Banjir Besar Hantam Kalsel, Ribuan Rumah Terendam, 21.990 Jiwa Terancam

Banjir Besar Hantam Kalsel, Ribuan Rumah Terendam, 21.990 Jiwa Terancam

Banjir Besar Hantam Kalsel, Ribuan Rumah Terendam,  21.990 Jiwa Terancam



Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kondisi terkini bencana banjir di Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.


Kabid Humas BNPB, Rita Rosita Simatupang mengatakan, sebanyak 21.990 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Tanah Laut. Mereka saat ini sedang mengungsi di lima titik pengungsian.


"6.661 KK yang terdiri dari 21.990 jiwa terdampak banjir. Saat ini mereka sedang mengungsi di 5 titik pengungsian dan masih dalam pendataan kami. Selain itu, 6.346 rumah terendam," katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/1).


Saat ini akses jalan dari Pelaihari ke Banjarmasin terputus. Dia mengungkapkan, banjir kali ini disebabkan karena intensitas hujan yang tinggi sejak awal tahun 2021. Sehingga air sungai di Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut meluap.


"Air sungai Pelaihari meluap akibat intensitas hujan tinggi. Namun langit Kalsel saat ini berawan dan TMA saat ini 150 cm - 200 cm," ujarnya.


Banjir Besar Hantam Kalsel, Ribuan Rumah Terendam,  21.990 Jiwa Terancam



Senada dengan Rita, Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Herliansyah mengatakan, banjir kali ini disebabkan intensitas hujan yang tak kunjung reda ditambah air laut pasang.


Dia melaporkan, banjir semakin tinggi. Banyak warga yang rumahnya terkepung banjir langsung mengungsi di sejumlah posko.


"Sebab hujan tidak juga reda, ditambah air laut pasang, banjir di pemukiman warga makin tinggi. Banyak sudah warga yang mengungsi, karena rumahnya terendam banjir, makin tinggi hari ini daripada kemarin," kata Herliansyah, Jumat (15/1)


Sementara itu, Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor menaikkan status wilayahnya menjadi tanggap darurat banjir. Menyusul diterbitkannya surat nomor 360/038/BPBD/2021 tertanggal 14 Januari 2021, tentang peningkatan status siaga darurat menjadi status tanggap darurat.


Seiring dengan keputusan itu, Pemerintah Kota Banjarmasin turut menaikkan status menjadi tanggap darurat banjir.


Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina mengungkap kondisi saat ini semakin mengkhawatirkan. Menurut Ibnu Sina di sela mengunjungi lokasi banjir di kawasan Banjarmasin Utara, Jumat, ada dua hal yang menjadikan status penanganan kedaruratan bencana alam ini dinaikkan, pertama karena debit air yang merendam pemukiman warga tidak kunjung surut.


Kemudian kedua, ungkap dia, karena arahan dari surat pernyataan dari Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor nomor 360/038/BPBD/2021 tertanggal 14 Januari 2021, tentang peningkatan status siaga darurat menjadi status tanggap darurat.


Menurut dia, dengan adanya peningkatan status penanggulangan bencana alam ini, maka logistik untuk membantu warga pun telah disiapkan Pemkot Banjarmasin, diantaranya dengan mendirikan posko di lima Kecamatan dan 52 kelurahan yang ada di kota ini.


Banjir Besar Hantam Kalsel, Ribuan Rumah Terendam,  21.990 Jiwa Terancam



Selanjutnya, menjadikan ruang publik sebagai lokasi penampungan sementara bagi warga yang mengungsi dan mendirikan dapur umum di setiap kecamatan dengan kapasitas 1.500 bungkus per harinya.


Dikatakan Ibnu Sina, semua itu untuk membantu warga yang perlu dievakuasi ke lokasi pengungsian di sekolah-sekolah, musala atau masjid dan lainnya.


Di lapangan, kata dia, Pemkot juga telah menyiapkan tim yang terdiri dari BPBD, Dinsos, Dinkes, Satpol PP Damkar dan Linmas dengan dibantu para relawan bencana dari Tagana dan lainnya.


Untuk kepentingan komunikasi darurat, ucapnya, pemerintah juga telah membuat Hot Line dengan nomor call center BPBD Kota Banjarmasin 081347890767.


Pada kunjungan ke wilayah Banjarmasin Utara itu, Ibnu Sina menyerahkan bantuan Rp10 juta untuk para pengungsi di Langgar Al Hidayah, Kelurahan Sungai Andai. Seperti diberitakan Antara. 

Next article Next Post
Previous article Previous Post