Muslimah.. Begini Cara Berjilbab Yang Syar’i

lslam tidaklah melarang wanita untuk menghias wajah, mempercantik diri, berdandan rapi dan berpenampilan anggun, Namun semuanya itu juga harus disertai dengan niat untuk beribadah dan jangan sampai menimbulkan fitnah. Wanita muslimah semestinya merasa sedang melakukan ibadah manakala ia mengenakan busana muslimah.

Cara Berjilbab Yang Syar'i

Dalam beribadah, kita sebenarnya berhadapan dengan Allah SWT, bukan dengan yang lainnya, maka keikhlasan, ketabahan dan kesabaran dengan niat yang teguh untuk melaksanakan perintah Tuhan itulah yang menjadi pokok utama. Bisa saja di suatu ketika, pemakai busana muslimah mendapat tantangan, fitnah atau bahkan sindiran dari lingkungan sendiri, tapi haruskah kita lemah dengan meninggalkan busana khas kita?

Kita harus bisa menghibur diri bahwa tantangan itu ada di mana-mana. Setiap manusia yang hidup harus berani menghadapi tantangan. Untuk sukses seseorang harus akrab dengan tantangan, karena memang tantangan itu lahir tidak untuk hanya ditakuti atau dihindari, tetapi juga untuk diatasi. Kebiasaan orang yang lari dari tantangan adalah perbuatan keliru, karena kita bisa menghindar dari suatu tantangan namun itu hanya untuk menemui tantangan baru yang belum tentu lebih ringan Jadi yang penting adalah, bagaimana mengatasi tantangan dan memperkecil resiko, bukan menghindarinya.

Prinsip berbusana negara kita menganggap pakaian wanita lslam dengan sebutan “Busana Muslimah’. Mode pakaian yang muncul dewasa ini berbeda-beda tergantung selera masing-masing Mode pakaian pakaian bisa berubah dari waktu ke waktu, kemudian menjadi trend yang terus berkembang.

Beragam mode, corak dan warna busana muslimah begitu indah dipandang mata. Berbagai pasar dan pusat perbelanjaan yang merupakan mata rantai dari busana ini juga jenis menyediakan keleluasaan memilih bagi para muslimah, dengan begitu banyak mode yang mereka lawarkan.

Dari sekian mode itu, tidak semua yang masuk ‘kriteria’. Karena ada sebagian busana muslimah lebih memfokuskan pada mode dan gaya tanpa memperhatikan cara berbusana sebagaimana yang telah diajarkan dalam lslam.

Permasalahan yang timbul, apakah kita mau ditaklukkan dengan mode yang berkembang saat ini tanpa memikirkan apa esensi pakaian yang bernafaskan takwa bagi muslimah? Aneka pilihan busana muslimah saat ini membuka para ialan bagi muslimah untuk tampil lebih gaya dan modis. Tentunya kita memilih bukan gaya yang berlebihan dan berkonolasi negatif.

Namun, langkah seorang muslim dan muslimah harus seiring dan sejalan dengan tuntunan al-Qur’an Hadis yang mulia. Jadi tidak sekedar tampil gaya, kitapun harus memperhatikan busana dan cara berbusana seperti yang diajarkan dalam lslam- Allah berfirman dalam surat al-A’raf ayat26:

“Wahai anak cucu Adam!, sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat“.

lbnu Katsir dalam tafsirnya memaparkan bahwa dari ayat tersebut ada kata اللباس dan الريش, dua kata ini mempunyai arti yang sama yaitu pakaian. Namun keduanya berbeda dari segi fungsi. Berdasarkan ayat di atas اللباس berfungsi untuk menutup aurat. Ini adalah fungsi utama pakaian, sedangkan الريش berfungsi sebagai perhiasan, pelengkap atau tambahan. Jadi pakaian memiliki dua fungsi: pertama, untuk menutupi aurat, dan fungsi kedua sebagai penghias atau pelengkap dan tambahan. Dalam hal ini fungsi pertama dalam pakaian merupakan sesuatu yang bersifat esensial, sedangkan fungsi kedua, bisa dikatakan sah, telah jika memenuhi kriteria fungsi utama. Untuk itu, yang perlu diperhatikan dalam berbusana muslimah adalah:

1. Menutupi seluruh tubuh selain yang dikecualikan. Pendapat ulama yang paling kuat tentang bagian tubuh yang dikecualikan dan boleh terlihat adalah muka dan telapak tangan.

