Kebohongan Orangtua Penusuk Syekh Ali Jaber Terbongkar, Pihak RSJ Ungkap Data Pasien 4 Tahun Lalu

Kebohongan Orangtua Penusuk Syekh Ali Jaber Terbongkar, Pihak RSJ Ungkap Data Pasien 4 Tahun Lalu

Kebohongan Orangtua Penusuk Syekh Ali Jaber Terbongkar, Pihak RSJ Ungkap Data Pasien 4 Tahun Lalu


Sedikit demi sedikit akhirnya fakta-fakta baru soal pelaku penusukan Syekh Ali Jaber terbongkar.

Sebelumnya ayah pelaku penusukan Syekh Ali Jaber mengatakan jika putranya mengidap gangguan kejiwaan.

Ia menegaskan jika pelaku mengidap gangguan jiwa sejak empat tahun terakhir.

Ditinggal sang ibunda menjadi TKW Hongkong menjadi penyebab pelaku penusukan Syekh Ali Jaber terganggu kejiwaannya.

Namun siapa sangka berjalannya waktu pengakuan ayah pelaku justru terungkap kebenarannya.

Bahkan pihak kepolisian yang melakukan pemeriksaan pun tak menemukan kendala saat mengajukan beberapa pertanyaan pada pelaku.

Tak hanya itu, Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Yan Budi Jaya mengatakan hingga saat ini pihak keluarga juga belum bisa menunjukkan surat yang menyatakan AA pernah dirawat di RSJ.

Jika tidak ada bukti terkait hal itu, nantinya keputusan soal kejiwaan AA akan ditentukan oleh pengadilan.

"Kalau tidak ada, yang menentukan dia dirawat di RSJ atau tidak ada itu putusan pengadilan," ucap Yan Budi.

Polisi akan terus mendalami terkait kejiwaan AA.

"Kita tetap pada proses hukumnya.

Apakah dia pernah dirawat inap atau tidak,kami harus konfirmasi dahulu ke RSJ, karena belum ada kartu kuningnya," kata Yan Budi.

Lebih lanjut, Yan Budi juga mengatakan pihaknya juga masih mendalami terkait motif tersangka.

"Motif masih kami dalami.

Omongan masih simpang siur," kata Yan Budi.

Pihak kepolisian juga belum bisa berasumsi apakah ada orang yang menyuruh tersangka melakukan penusukan.

"Sementara belum ada," ujarnya lagi.

Berikut wajah hingga sosok pelaku penusukan Syekh Ali Jaber di Bandar Lampung (Instagram warung jurnalis)

Sementara itu, pihak Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Lampung membantah tersangka penusukan Syekh Ali Jaber pernah menjalani pemeriksaan kejiwaan di sana.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala bagian Humas RSJ Provinsi Lampung David.

Pihak RSJ sudah menelusuri arsip pasien dari empat tahun ke belakang.

"Sudah kami cek, tidak ada rekam jejak pelaku berobat ke kami," ujar David, Senin (14/9/2020)

Sama dengan pengakuan pihak RSJ, sebuah kesaksian tampak diungkap akun Instagram bernama @welzaonistia yang mengaku merupakan tetangga pelaku penusukan Syekh Ali Jaber.

Akun tersebut pun tampak menuliskan pengakuan bila sang pelaku tersebut merupakan tetangganya.

Ia pun mengungkap kemungkinan motif dibalik penusukan Syekh Ali Jaber karena disuruh.

Ditambah lagi pelaku tersebut diduga tengah mengalami masalah keuangan, tak bekerja dan juga sang istri baru saja melahirkan.

"Tetangga gang rumah gue ini, dia gak gila. Dia masih waras. Pasti dia disuruh dan dibayar buat nusuk Syeikh karna istri nya baru ngelahirin. Dia kagak ada pemasukan dana, kerja juga kagak," tulis akun Welzaonistia.

Sementara itu fakta terbaru terungkap bila pelaku penusukan Syekh Ali Jaber ini sering tinggal berpindah tempat.

Diungkapkan Yan Budi, AA pernah tinggal di Rawajitu, Tamin dan di Natar.

"Yang bersangkutan sering berpindah-pindah. Awalnya di Rawajitu, lalu ke Tamin dan pernah di Natar," kata Yan Budi Jaya.

Mengenai profesi pelaku, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku tidak memiliki pekerjaan tetap.

POPULER Bongkar Motif Pelaku Penusukan, Syekh Ali Jaber Beberkan Kejanggalan Saat Ditikam

Syekh Ali Jaber menduga ada motif tertentu hingga pelaku nekat melakukan penusukan saat dirinya tengah mengisi kajian di Bandar Lambung, Minggu (13/9/2020).

Pasalnya ulama kondang ini mengaku ada kejanggalan yang ia temukan setelah menjadi korban penusukan.

Syekh Ali Jaber seolah juga menampik pengakuan orangtua pelaku yang menyebut putranya mengidap gangguan kejiwaan.

Bukan tanpa alasan pendakwah 44 tahun ini merasa janggal setelah melihatdalamnya luka tusukan akibat perbuatan si pelaku.

“Kalau urusan pribadi, saya tidak ada tuduhan.

Tapi secara hukum, dia (pelaku) harus diproses,” kata Ali Jaber saat ditemui usai kejadian di Rumah Hijrah Annaba, Sukarame, Minggu (13/9/2020) malam.

Ali juga mempertanyakan motif penusukan yang dialaminya.

Sebab, ada beberapa kejanggalan ketika melihat sosok pelaku.

“(pelaku) bukan orang yang, maaf, gila sembarangan.

Pertama dari segi kekuatan, badannya kurus, kecil.

Tidak mungkin jika melihat tubuhnya bisa ada kekuatan sampai separuh pisau menusuk,” kata Ali Jaber.

Ali bersyukur sempat menengok sekilas ke arah kanan.

Beberapa detik sebelum ditusuk, dia sedang berinteraksi dengan jemaah yang berada di sisi kiri panggung.

“Mungkin jika saya masih fokus dengan jemaah di sebelah kiri, mungkin sangat mudah dia menusuk bagian dada atau di leher.

Karena dia tangan di atas, bukan menusuk ke perut,” kata Ali Jaber.

Sebelumnya diberitakan, Ali Jaber ditusuk seorang pemuda berinisial AA saat menghadiri pengajian dan wisuda Tahfidz Alquran di Masjid Falahudin yang berada di Jalan Tamin, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Minggu (13/9/2020) sore.

Akibat kejadian itu, Ali Jaber menderita luka tusuk di bahu dan harus menerima enam jahitan di bagian dalam dan empat jahitan di bagian luar.

Baca Juga:
Adapun pelaku ditangkap oleh jemaah dan telah diserahkan ke pihak berwajib.

Saat ini polisi masih menyelidiki motif penusukan.
Next article Next Post
Previous article Previous Post