Perjuangan Kakek Yang Mengasuh 33 Anak Yatim Ini Sungguh Sangat Menggetarkan Hati




Islam telah mengajarkan untuk senantiasa berbuat baik kepada anak yatim. Bahkan Rasulullah sendiri menganjurkan agar berkasih sayang dan merawat anak yatim sebagaimana perlakuan terhadap anak kandung. Tak heran jika muncul berbagai panti asuhan anak yatim di berbagai daerah sebagai bentuk pengaplikasian anjuran Rasulullah tersebut.

Perjuangan Kakek Yang Mengasuh 33 Anak Yatim Ini Sungguh Sangat Menggetarkan Hati
Abah Shomad dan anak asuhnya (Bangsaonline.com)
Namun tidak semua panti asuhan mendapatkan tanggapan dari pemerintah. Salah satunya seperti Panti Asuhan Yatim Piatu Al Mu’min Surabaya yang sudah berdiri sejak tahun 1994. Meski sudah tercatat dalam Dinas Sosial, panti asuhan yang kini dikelola oleh seorang kakek tersebut kini terseok-seok karena sejak empat tahun lalu Dinas Sosial Surabaya sudah memutuskan bantuannya.

“Panti asuhan ini bukan tergolong baru, jadi sudah terdaftar di Dinsos Kota Surabaya dan Dinsos Jatim,” ucap kakek bernama HR Abdus Shomad Suryanto, sebagaimana dikutip dari Bangsa Online, Rabu (21/9/2016).

Dahulu bersama dengan sang istri, kakek yang akrab disapa Abah Shomad tersebut berusaha membesarkan anak yatim piatu guna bisa memperoleh pendidikan setingkat SMA secara mandiri. Namun karena terbentur dengan masalah keuangan dan jumlah anak asuhnya yang kian bertambah, membuat Abah Shomad kemudian mengajukan proposal kepada pihak terkait, termasuk kepada Dinas Sosial Surabaya.

“Sayangnya sudah empat tahun terakhir Dinsos tidak pernah membantu lagi, barangkali dialihkan pada panti lain yang lebih membutuhkan,” ungkapnya berkhusnudzan.

Meski sudah tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah, panti asuhan yang berada di jalan Wisma Lidah Kulon Blok B-125 Lakarsantri Surabaya ini tetap berusaha mencari biaya hidup untuk 33 anak asuhnya.

“Kami juga ada usaha sewa mobil, jadi itu bisa jadi tambahan penghasilan panti,” tuturnya.

Namun yang menjadi kekhawatiran dari Abah Shomad adalah dalam masalah perbaikan sarana maupun prasarana panti yang sudah sangat tidak layak guna.

“Banyak perabot rumah maupun kamar-kamar yang perlu direnovasi sehingga layak huni untuk anak-anak kita, sehingga mereka bisa merasa nyaman,” tambah Abah Shomad yang kini berusia 54 tahun.

Selain itu yang menjadi permasalahan lain adalah dalam hal kepengurusan Nomor Induk Kependudukan (NIK) bagi 33 anak asuhnya. Meski biaya sekolah sudah digratiskan, namun NIK menjadi hal yang perlu diperjuangkannya untuk keperluan anak-anak di kemudian hari.

Diketahui bahwa dari 33 anak asuhnya, tinggal 4 orang anak saja yang belum mendapatkan NIK.

“Dulu saya dan istri bergantian tekun mengurus KSK dan NIK tersebut, tapi istri saya sudah meninggal tahun 2012 lalu. Kalau saya tidak segera mengurus KSK, Akte Kelahiran dan NIK, jika saya meninggal, siapa yang ngurus? Saya khawatir akan terkatung-katung,” ungkapnya.

Kini Abah Shomad berharap agar masyarakat maupun sejumlah lembaga bisa ikut serta dalam kegiatan renovasi tersebut guna kepentingan anak yatim.

“Saya tidak punya dana tetap, berupa deposito maupun yang lainnya. Kami hanya bisa berharap partisipasi semua pihak,” pungkasnya sambil menahan air mata.

Baca Juga: