Uang Jualan Tahu Campur Dicuri Pembeli, Kisah Nenek Renta di Semarang Ini Bikin Sedih

Uang Jualan Tahu Campur Dicuri Pembeli, Kisah Nenek Renta di Semarang Ini Bikin Sedih

author photo

 

Uang Jualan Tahu Campur Dicuri Pembeli, Kisah Nenek Renta di Semarang Ini Bikin Sedih


Di usia senja, ternyata hal sedih masih terjadi pada Nenek Aslamiyah.


Untuk hidup, tentu seseorang harus tetap mencari nafkah. Tapi biasanya kalau sudah lansia, ya waktunya beristirahat. 


Namun, ternyata masih banyak juga yang memutuskan untuk bekerja untuk membiayai hidup.


Contohnya adalah Mbah Aslamiyah. Umurnya sudah mencapai 74 tahun. Dirinya adalah warga Dusun Cebur, Desa Kalibeji, Kabupaten Semarang, Jawa Tentang. Meski sudah berusia senja, Mbah Aslamiyah masih bekerja mencari nafkah.


Namun melansir dari Kompas.com, Mbah Aslamiyah baru-baru ini mengalami musibah.


Gimana nggak sedih. Uang hasil jualan tahu campurnya itu dicuri pembeli. Hal ini bermula ketika ada sepasang kekasih memasuki warungnya, dan mau membeli susu. 


Namun karena tidak menjual susu alias jualnya tahu campur, mereka pesan tahu campur, tapi dibungkus.


"Ya kan ini warung tahu campur, jadi tidak jual susu. Mereka akhirnya minta dibuatkan dua tahu campur tapi dibungkus," jelas Mbah Aslamiyah dalam bahasa Jawa.


Mbah Aslamiyah pun membuatkan pesanan pasangan tersebut. Tak lama, si wanita berkata ingin memakai kamar mandi Mbah Aslamiyah. Tanpa ada rasa curiga, Mbah Aslamiyah pun mempersilahkannya.


Namun tiba-tiba, si pria mengeluh kenapa sekali buat tahu campurnya. Si perempuan pun langsung kembali, dan dengan seketika sepasang kekasih tersebut pergi dengan motornya, meninggalkan Mbah Aslamiyah yang masih membuat tahu campur.


"Saya buat bumbu dan dia masuk. Lalu yang laki-laki bilang, 'kok lama' dan yang perempuan langsung keluar mereka boncengan."


Beberapa saat kemudian, Mbah Aslamiyah baru menyadari bahwa dompetnya yang ia letakkan di lemari dekat dapur telah hilang. Ada kartu PKH, fotokopi KTP, dan bukti-bukti pembayaran ke bank plecit, serta uang Rp 50.000, hasil jualan tahu campurnya.


Padahal, uang Rp 50.000 tersebut niatnya untuk membayar cicilan ke bank plecit, sementara kartu PKH itu agar Mbah Aslamiyah mendapatkan bantuan.


Suami dengan Keterbatasan Fisik


Tak hanya itu, Mbah Aslamiyah pun menceritakan kenapa dirinya tetap mencari nafkah di usianya yang sudah senja ini. Ternyata, sang suami mempunya keterbatasan fisik. Kaki kirinya telah diamputasi, dan menggunakan kaki palsu.


"Dulu jatuh dari pohon kepala, tapi tahun berapa lupa. Sempat pincang terus infeksi dipotong di jempol lalu di tengah kaki. Terakhir dipotong di dekat lutut," jelas Rusmidi, suami Mbah Aslamiyah.

Next article Next Post
Previous article Previous Post