Fotonya Dijadikan Pembatas Qur’an Oleh Sang Ibu, Pria Ini Kini Sukses Jadi Pengusaha



Doa dan harapan seorang ibu yang shalehah merupakan salah satu hal yang akan dikabulkan oleh Allah Ta’ala. Begitu juga yang dialami oleh seorang pengusaha hotel ‘The Mudzaffar Hotel’ yang memiliki 288 kamar di kawasan perdagangan internasional Malaka Ayer Keroh.

Fotonya Dijadikan Pembatas Qur’an Oleh Sang Ibu, Pria Ini Kini Sukses Jadi Pengusaha

Siapa sangka bahwa pengusaha sukses bernama Khairul Anwar Rahmat tersebut merupakan seorang anak kampung asal Kluang Johor Malaysia. Dilansir dari Mynewshub, Jumat (20/1/2017) pengusaha yang menekuni bidang jurnalistik dan hukum ini dahulunya bukanlah seorang yang kaya raya. Ia pun terlahir sebagai anak keempat dari sembilan bersaudara di keluarga yang sederhana. Meski demikian, Khairul merupakan sosok anak yang ringan tangan dan membantu ibunya berjualan nasi lemak serta kerupuk.

Kerja kerasnya dan doa sang ibu membuat Khairul sukses hingga sekarang ini. Bahkan sang ibu senantiasa bershalawat sebelum menghidangkan nasi kepada anak-anaknya.

“Setiap kali emaknya memasak nasi, dia pasti akan berselawat sebelum hidangkan kepada mereka kakak beradik (Setiap kali memasak nasi, ibunya akan ber-shalawat sebelum menghidangkan nasi kepada anak-anaknya),” kata Syahril yang merupakan teman Khairul.

Selain itu ibu Khairul juga senantiasa membaca Yasin setiap harinya. Bahkan menjadikan foto anaknya tersebut sebagai pembatas Al Qur’an. Sang ibu juga mendoakan Khairul untuk menjadi pengacara. Sementara anaknya yang lain didoakan menjadi dokter, guru dan akuntan.

“Akhirnya dengan izin Allah, setiap daripada mereka memiliki ijazah dan bertugas dalam bidang yang dia sebutkan itu (Akhirnya dengan izin Allah, setiap anaknya memiliki ijazah dan bekerja di bidang yang disebutkan dalam doa ibu Khairul),” kata dia.

Dikatakan oleh Syahril bahwa usaha hotel mewah tersebut baru dijalani oleh Khairul dengan tetap menerapkan nilai islami seperti tidak menghadirkan alkohol di dalamnya.

Kehidupan Khairul pun tak lepas dari ujian karena sempat mendapat tuduhan buruk ketika dirinya berprofesi sebagai pengacara dan membela masyarakat yang teraniaya. Bahkan dianggap mencoba mensabotase hubungan diplomatik dua negara.

“ Ketika itu, dia juga dituduh mencoba mensabotase hubungan diplomatik kedua negara,” kata Syahril.

Meski demikian Khairul tetap tidak putus asa selama sang ibu mendoakan kebaikan bagi dirinya.

“Alhamdulillah, doa ibu itulah yang membakar semangat beliau untuk terus gigih berusaha sehingga memiliki apa yang kita lihat sekarang. Salut, Pak!” tulis Syahril.

Baca Juga:





loading...