Berjalan Kaki Sejauh 5 Jam Perjalanan, Kakek Renta Penjual Sayur Ini Rela Dibayar Seikhlasnya

Diposting pada

Meski usia telah senja, tidak menjadi halangan seseorang untuk berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarga. Itu juga yang dilakukan oleh seorang kakek renta yang setiap hari berjualan dan harus terlebih dahulu berjalan kaki belasan kilometer menuju lokasi jualannya.

Kakek bernama Aki Enju tersebut setiap harinya membutuhkan waktu berjam-jam menuju lokasi jualannya yakni di trotoar jalan daerah Gegerkalong Bandung.

Berjalan Kaki Sejauh 5 Jam Perjalanan, Kakek Renta Penjual Sayur Ini Rela Dibayar Seikhlasnya

Kisahnya diunggah oleh akun Instagram @ketimbang.ngemis.bandung. Tampak sang kakek mengenakan peci dan duduk di trotoar berharap ada pembeli yang mau membeli sayurannya.

Terlihat sejumlah sayuran yang dibawanya masih menumpuk seperti tomat, daun bawang, kangkung dan buah pisang yang disimpannya di kantong kresek putih. Aki Enju pun menuturkan bahwa ia membutuhkan waktu sekitar 5 jam dari rumahnya menuju Gegerkalong. Tak heran jika Aki Enju datang ke tempat mangkalnya pukul 11 siang setelah berangkat pukul 6 pagi.

Usia yang telah renta benar-benar tidak menghalanginya dalam mencari rezeki. Terlebih kondisi istrinya pun saat ini tengah sakit-sakitan dan hanya bisa berbaring di atas tempat tidur.

Aki Enju sebenarnya sudah memiliki lima orang anak dan mereka semuanya telah melarangnya untuk berjualan. Namun Aki Enju tetap memaksakan untuk berjualan.

“Kalau tidak jualan tidak bisa makan,” kata Aki Enju.

Diketahui bahwa Aki Enju lahir di tahun 1912 sehingga cukup tua umurnya. Sayuran yang dibawanya pun merupakan hasil kebun anaknya. Meski demikian, ia tidak pernah mematok harga dagangannya dan menyerahkan harganya kepada pembeli.

“Segimana acep aja maunya berapa,” kata lelaki yang berasal dari daerah Siliwangi tersebut.

Malam sahabat KNB, admin dapet info dari dm nih. Yuk yang sekitaran Siliwangi sampai Gegerkalong, kalau ketemu Aki Enju di beli ya sayurannya. Nama beliau aki Enju, secara ga sengaja ketemu beliau di depan rumah di jalan Gegerkalong, beliau jualannya ga tetap, gimana capenya aja kalo jalan dari rumahnya. Kata beliau, rumahnya di daerah Siliwangi (tidak menyebutkan persisnya). Beliau jalan kaki dari rumahnya jam 6 pagi dan baru sampai di Gegerkalong sekitar jam 11an. Beliau kelahiran tahun 1912, masyaAllah aki semangatnya patut di contoh. Beliau punya anak 5, tapi sama2 kurang mampu juga. Barang dagangannya berasal dari kebun anaknya, anak2nya juga udah ngelarang jualan, tp kata beliau kalau tidak jualan tidak bisa makan. Istri beliau pun sudah sakit2an dan tidak bisa bangun dari kasur. Saat ditanya berapa harga tomatnya, beliau jawab "segimana acep aja maunya berapa". Ya ampun aki, semoga dagangannya laris terus dan diberi kesehatan serta rejeki yang cukup ya 🙏 #ketimbangngemisBandung #saynotongemis Donasi ➡➡ Cek Bio CP Line: ketimbangngemisbdg A photo posted by BANDUNG (@ketimbang.ngemis.bandung) on Jan 23, 2017 at 4:09am PST

Netizen yang melihat unggahan itu pun banyak yang merasa iba sekaligus mendoakan agar dagangan Aki Enju segera laris.

Salah satunya akun @thities_noor yang menulis, “Ya Allah saya sampai nangis bacanya…semoga dagangannya habis tetis yah aki…kapan ketemu saya beli deh,sayurannya juga bagus2…”

Sementara akun @liaratumakeup menulis, “Ya allah sedihnya kalo liat orang tua yang sudah renta gini masih nyari nafkah mana jalan kakinya jauh, semoga dagangannya laris manis banyak rejeki n diberi kesehatan selalu sama allah swt, yang lihat mohon dibantu dibeli dagangannya ya,”

Adapun seorang netizen bernama @lailankew menjelaskan bahwa Aki Enju berjualan di dekat rumah neneknya dan sang nenek senantiasa berbelanja sayuran ke Aki Enju, tepatnya di daerah Sarijadi Blok 7 Dekat SDN Sarijadi 7.


Baca Juga:

Loading...