Pemerintah Minta Warga Tak Ragukan Vaksin: Jangan Khawatir Efek Samping

Pemerintah Minta Warga Tak Ragukan Vaksin: Jangan Khawatir Efek Samping

Pemerintah Minta Warga Tak Ragukan Vaksin: Jangan Khawatir Efek Samping



Pemerontah melalui Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat tak ragu mengikuti vaksinasi Covid-19. 


Vaksinasi penting sebagai upaya mengakhiri pandemi virus corona. Pemerintah pun menjamin keamanan penggunaan vaksin. 


"Masyarakat tidak perlu ragu lagi akan vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia," kata Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (16/2/2020). 


Wiku mengatakan, vaksin Covid-19 asal Sinovac telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 


Selain itu, Sinovac sudah mengantongi sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). 


"Hal ini menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 yang digunakan saat ini aman dan halal untuk digunakan," ujar Wiku. 


Ia juga menyebut bahwa vaksin Covid-19 telah disuntikkan ke Presiden Joko Widodo dan para tenaga kesehatan. 


Hingga saat ini, belum ditemukan adanya kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) yang serius. 


Efek samping yang ditimbulkan vaksin umumnya bersifat ringan dan tidak serius dan dapat segera hilang. 


"Oleh karena itu masyarakat tidak perlu khawatir akan efek samping dari vaksin Covid-19," kata dia. 


Wiku pun meminta masyarakat menyadari pentingnya program vaksinasi dalam membentuk kekebalan komunitas atau herd immunity. 


Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2021 juga telah mengatur secara tegas tentang kewajiban vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat Indonesia.


"Oleh karena itu saya meminta agar masyarakat dapat ikut serta berpartisipasi dalam program vaksinasi sehingga herd immunity ini dapat segera tercapai," kata dia. 


Adapun vaksinasi virus corona di Indonesia sudah dimulai sejak 13 Januari 2021. Kala itu, Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang disuntik vaksin. 


Saat ini, vaksinasi terus dilanjutkan di seluruh daerah di Tanah Air dengan memprioritaskan para tenaga kesehatan.


Ditargetkan, vaksinasi selesai dalam waktu setahun dan dapat menjangkau 70 persen penduduk Indonesia atau sekitar 182 juta jiwa.

Next article Next Post
Previous article Previous Post