VIDEO: Bertahan Hidup Dan Rawat Anak Di Dalam Bajaj, Kisah Hidup Pria Ini Sungguh Mengharukan




Jakarta memang dikenal dengan kendaraan roda tiga bernama bajaj. Salah satu yang mengandalkan kendaraan tersebut untuk mencari nafkah adalah Riwahyudin atau yang akrab disapa Iway. Setiap hari ia selalu menunggu para penumpang di sekitar Stasiun Cikini Jakarta Pusat, berharap ada pengguna kereta api yang memerlukan jasanya.

VIDEO: Bertahan Hidup Dan Rawat Anak Di Dalam Bajaj, Kisah Hidup Pria Ini Sungguh Mengharukan

Namun ternyata kehidupan Iway begitu berbeda dengan para sopir bajaj lainnya karena ia menjadikan bajaj tersebut sebagai tempat tinggal dirinya bersama dengan sang anak yang bernama Muhammad Irwan (11 tahun).

Memang Iway tidak memiliki rumah dan tempat tinggal lainnya dikarenakan kondisi ekonominya yang tidak memungkinkan untuk mengontrak rumah. Dilansir dari Merdeka (26/9/2016), setiap harinya nampak sang anak tidur di kursi depan sembari menunggu ayahnya mendapatkan penumpang. Irwan pun saat itu masih menggunakan seragam sekolah dengan kondisi yang tidak lagi bersih.

Tak hanya tidur di dalam bajaj, Irwan juga akan ikut berkeliling bersama dengan ayahnya untuk mengantarkan penumpang. Bahkan segala baju dan perabotan sekolahnya diletakkan di bagian belakang bajaj.

Dari penuturan Iway diketahui bahwa apa yang dilakukan ia bersama dengan anaknya di bajaj sudah berlangsung selama 11 tahun. Sebelumnya Iway tinggal di rumah orang tuanya di Kawasan Tanah Tinggi Jakarta Pusat.

Namun ketika orangtuanya meninggal, rumah yang mereka tempati pun menjadi rebutan keempat saudaranya. Alhasil rumah tempat bernaung itu pun dijual dan Iway tidak mendapatkan apa-apa.

Iway yang dahulu bekerja di perusahaan asuransi kemudian banting setir menjadi sopir bajaj lantaran merasa ingin bebas dari aturan perusahaan.

“Karena waktu itu mungkin jiwa masih muda jadi ingin bebas terus keluar,” kenangnya.

Iway sendiri sudah dua kali menikah dan dua kali itu juga ia ditinggalkan oleh istrinya. Sementara sang anak, Irwan merupakan anak dari pernikahan keduanya dimana sang istri selalu mengeluh dan merasa tidak puas. Alhasil Irwan yang saat itu berusia satu tahun pun ditinggalkan bersama dengan sang suami.

Semenjak ditinggal istrinya pada tahun 2007, Iway pun berusaha merawat anaknya sendirian. Irwan selalu dibawanya kemana-mana dengan harapan bisa membesarkannya dengan baik.

Namun ternyata bukan hal yang mudah untuk merawat seorang anak, terlebih sendirian dan sambil mencari nafkah. Sebelumnya Iway juga sempat menjadi seorang pengamen dengan harapan bisa memudahkannya untuk menggendong sembari mencari nafkah. Akan tetapi ia kemudian memilih menjadi sopir bajaj agar bisa memiliki tempat meneduh.

Iway juga mengungkapkan bahwa dahulu anaknya selalu diberi air yang dicampur gula karena tidak mampu membeli susu. Hati Iway pun menangis meratapi keadaan yang terjadi dan senantiasa berdoa agar kesulitan tersebut segera sirna.

Pernah suatu hari Irwan yang saat itu berusia 5 tahun mendadak sakit panas dan tak bersuara. Iway kemudian segera mengantarkannya ke puskesmas terdekat dengan perasaan yang was-was.

“Jika Tuhan mau mengambilnya saya ikhlas,” tutur Iway sambil berlinang air mata.

Sebenarnya banyak rekan-rekan Iway yang menyuruhnya untuk menitipkan anak tersebut di panti asuhan. Namun Iway bersikeras untuk tetap merawatnya sebagai bentuk titipan dari Tuhan.

Kini Iway akan melakukan apapun untuk anaknya tersebut meski penghasilan yang didapat tidaklah seberapa. Ia pun hanya berharap agar Irwan bisa menjadi anak sholeh dan mendoakan dirinya ketika telah tiada.

Berikut videonya






loading...