Pendeta Keji Ini Suruh 4 Algojonya Untuk Menyiksa Dan Memaksa Murtad Semua Pasien Di Yayasannya

Pendeta Keji Ini Suruh 4 Algojonya Untuk Menyiksa Dan Memaksa Murtad Semua Pasien Di Yayasannya

author photo
Panti Rehabilitasi Narkoba dan Pembinaan Mental Spiritual Yayasan Kasih Anugerah Bangsa di Binjai, Sumatra Utara digerebek, Rabu (28/12). Panti tersebut diduga telah memperlakukan pasiennya dengan tidak manusiawi.

Pendeta Keji Ini Suruh 4 Algojonya Untuk Menyiksa Dan Memaksa Murtad Semua Pasien
Tersangka Pendeta Sempurna Tarigan (42) bersama 4 Algojonya telah diamankan di polres Binjai


Panti yang berada di Jalan Letjend Jamin Ginting, Gang Bersama, Binjai Selatan ini digerebek oleh tim gabungan Kodim 0203/Langkat, Polres Binjai, BNNP Sumut, BNNK Binjai, dan Satpol PP. Sejumlah anggota DPRD kota Binjai pun ikut turun ke lokasi.

Sesaat setelah tiba di panti rehabilitasi tersebut, tim gabungan langsung memeriksa setiap kamar yang ditempati para pasien. Teriakan pun langsung terdengar memenuhi ruangan panti yang dihuni 140 pasien narkoba dan depresi ini. Kaki mereka tampak dipasang dengan rantai besi dan digembok.

"Keluarkan kami, pak, tolong kami. Kami sudah dianggap seperti binatang di tempat ini. Kami ini manusia, bukan binatang," teriak para pasien di sel panti tersebut.

Sementara itu, pemilik Yayasan Kasih Anugerah Bangsa, Pendeta Sempurna Tarigan tampak tidak terima dengan penggerebekan panti rehabilitasi miliknya. Dia meminta petugas agar tidak membawa seluruh pasiennya. Sempurna pun mengklaim telah memiliki izin untuk yayasan miliknya tersebut.

"Kami tidak mengizinkan pasien kami untuk dibawa, lakukan assesment di tempat ini saja, saya di sini mau bekerja," kata Sempurna.

Sempurna pun menyebut, tindakan yang dilakukan oleh tim gabungan tersebut telah menghambat program pemerintah. "Saya di sini membantu program pemerintah, kalian telah menghambat pemerintah. Bantu saya untuk mewujudkan semua ini," ujar dia.

Di tempat yang sama, Kapolres Binjai AKBP Muhammad Rendra Salipu tampak berusaha menenangkan Sempurna. Dia pun menjelaskan tindakan yang dilakukan oleh tim gabungan tersebut.

"Kami di sini bersama dinas terkait ingin melihat izin dari yayasan ini. Kalau memang sudah di penuhi semua perizinannya, ya bagus," kata Rendra.

Digerebeknya Yayasan Kasih Anugerah Bangsa ini karena diduga telah menyalahi aturan. Selain itu, beberapa waktu lalu, ada salah seorang pasien yang kabur karena tidak tahan dan mengadu kepada warga sekitar.

Diciduk Polisi

Aparat Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai menangkap Pendeta Sempurna Tarigan (42), Ketua Yayasan Panti Rehabilitasi Anugerah Bangsa. Ia dijadikan tersangka utama atas pengeroyokan dan penganiayaan terhadap ratusan pasien rehabilitasi di panti kawasan Jalan Jamin Ginting, Gang Bersama, Kelurahan Puujidadi, Kota Binjai, Sumatera Utara.

Selain Sempurna yang ditangkap di kediamannya, polisi juga menangkan empat orang lainnya diduga sebagai algojo penyiksa pasien panti rehabilitasi yang merupakan para penyandang kasus narkoba.

Mereka adalah Jansen Marim Dedi Ginting (31) warga Desa Sarang Ginting Hulu, Kecamatan Bintang Bayu, Serdang Bedagai; Pardamean Lingga (22) warga Merek Aek Popo, Kabupaten Karo; Saul Tarigan (35) warga Namo Simpur, Kecamatan Pancur Batu, Deli Serdang; Dian Samuel Ginting (28) warga Aspera, Kelurahan Satria, Binjai Kota.

Kapolres Binjai, AKBP Muhammad Rendra Salipu mengatakan, keempat pelaku ditangkap setelah menerima laporan korban penganiayaan yang terjadi di panti rehabilitasi. "Pelaku mengakui menganiaya para pasien," ujarnya, Jumat (30/12/2016).

Para pelaku mengakui bahwa penganiayaan yang mereka lakukan kepada pasien tidak terlepas dari perintah ketua yayasan yakni Sempurna Tarigan.

"Berdasarkan keterangan tersebut, polisi menetapkan dan menangkap Pendeta Sempurna sebagai tersangka," ujar Salipu.

Polisi juga sudah menyita barang bukti berupa sapu ijuk dan satu gagang rotan yang diduga digunakan pelaku untuk menganiaya pasien panti.

