Muslim Terbaik Selalu Mencontoh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam



Muslim terbaik mengikuti contoh Rasul shalallaahu alaihi wasallaam

Contoh apa saja? Contoh keindahan, kebaikan, kasih sayang, dan pemenuhan kewajiban terhadap Allah subhanahu wa ta'ala yang dilakukan dengan sebaik-baiknya

Muslim Terbaik Selalu Mencontoh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam


Ada sebuah hadits yang sangat indah yang menjelaskan betapa pentingnya kita menunaikan hak setiap orang

Hadits tentang Abu Darda’ radhiallaahu'anhu yang oleh Rasulullaah shalallaahu alaihi wasallaam dipersaudarakan dengan Salman Al-Farisi radhiallaahu'anhuma

Salman Al-Farisi memperhatikan bahwa istri Abu Darda’ tidak tertarik untuk menghiasi dirinya atau suaminya, tidak sama sekali

Maka Salman bertanya kepadanya, “apa yang terjadi, apakah ada masalah?”

Dan istri Abu Darda’ menjawab, “saudaramu, Abu Darda’ tidak tertarik pada kehidupan dunia”

Salman Al-Farisi sedikit terkejut mendengarnya, maka dia memperhatikan Abu Darda’

Di malam hari Abu Darda’ mengerjakan sholat. Apakah sholat perbuatan yang buruk? Tentu tidak. Tapi Salman bangun dan mengingatkan Abu Darda’, “tidurlah”

Abu Darda’ bertanya, “apa maksudnya tidur?”

Salman kembali berkata, “tidurlah” maka Abu Darda’ pun pergi tidur

Tapi kemudian Abu Darda’ bangun lagi dan hendak mengerjakan sholat, maka Salman Al-Farisi bangun dan mengingatkannya kembali, “tidurlah”

Abu Darda’ bertanya kembali, “apa maksudmu tidur?”

Salman kembali berkata, “tidurlah” maka Abu Darda’ kembali tidur

Pada akhir malam yang tersisa, Salman berkata, “bangunlah, sekarang kau bisa sholat”

Dan Abu Darda’ pun terheran-heran dan bertanya-tanya apa yang terjadi

Maka Salman Al-Farisi berkata, “istrimu punya hak atas dirimu”

(HR. al-Bukhari)

—–

Bayangkan, dia berbicara tentang sholat

Sholat adalah ibadah yang mulia karena seorang hamba bermunajat dan berbincang dengan Allah melalui sholat

Tapi dia dilarang mengerjakan sholat (sunnah) karena istrinya harus diutamakan

“Karena ada hak-hak kami yang harus kau penuhi”

Kita seringkali mengabaikan istri kita, keluarga kita, anak kita, hanya karena kita sedang nongkrong kongkow dengan teman-teman di cafe

Kita menghabiskan waktu, membuang-buang waktu di cafe sementara istri kita sibuk mengirim pesan mencari keberadaanmu, dan teman-teman kita mengolok-olok kita

Demi Allah, aku tidak keberatan diolok-olok selama istriku tau keberadaanku dan keadaanku

Aku tidak keberatan dengan apapun ejekan teman-temanku selama aku memiliki rumah dan keluarga yang bahagia

Kenapa? Karena aku adalah muslim terbaik

Aku memenuhi hak-hak yang harus aku penuhi

Istri adalah keluarga yang paling penting

Yang lainnya “hanyalah pendatang” yang bisa datang dan pergi

Sementara istri adalah keluarga yang tidak dapat kau ganti sesuka hati, demikian juga dengan anak-anak, mereka tidak tergantikan, mereka diberikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala, termasuk juga orang tua

Tapi apa yang kau lakukan?

Salman Al-Farisi mengingatkan Abu Darda’ bahwa dia terlalu banyak mengerjakan sholat (sunnah) hingga mengabaikan hak-hak istrinya, penuhilah hak-haknya, tunjukkan kepadanya hal-hal yang penting, sampaikan kepadanya betapa cantiknya dia

Subhanallah

Sebaik-baik muslim adalah muslim yang paling baik terhadap keluarganya [Hadits riwayat Tirmidzi]

Kita sudah berjuta-juta kali mendengar hadits tersebut

Banyak diantara kita hanya sekedar menjadi muslim dan kita tidak memperlakukan istri kita sebagaimana seharusnya, seolah-olah mereka tidak ada artinya

Berikanlah telingamu, dengarkanlah dia, lihatlah dia, berikan kata-kata pujian untuknya

Beberapa orang bertanya tentang hari kasih sayang, maka ku katakan sebagai muslim, setiap hari aku berkasih sayang, setiap hari aku mengekspresikan cintaku kepada istriku dan keluargaku

Lakukanlah setiap hari

Ekspresikan, katakan dan tunjukkan cintamu kepada istrimu setiap hari

Jadilah muslim terbaik dengan berbuat yang terbaik kepada istrimu dan keluargamu


loading...