Bantu Kaum Dhuafa, Warung Ikhlas Ini Jual 100 Bungkus Nasi Dalam 45 Menit. Ini Yang Dilakukannya




Bantu Kaum Dhuafa, Warung Ikhlas Ini Jual 100 Bungkus Nasi Dalam 45 Menit. Ini Yang Dilakukannya
Bontang Pos. ProKal.Co
Bantu Kaum Dhuafa, Warung Ikhlas Ini Jual 100 Bungkus Nasi Dalam 45 Menit. Ini Yang Dilakukannya

Selalu ada jalan untuk meraih pahala dan juga ridho Allah Ta’ala ta bagi umat islam yang benar-benar ingin bisa berbagi kepada sesama tanpa merasa menghinakan mereka. Salah satunya adalah seperti yang dilakukan oleh Cintya Ayu Rishanty yang menjual makanan super murah untuk para kaum dhuafa.

Setiap hari Jum’at jam 11 siang, rumah Cintya Ayu atau yang akrab disapa Ayu selalu ramai dikunjungi oleh pembeli nasi bungkus. Pasalnya Ayu menjual nasi bungkus yang harganya diperuntukkan bagi kalangan dhuafa sehingga harganya jauh lebih murah dibandingkan nasi bungkus pada umumnya. Untuk satu nasi bungkus komplit, jika di warung lain seharga 13 ribu, maka Ayu menjual dengan harga 3 ribu saja.

Meskipun sangat murah, warung yang diberi nama Warung Ikhlas ini benar-benar menjual nasi bungkus yang isinya seharga 13 ribu. Berlokasi di Jalan Parikesit Nomor 4 Bontang Baru, nasi bungkus buatan Ayu bisa terjual hingga 100 bungkus dalam hitungan 45 menit. Itu karena Ayu hanya menyediakan 100 bungkus perharinya dan dibuka pada pukul 11.00 hingga 11.45 menjelang shalat Jum’at.

Dilansir dari ProKal.Co, Memang apa yang dilakukan oleh Ayu tentu bukanlah mencari keuntungan. Ia melakukannya benar-benar murni membantu sesama dengan cara yang unik. Dalm kesehariannya, Ayu merupakan seorang Notaris Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang dibantu dengan 3 orang karyawan.

Niatnya untuk membantu sesama terlebih dahulu disampaikan kepada sang suami. Dengan berbekal izin suami serta dukungan para karyawannya, Ayu pun di bulan Oktober 2015 membuka warung Ikhlas untuk pertama kalinya.

“Karena ingin membantu sesama dan bermanfaat bagi seseorang, maka saya mendirikan usaha ini. Saya beri nama Warung Ikhlas, atas usaha saya karena ikhlas menjalankan ini, untuk masyarakat yang kurang mampu,” ungkapnya.

Menunya pun terbilang mewah untuk harga yang sangat murah tersebut dan tidak jauh berbeda dengan nasi bungkus berharga standar. Beberapa menu yang disajikan antara lain seperti lauk, ayam saus mentega, opor dan lele goreng. Selain itu ia juga memvariasikan beberapa sayuran dan beberapa inovasi menu agar tidak bosan.

Memang Ayu mencoba bersedekah dengan cara yang berbeda. Ia ingin agar kaum dhuafa tetap ada usaha tanpa merasa disedekahi olehnya sehingga jadilah Warung Ikhlas yang murah namun tidak gratis.

Jik pun tidak habis, Ayu dan karyawannya akan memberikannya secara gratis kepada para penunggu pasien di kelas III Rumah Sakit Amalia. Hal ini dikarenakan usaha yang dibangun oleh Ayu mendapatkan donator yang mengamanatkan agar dana tersebut diperuntukkan bagi yang kurang mampu.

Sementara dalam hal siapa yang membeli, Ayu tidak mempermasalahkan apakah itu yang memang dhuafa, yang naik motor atau bahkan yang naik mobil. Ini karena pasti mereka sangat membutuhkan makan dan akan Ayu beserta karyawannya layani. Yang jelas tinggal kesadaran si pembeli apakah ingin dikatakan dhuafa atau tidak. Karena di depan warung Ikhlas tersebut terpasang dengan jelas, “Diutamakan Kaum Dhuafa”.

Harapan Ayu pun ingin agar para dhuafa di sekitar tempat tinggalnya atau di daerah yang dekat ke sana bisa mampir ke warungnya sehingga usahanya tersebut benar-benar tepat sasaran.

Baca Juga:


Semoga apa yang dilakukan Ayu dengan Warung Ikhlas-nya tersebut bisa menginspirasi kita semua bahwa bersedekah tidak selalu menurunkan harga diri orang lain.

Wallahu A’lam




loading...

close ini