2. Memakai kerudung sampai dada.

Ketentuan ini merujuk pada al-Qur’an surat an-Nur ayat 31 :

Loading...

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya.

Cara Berjilbab Syar'i

Juga pada surat al-Ahzab ayat 59:

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dengan demikian kriteria kerudung yang sesuai dengan ayat-ayat di atas adalah menutup rambut, leher sampai ke dada. Bukan hanya menutup rambut sampai leher saja!

Cara Berhijab Syar'i

3. Tidak tipis sehingga terlihat kulit dan lekukan tubuhnya. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan imam Ahmad, Rasulullah pernah memberi Usamah bin Zaid qubthiya (pakaian dari katun tipis) yang kasar, tetapi Usamah tidak memakai dan ia memberikan pada istrinya, Nabi Saw bersabda: “Suruhlah ia memakai rangkapan (puring) di dalamnya, agar tidak lerlihat lekuk-lekuk tulangnya“.

4. Tidak ketat sehingga tidak tergambar jelas bentuk tubuhnya. Busana ketat walau lidak tipis akan memperlihatkan tubuh wanila meskipun berpakaian dan menutup rambut. Busana model ini akan lebih membangkitkan syahwat sehingga menimbulkan semangat erotis bagi yang memandangnya dan juga mengundang fitnah. Dalam hadis yang diriwayatkan imam Muslim disebutkan bahwa wanita yang mengenakan busana seperti ini kelak tidak akan masuk surga bahkan mencium bau surga pun tak bisa.

5. Tidak dimaksudkan untuk pamer atas menarik perhatian laki-laki. Wangi parfum yang berlebihan dan gaya berjalan yang dibuat-buat dapat menarik perhatian laki-laki dan bisa menimbulkan fantasi yang seronok. Karenanya harus dihindari agar tujuan memakai busana muslimah yaitu untuk melindungi muslimah itu sendiri tercapai. Prinsip kesederhanaan tercakup di sini, maksudnya harus dihindari gaya busana dan hiasan yang berlebihan supaya tidak menarik perhatian yang tidak semestinya.

6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki dan pakaian wanita-wanita kafir.

Dan perlu diketahui lagi bahwa pakaian takwa bagi muslimah harus mengandung unsur sebagai berikut:

  • Menjauhkan wanita dari gangguan laki-laki jahil atau nakal
  • Membedakan antara wanita yang berakhlak terpuji dengan wanita yang berkepribadian tercela
  • Menghindari timbulnya fitnah seksual bagi kaum pria
  • Memelihara kesucian agama wanita yang mengenakanannya
  • Dan juga wanita berbusana muslimah yang sepantasnya secara psikologis mampu menanamkan pada dirinya sikap taat adil, jujur, terus terang dan kokoh memegang prinsip sehingga akan menimbulkan rasa segan bagi siapa saja yang berinteraksi dan bergaul dengannya. Sehingga dengan pakaian mengenakan muslimah bisa membangun citra dirinya sebagai wanita muslimah.

Wahai saudariku.. Tahukah kita bahwa pada waktu Rasulullah Saw melaksanakan lsra Mi’raj, sewaktu Beliau melewati neraka, kebanyakan di dalamnya adalah wanita yang berpakaian api telanjang, Na’uzubillah min dzalik.

Oleh karena itu marilah kita memperbaiki penampilan diri kita dan menjadi wanita muslimah yang selalu diridhai Allah karena ‘pakaian takwa’ adalah pakaian sempurna. Semoga Allah selalu melindungi kita dan wanita yang memakai pakaian takwa tidak akan dijilat tubuhnya oleh api neraka yang sangat panasnya. Amin Ya Rabb…

Oleh: Reni Rahmawati
Sumber: almakkiyat.wordpress.com

Loading...