Waspada! Ada Kabar Jawa Barat Bakal Diguncang Gempa Dahsyat, Ini Kata BMKG

Waspada! Ada Kabar Jawa Barat Bakal Diguncang Gempa Dahsyat, Ini Kata BMKG

Waspada! Ada Kabar Jawa Barat Bakal Diguncang Gempa Dahsyat, Ini Kata BMKG



Publik dihebohkan terkait kabar yang beredar dan mengatakan bahwa wilayah di sekitar Jawa Barat bakal diguncang gempa dahsyat lantaran pergerakan sesar Lembang. 


Sebagaimana diketahui, sesar merupakan hasil dari adanya aktivitas gaya lempeng tektonik, sehingga dapat membentuk batas-batas antara lempeng, seperti zona subduksi. Nantinya energi yang dihasilkan dapat menyebabkan gerakan yang cepat pada sesar aktif, hal inilah pemicu utama gempa bumi.  


Menanggapi informasi itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah dengan tegas, menurutnya gempa bumi besar yang dikabarkan tersebut sebenarnya belum bisa diprediksi, sehingga dikatakan jelas informasi itu sebagai hoaks. 


“Gempa bumi belum dapat diprediksi, sehingga informasi bahwa tahun 2021 Sesar Lembang akan melepaskan energi yang dikumpulkan sejak 2012 adalah informasi hoaks (tidak benar),” jelas BMKG Bandung dalam keterangan tertulis pada akun Twitter resminya, menyitat Ayobandung pada Rabu, 27 Januari 2021.   


Menurut BMKG, sesar Lembang memang memiliki potensi aktivitas yang mengakibatkan gempa bumi. Namun perihal kapan waktunya terjadi hingga seberapa besar dampaknya belum bisa diprediksi.  


“Potensi kekuatan gempa maksimum dapat diketahui, tetapi energi yang dihasilkan bisa saja hanya 40% atau 50% dari energi maksimum,” tutur BMKG. 


Pihaknya mengungkapkan bahwa Sesar Lembang jadi salah satu sesar yang aktif dan memiliki panjang sekitar 25 hingga 29 kilometer yang terbagi menjadi tiga segmen. 

        

Berdasarkan data dan kajian paleoseismik, Sesar Lembang pernah mengalami pelepasan energi sehingga mengguncang wilayah Jawa Barat pada 1600 silam.  


Diprediksi apabila tiga segmen tersebut bergerak secara bersamaan, maka gempa dengan kekuatan maksimum sekitar 6.8 sampai 6.9 Mw bakal terjadi. 


Sampai detik ini, aktivitas gempa bumi terakhir yang diakibatkan Sesar Lembang dan terekam seismograf BMKG, terjadi pada periode tahun 2010 hingga 2012. 


Adapun kejadian tersebut terjadi sebanyak 14 kali, namun dari banyaknya kejadian hanya sekali peristiwa gempa bumi yang dirasakan, yaitu pada 28 Agustus 2011. 


Masyarakat Jawa Barat waspada terhadap potensi gempa

 

BMKG Bandung mengingatkan keapda masyarakat agar selalu berhati-hati dan waspada terkait adanya potensi gempa yang diakibatkan pegerakan patahan Sesar Lembang. 


Setidaknya pada rentan waktu 2010 sampai 2012 saja terjadi gempa sebanyak 14 kali dengan kekuatan beragam, mulai dari 1,5 hingga 3,4 skala richter (SR). 


Untuk mengantisipasi hal tersebut, pada tahun 2010 dan 2012, BMKG telah memasang setidaknya enam buah alat pendeteksi gempa di sekitar Sesar Lembang. 


“Pada tahun 2010-2012, BMKG memasang 6 seismograph di sekitar Sesar Lembang, aktivitas Sesar Lembang mulai muncul dengan kekuatan 1,5 hingga 3,4 SR,” kata peneliti dari BMKG Bandung, Rasmid, dikutip pada Rabu, 27 Januari 2021. 


Kendati begitu, sejak Sesar Lembang aktif beberapa tahun lalu, kini pergerakannya mereda dan kembali tidur. 


Pergerakan Sesar Lembang sendiri, kata Rasmid, memiliki tipe strike slip (mengiri) dengan sedikit komponen vertikal. 


“Hampir tidak ada aktivitas seismik pada periode tersebut (2012-2020),” ujarnya. 


Dengan panjang 25 hingga 29 kilometer, Sesar Lembang berada di daerah Padalarang melewati Kota Lembang hingga menjalar ke Gunung Manglayang. 


Berdasarkan kajian paleosismik, Sesar Lembang mengakibatkan gempa dengan kekuatan cukup besar, yakni 6,9 SR pada tahun 1600 silam. Setelah itu, tidak ada aktivitas yang cukup signifikan. 


Meski begitu, berdasarakan pada periode ulang Sesar Lembang selama 500 tahun, diperkirakan gempa hebat bakal terjadi pada tahun 2100 mendatang. 


“Sejak tahun 1600 Sesar Lembang tidak beraktivitas sehingga dianggap sudah tidak aktif lagi,” imbuhnya. 

Next article Next Post
Previous article Previous Post