Penangkapan tersebut dilakukan setelah polisi memeriksa beberapa korban salah satunya Edi Sahputra Perangin-angin yang merupakan pasien Panti Rehabilitasi Anugerah Bangsa. Ia mengaku kerap dianiaya petugas panti.

Menurut Edi, ada empat algojo yang kerap menyiksa para pasien panti rehabilitasi milik Pendeta Sempurna itu. Selain dia, Edi juga melihat langsung para algojo menyiksa pasien lainnya menggunakan gagang sapu.

Selain dari Edi, polisi juga menerima laporan dari Radinal Siringo-ringo dan Saku Perangin-angin. Keduanya pasien juga mengaku ikut mengalami penganiayaan di panti rehabilitasi.


Kesaksian Korban

Aku ingin pulang. Itulah kalimat pertama yang disampaikan para penghuni Panti rehabilitasi yang seharusnya melakukan pengajaran dan pendidikan kepada pasien yang direhap. Tapi sayangnya mereka malah dipukuli dan matanya diolesi balsem.

Pendeta Keji Ini Suruh 4 Algojonya Untuk Menyiksa Dan Memaksa Murtad Semua Pasien
Panti Rehabilitasi Narkoba dan Pembinaan Mental Spiritual Yayasan Kasih Anugerah Bangsa di Binjai, Sumatra Utara, digerebek petugas Rabu (28/12) karena diduga memperlakukan pasiennya tidak manusiawi. (Isha Harruma/Republika)


M Fansyah (26) warga Sei Mencirim, Kabupaten Deli Serdang yang direhab di Yayasan Rehabilitasi Kasih Anugrah sejak 6 bulan lalu mengungkapkan apa yang dirasakannya selama direhab.

"Kami dibalsem matanya, disuruh hafal Al kitab, udah gitu kalau orang itu memukuli pasien yang lain kalau saya melihat, saya dipukul dan kalau memperkenalkan diri kalau mengucapkan Asalamualaikum tidak boleh harus bilang Haleluya, puji tuhan, syalom," Ungkapnya, Kamis (29/12) kepada Wartawan Metro Binjai, Ismail Lbs.

Fansyah juga mengungkapkan kepada wartawan, sebenarnya hatinya tidak terima diperlukan seperti itu tetapi kalau orang tua saya datang saya ceritakan kepada orang tua saya, setelah orang tua saya pulang saya dipukuli. “Katanya.

Sambung Fansyah, hati saya menangis banyak disana yang tersiksa, yang gangguan jiwa disuruh kerja angkat pasir,  angkat tanah kalau gak mau dipukul kayak binatanglah pokoknya, katanya.

Mirisnya lagi, menurut Fansyah, yayasan yang jumlahnya dibawah seratus lima puluh ini, ada sekitar lima orang yang menghembuskan napas terahirnya karena aksi penyiksaan tersebut. "Kami seperti hidup dineraka dipanti tersebut, kami disiksa, diperlakukan bak binatang." lanjut Fansyah.

Akmal (15) yang baru 2 minggu direhabilitasi yayasan Rehabilitasi Kasih Anugrah juga mengungkapkan perbuatan pihak pengelola yayasan kepada wartawan.

“Seingat saya yang meninggal dunia ada lima orang, yang saya ingat namanya diantaranya Akiat Warga Lincun, Asiang warga pajak Ikan Binjai, Moses Sitepu warga simpang Simalingkar, Agus Ramadhan warga namutrasi , dan Junaidi Tarigan,” 

Akmal mengatakan kalau dirinya dan teman-teman yang direhab diperlakukan sangat kejam, tak ubahanya kayak binatang kami di perlakukan, ada yang di balsem matanya,  kakinya ditusuk pakai besi, dan kami harus mengikuti peribadatan orang itu, kalau gak mau ngikuti dipukuli pakai sapu rotan.

Pendeta Keji Ini Suruh 4 Algojonya Untuk Menyiksa Dan Memaksa Murtad Semua Pasien Di Yayasannya


Akmal juga mengatakan senang bisa bebas dari tempat rehabilitasi karena disana lebih dari penjara.Orang tua Akmal sangat menyayangkan kejadian ini " kami aja tak pernah memukuli anak kami,  maksud kami memasukkan anak kami ketempat rehabilitasi agar dapat pembinaan malah sebaliknya," ujarnya.

Baca Juga: Sadis, Dipaksa Masuk Kristen, Dipukuli, Tangan Kaki Dirantai, Mata Diolesi Balsem Jika Tak Mau Menghafalkan Injil

Terpisah Kapolres Binjai AKBP Muhammad Rendra Salipu SIk M.Si saat dikonfirmasi wartawan terkait penyiksaan yang dilakukan yayasan Rehabilitasi Kasih Anugrah mengatakan setelah kami ke panti rehab kemarin kami menangkap 4 orang dan minta keterangan dari mereka, pengembangan dari 4 orang tersebut kami langsung melakukan penangkapan kepada pemilik panti rehabilitasi dan mereka dikenakan pasal 351 dan 170 KUHP ancaman hukuman selama 7 tahun. “ Tegas Kapolres

Next article Next Post
Previous article Previous Post