Pilu! Anak Kapten Afwan Tak Percaya Ayahnya Meninggal Dunia, Kerabat: Mereka Menganggap Abinya Masih Terbang

Pilu! Anak Kapten Afwan Tak Percaya Ayahnya Meninggal Dunia, Kerabat: Mereka Menganggap Abinya Masih Terbang

Pilu! Anak Kapten Afwan Tak Percaya Ayahnya Meninggal Dunia, Kerabat: Mereka Menganggap Abinya Masih Terbang



Jenazah Kapten Afwan berhasil diidentifikasi bersama tiga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak pada Jumat (26/1/2021). 


Jenazah tiba di rumah keluarga yang berada di Perumahan Bumi Cibinong Endah, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (30/1/2021) pukul 10.21 WIB.


Jenazah Kapten Afwan dibawa ambulans yang dikawal ketat polisi.  


Tiba di rumah duka, terlihat dua orang keluar dari ambulans membawa foto Kapten Afwan.


Jenazah sang pilot pun disambut dan diberi hormat sejumlah kerabat dan perwakilan maskapai Sriwijaya Air.


Tangis keluarga pecah saat peti jenazah diturunkan dari ambulans. Saat itu, hujan turun membuat suasana duka kian terasa.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mengurus jenazah Kapten Afwan, mulai sejak pencarian di laut hingga teridentifikasi," kata perwakilan keluarga, Sjafzan Badar, saat mewakili keluarga di hadapan pelayat.


Sjafzan menyampaikan, semasa hidup, sang kapten sering menjadi imam di masjid.


"Beliau sering memberikan dakwah dan nasihat ke anak serta adiknya keponakannya. Kami kehilangan beliau orang yang kami banggakan. Lingkungan warga BCE beliau sering menjadi imam dan pernah jadi ketua DKM Ad-daulah," ujar dia.


Sjafzan menyebutkan, haji Afwan Zamzami atau karib disapa Afwan merupakan anak keempat dari lima bersaudara.


Ia lahir pada 26 Februari 1966 dan saat ini berusia 55 tahun.


Kapten Afwan meninggalkan istri bernama Pipit Rachimawati (35) dan tiga anak perempuan yaitu Syahirah Rosfita (14), Aisyah Humaira (8), dan Syafiah Rahima (6).


Sjafzan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut serta dalam membantu pengurusan jenazah.


"Mohon maaf kalau ada salah dan apabila punya utang piutang bisa datang ke kami," ucap dia.


Sementara itu, anak Kapten Afwan yang masih kecil rupanya belum paham jika ayahnya telah pergi selamanya.


Hal itu diungkap oleh perwakilan keluarga saat menjelaskan alasan jenazah Kapten Afwan disemayamkan selama satu jam di rumahnya.


"Jenazah ini disemayamkan kurang lebih satu jam karena untuk memberikan kesempatan pada dua putrinya. Mereka masih berharap Abinya pulang dan masih merasa jika Abinya itu masih terbang," ujar perwakilan keluarga pada Sabtu (30/1/2021)


"Jadi untuk memberikan kesempatan berpisah pada orangtuanya, maka akan disemayamkan terlebih dahulu di dalam,"sambungnya.

Next article Next Post
Previous article Previous Post