Jamaah Haji Dilarang Masak Selama Di Mekkah

Diposting pada

Pemondokan jamaah haji Makkah tidak menyediakan dapur khusus untuk memasak. Karena memang sudah ada larangan dari pemerintah Arab Saudi bagi para jamaah haji untuk memasak, hal ini untuk mencegah terjadinya kebakaran.

Demikian dikemukakan Kepala Daker Makkah Endang Jumali pada MCH, di ruang kerjanya, Rabu (3/9/2014) kemarin. Himbauan terhadap jamaah haji Indonesia untuk tidak membawa beras, rice cooker maupun lauk pauk yang mengeluarkan bau tajam ini sudah disampaikan jauh-jauh hari saat mereka masih berada di Indonesia.

Maktab Haji
Tempat Makan Di Armina

“Aturan dari pemerintah Arab Saudi untuk antisipasi terjadinya kebakaran sudah disosialisasikan ke seluruh embarkasi di Indonesia.  Para jamaah haji Indonesia diimbau untuk tidak membawa rice cooker maupun masakan dengan bau-bau yang mengeluarkan aroma menyengat. Kalau jamaah haji tetap memaksa untuk memasak nasi atau membawa masakan dengan bunyi yang mengeluarkan aroma, alarm yang ada di pemondokan akan berbunyi,’`terang Endang.

Untuk itu, ujar Endang, di setiap pemondokan di Makkah harus menyediakan kafetaria dan mereka diminta untuk menyediakan masakan Indonesia. Sehingga jamaah haji akan membeli makanan di kafetaria pemondokan tanpa harus keluar dari pemondokan. Makanan tersebut bisa di makan di kamar masing-masing atau di kafetaria. Untuk diketahui, jamaah haji selama di Makkah tidak disediakan katering makanan.
Setiap jamaah haji mendapat uang saku sebesar 1500 real. Dengan uang tersebut mereka bisa membeli makanan setiap hari. Namun kalau di hotel tempat pemondokan jemaah di Madinah, semua jamaah mendapatkan katering makanan gratis untuk makan siang dan malam dan sarapan pagi. Demikian pula di Armina para jamaah haji Indonesia juga mendapat jatah makan.

Ditambahkan Endang, untuk mengantisipasi agar para jamaah haji tidak membawa beras, di bandara di Indonesia maupun di Jeddah dilakukan pemeriksaan. “Tahun kemarin di bandara Jeddah masih ditemukan jamaah haji  membawa beras cukup banyak, sehingga diambil oleh petugas di bandara dan jamaah haji tidak boleh membawanya ke pemondokan,’ tutur Endang. (Kemenag)

Loading...