Tanda Kiamat: Kemunculan Api Dari Hijaz Ternyata Telah Terjadi, Ini Penjelasan Syaikh Dr Muhammad Al Arifi




Tanda Kiamat: Kemunculan Api Dari Hijaz Ternyata Telah Terjadi, Ini Penjelasan Syaikh Dr Muhammad Al Arifi

Tanda Kiamat: Kemunculan Api Dari Hijaz Ternyata Telah Terjadi, Ini Penjelasan Syaikh Dr Muhammad Al Arifi

Kiamat menjadi waktu berakhirnya semua kehidupan di dunia ini dan menjadi awal kehidupan di akhirat. Sebagai umat islam, kita berkewajiban untuk meyakini setiap pertanda kiamat yang telah disampaikan Rasulullah dimana salah satunya adalah tentang kemunculan api dari Hijaz yang cahayanya menerangi hingga ke Bushra.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَخْرُجَ نَارٌ مِنْ أَرْضِ الْحِجَازِ ، تُضِىءُ أَعْنَاقَ الإِبِلِ بِبُصْرَى

“Tidak akan terjadi hari kiamat hingga muncul kobaran api dari Hijaz yang menyinari punuk-punuk unta di kota Bushra” (HR. Bukhari dan Muslim)

Terkait dengan hadist tersebut, ternyata kemunculan api dari Hijaz telah terjadi pada tahun 1256 atau 654 Hijriyah, sebagaimana yang diungkapkan oleh Syaikh DR Muhammad Al Arifi.

“Para ulama dan sejarawan sudah menjelaskan bahwa tanda ini terjadi pada tahun 654 Hijriyah,” tulisnya dalam buku Nihayatul A’lam.

Dalam buku tersebut Ibnu Katsir telah menjelaskan bahwa fenomena kemunculan api dari Hijaz telah terjadi dimana menyala selama 3 bulan hingga wanita yang berada di Madinah bisa bercanda ria di terangnya cahaya api tersebut. Selain itu pancaran cahayanya juga telah sampai ke Bushra dan menerangi leher unta-unta.

Sementara itu Imam Nawawi menyebutkan tentang waktu kemunculan api dari Hijaz tersebut yakni pada tahun 654 Hijriyah dan dikatakan bahwa api yang besar tersebut muncul dari sisi timur kota Madinah dan di belakang Al Harrah. Selain itu kemunculannya juga diketahui oleh para penduduk Syam.

Adapun Abu Syamah menjelaskan dengan lebih rinci kapan terjadinya api dari Hijaz tersebut. Ia berkata bahwa api itu muncul pada hari Rabu, 3 Jumadil Akhir 654 atau 29 Mei 1256.

Dikatakan Abu Syamah bahwa sebelum kemunculan api, terjadi ledakan dan gempa terlebih dahulu berkali-kali. Setelah itu barulah muncul api besar di Al Harrah yang berdekatan dengan pemukiman Bani Quraizhah.

“Kami bisa melihat api itu dari rumah kami di Madinah,” ucap Abu Syamah.

Tak hanya keterangan dari sejumlah ulama, bukti nyatanya pun telah membenarkan dimana Gunung Berapi Harrah Rahth kini sudah tidak aktif lantaran meletus terakhir kali di tahun 1256 M dan kejadian tersebut berlangsung selama 52 hari. Kemunculannya pun didahului dengan gempa beberapa kali.

Baca Juga:


Dengan melihat berbagai fenomena kiamat yang telah terjadi, sudah selayaknya bagi kita selaku umat muslim untuk mempersiapkan diri dalam mencari keridhoan Allah dan tidak berleha-leha di dalam kehidupan duniawi. Wallahu A’lam




loading...