Soal Abu Janda, GP Ansor: Dia Tak Layak Mengaku Dirinya Banser

Soal Abu Janda, GP Ansor: Dia Tak Layak Mengaku Dirinya Banser

author photo
Soal Abu Janda, GP Ansor: Dia Tak Layak Mengaku Dirinya Banser



Setelah dilaporkan ke Bareskrim Polri, kali ini gaya berpakaian Pegiat Media Sosial Permadi Arya alias Abu Janda tengah disorot. 


Pasalnya, Abu Janda kerap kali terlihat berpakaian seragam Barisan Ansor Serbaguna (Banser).


Sekretaris Jenderal GP Ansor Adung Abdul Rochman mengatakan, Abu Janda memang salah satu anggota Banser. Dia pernah mengikuti program pelatihan Banser.


“Saudara Permadi Arya tercatat pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan Banser sebagaimana yang ditetapkan oleh peraturan organisasi,” kata Adung seperti dilansir Kabarmakkah.com dari JawaPos, Sabtu (30/1).


Meski begitu, Menurut Adung, menjadi kader atau anggota Banser itu bukan sekadar bangga mengenakan seragam saja. Tapi harus memegang teguh 3 karakter yaitu amaliah (ritual ibadah), fikrah (cara berpikir) dan harakah (cara bertindak).


Selain itu, anggota Banser juga harus berpedoman pada 4 prinsip dasar yakni tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), i’tidal (adil), dan tasamuh (toleran). Serta hal yang paling penting dimiliki anggota Banser yaitu akhlaqul karimah, patuh dan taat komando kepada pemimpin tertinggi Banser.


“Jadi apabila ada orang mengaku Banser tapi sikapnya tidak sesuai prinsip tersebut maka tidak layak menyebut dirinya sebagai anggota Banser,” jelas Adung.


Lebih lanjut, Adung menyampaikan, pernyataan Abu Janda melalui akun media sosialnya tidak mewakili Banser secara kelembagaan. Oleh karena itu, GP Ansor mendukung penuh proses hukum yang berjalan di Polri.


“Pernyataan tersebut murni atas inisiatif pribadi dan bersifat personal. Satkornas Banser akan menghormati proses-proses yang berjalan dan berharap tercapainya hukum yang seadil-adilnya,” pungkasnya.


Sebelumnya, KNPI melaporkan Abu Janda ke Bareskrim Polri. Laporan itu dibuat oleh KNPI dan diterima oleh kepolisian dengan nomor LP/B/0052/I/2021/Bareskrim tertanggal 28 Januari 2021.


Dalam pelaporan ini, Abu Janda diduga melanggar Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) dan atau Pasal 45 A ayat (2) Jo Pasal 25 ayat (2) dan atau UU Nomor 19 Tagun 2006 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).


Kemudian ditambah Pasal 310 dan atau Pasal 311 KUHP tentang kebencian permusuhan individu dan atau antar golongan (SARA).


Abu Janda sempat men-twit bernada rasialis terhadap eks Komisioner Komas HAM Natalius Pigai. “Kau @NataliusPigai2 apa kapasitas kau? Sudah selesai evolusi belom kau?” cuit Abu Janda di akun Twitter @permadiaktivis1 pada 2 Januari 2021.


Tidak lama setelah itu, Abu Janda kembali membuat heboh dunia maya. Dalam akun media sosial twitternya Abu Janda mencuitkan bahwa agama Islam adalah agama yang arogan di Indonesia.


“Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam, sebagai agama pendatang dari Arab, kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan ritual sedekah laut, sampe kebaya diharamkan dengan alasan aurat,” isi cuitan Abu Janda.

Next article Next Post
Previous article Previous Post