Jangan Khatam Al Qur’an Jika Niatnya Seperti Ini




Jangan Khatam Al Qur’an Jika Niatnya Seperti Ini │ Mengkhatamkan Al Qur’an merupakan salah satu amalan yang sangat luar biasa, terlebih lagi jika dilakukan dalam bulan yang istimewa seperti bulan Ramadhan yang sebentar lagi akan tiba. Bagaimana tidak, setiap satu huruf akan dibalas dengan pahala yang berkali-kali lipat.

Namun ketahuilah bahwa mengkhatamkan Al Qur’an akan menjadi keburukan bagi diri manusia itu sendiri. Sebuah keburukan yang tak hanya menghilangkan pahala, namun justru menambah dosa semata. Itu semua adalah didasari karena niat yang salah.

Jangan Khatam Al Qur’an Jika Niatnya Seperti Ini

Apa saja niat yang mampu menjadikan mengkhatam Al Qur’an berbuah keburukan?

1. Niat Untuk Riya’ Atau Pamer

Sifat yang merusak sebuah ibadah adalah riya’. Jika kita berusaha mengkhatamkan Al Qur’an hanya ingin dilihat oleh keluarga, teman atau yang lainnya, maka lebih baik jangan khatamkan Al Qur’an tersebut. Karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berbangga-bangga dengan amalannya.

Dengan kata lain segala ayat yang telah dibaca hanya sampai lidah semata dan tak mampu menembus hati serta pikiran.

2. Guna Menyombongkan Diri

Keluarnya iblis dari surga adalah karena satu hal saja yakni sombong. Iblis merasa dirinya lebih mulia dan meremehkan Adam, maka Allah pun melaknatinya. Demikian juga orang yang telah mampu mengkhatamkan Al Qur’an kemudian sombong atasnya serta meremehkan orang lain yang belum bisa khatam, maka takutkan bahwa bisa jadi Allah akan melaknatinya.

Hati-hatilah ucapan seperti, “Ya ampun kok kamu gak bisa mengkhatamkan Al Qur’an sih? Aku aja satu bulan bisa dua kali khatam.”

Padahal Allah bisa jadi lebih menerima amalan orang yang belum bisa khatam Al Qur’an namun rendah hati, dibandingkan dengan orang yang berkali-kali khatam namun merasa penuh dengan amalan.

3. Lupa Dan Melalaikan Kewajiban Lain

Saking ingin bisa khatam, terutama dalam bulan Ramadhan, ia sibuk terus-menerus bertilawah hingga lupa akan kewajiban dalam hidup. Contohnya seorang istri yang lupa mengurus anak atau memenuhi kebutuhan pasangan karena ingin bisa khatam.

Sungguh tak akan ada gunanya mengkhatamkan Al Qur’an jika nilai yang ada di dalamnya tidak diaplikasikan dalam kehidupan.

Baca Juga:


Demikian, semoga niat kita untuk mengkhatamkan benar-benar ikhlas karena Allah serta tidak melalaikan kewajiban terutama dalam mengaplikasikan nilai-nilai kebaikan dalam Al Qur’an. Tak lupa juga jangan melanggar kaidah tajwid atau tata cara membaca Al Qur’an hanya demi bisa cepat khatam.

Wallahu A’lam






loading...

close ini