan istri. Meski suami terkadang bersikap marah, mudah emosi dan terkesan meledak-ledak, ingatlah kembali semua kebaikannya. Ingatlah kembali bagaimana suami pertama kali meminta kepada mertua untuk meminang.

Ingatlah kembali bagaimana suami dengan penuh tanggung jawab mengucapkan kalimat akad. Ingatlah kembali bagaimana suasana ketika suami mencium kening setelah prosesi akad nikah yang disaksikan oleh banyak pasang mata.

Maka bersyukurlah karena banyak di luaran sana laki-laki yang mendambakan hadirnya seorang wanita. Begitu juga banyak wanita yang berharap mendapat teman hidup seorang suami dalam hidupnya. Wallahu A’lam

Baca Juga:





Loading...