Kisah Kastubi Yang Dijemput Risma: Dulu Suka Foya-foya, Doyan Dugem Diskotik, Main Wanita & Judi Kasino di Jakarta

Kisah Kastubi Yang Dijemput Risma: Dulu Suka Foya-foya, Doyan Dugem Diskotik, Main Wanita & Judi Kasino di Jakarta

Kisah Kastubi Yang Dijemput Risma: Dulu Suka Foya-foya, Doyan Dugem Diskotik, Main Wanita & Judi Kasino di Jakarta



Kastubi salah satu pemulung  yang sempat viral usai dikunjungi  Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini  beberapa waktu lalu dahulunya merupakan loper koran yang sukses di Lampung. 


Bahkan, Kustubi kerap datang ke Jakarta hanya untuk sekadar menghamburkan uang. 


Ditemui di Balai Rehabilitasi Pangudi Luhur, Kota Bekasi, Kastubi bercerita hanya mengenyam bangku pendidikan sampai kelas 5 SD, karena latar belakang keluarga yang cukup memprihatinkan. 


Sehingga, dia lebih memilih untuk hidup di pasar, guna mengais rezeki sebagai loper koran dan tukang semir sepatu di wilayah Lampung.


"Dulu usaha berjalan baik sehingga punya agen koran. Tinggal itu ya di lingkungan sekitar pasar dari bergaul dengan orang-orang yang hobi bermain judi minum-minuman keras dan bermain perempuan," katanya menceritakan kisahnya pada Jumat (8/1/2021).


Pada saat usaha maju sebagai agen koran, Kastubi mengaku sering pergi bolak balik ke Jakarta khusus untuk bermain judi di kasino sekitar daerah Jakarta Fair. 


"Kalau menang judi uangnya habis untuk main ke diskotik bermain perempuan dan mabuk–mabukan setelah uang habis pulang lagi ke Lampung," ujarnya. 


Bukannya beruntung dari kegiatannya itu, lanjut Kastubi, justru membawa dirinya ke lubang hitam, yang pada akhirnya dia mengalami kebangkrutan. 



Karena sudah tak ada yang bisa dipertahankan, akhirnya Kastubi memutuskan untuk mencoba mencari pekerjaan di Jakarta dan tinggal di emperan sekitar daerah Monas dan berpindah-pindah tempat, dengan sisa uang yang ada digunakan untuk modal usaha.


"Julan minuman teh botol asonga, tapi usahanya enggak berjalan dengan baik, terus nyoba lagi berjualan ketoprak dan mi ayam, tapi itu juga enggak berjalan baik dikarenakan sering kena razia Satpol PP dan semua aset jualannya habis," kata pria yang sudah menikah sebanyak 3 kali itu. 


Karena tidak ada lagi modal untuk usaha dalam mencukupi kebutuan hidup sehari-sehari, Kastubi memutuskan untuk memulung dan tinggal di sekitar Pasar Baru, Jakarta Pusat."Semua sudah enggak ada yang megang, karena keluarga sudah enggak ada, adik, kakak, udah gak ada temasuk orang tua," kata pria yang memiliki 3 saudara itu.


"Saya tiga kali menikah dan semuanya sudah cerai. Enggak ada (anak)," kata dia.Sementara, ketika dipertegas rumah di Bandar Lampung, Kastubi mengaku sudah lupa. "Enggak tahu saya lupa," kata Kastubi.


Sementara itu, pengurus Kastubi di Balai Rehabilitasi Kementerian Sosial Pangudi Luhur, Mimin Kartini menegaskan, selama tinggal di Pangudi Luhur, kondisi Kastubi sudah cukup membaik.


"Pak Kastubi mampu berinteraksi dan bersosialisasi dengan sesama PPKS lainya. Kondisi mental dan spiritualnya juga tidak pernah menejalankan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya," beber dia.


Meski begitu, diakui Mimin, pihaknya tengah berupaya maksimal melakukan terapi vokasional, dikarenakan hasil test rapid antibodinya reaktif dan sekarang ini sedang menjalani isolasi mandiri. 


"Jadi meski tinggal di sini, keinginan Pak Kastubi saat ini melihat dari usianya tetap bisa menjadi pemulung dengan alasan gampang mencari uang untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-sehari," ucapnya. 

Next article Next Post
Previous article Previous Post