Terbongkar! Ternyata Sang Ibu Kecewa dengan Kelakuan Juliari Batubara Sejak Masih SMA

Terbongkar! Ternyata Sang Ibu Kecewa dengan Kelakuan Juliari Batubara Sejak Masih SMA

 

Terbongkar! Ternyata Sang Ibu Kecewa dengan KelakuanJuliari Batubara Sejak Masih SMA


Eks Mensos Juliari Peter Batubara sempat mengaku bahwa dirinya sering bolos saat masih duduk di bangku SMA.


Bahkan, tersangka korupsi dana bansos Covid-19 ini juga mengaku bahwa orangtuanya sering dipanggil guru Bimbingan Konseling (BK) sekolah karena dirinya membolos.


Hal itu diungkapkan oleh Juliari P Batubara dalam sebuah video yang diunggah oleh akun YoutTube @Merry Riana, Jauh sebelum Juliari Batubara di Tangkap KPK yang dikutip PotensiBisnis.com pada 11 Desember 2020.


Merry Riana selaku pembawa acara, mendadak bertanya kepada Juliari, apakah nasihat terbaik yang bisa diberikan sewaktu masih remaja?


"Kalau Pak Ari bisa kembali ke masa lalu, dan ketemu sama Pak Ari waktu remaja, jadi nasehat terbaik apa yang bisa Pak Ari berikan kepada Pak Ari yang masih remaja," tanya Merry Riana


Diluar dugaan Mensos Juliari menjawab bahwa jangan sampai menjadi anak yang nakal dan sering bolos.


Juliari juga terang-terangan bahwa ibunya sering kecewa dengan kelakuan bolos dirinya dan dipanggil guru Bimbingan Konseling (BK).


"Jangan suka bolos kali ya. Saya sering bolos sih dulu. Ibu saya tuh sampai kapok kalo saya dipanggil sama guru BP. Kalo dipanggil guru BP pasti karena saya sering bolos," ungkapnya.


Sebagaimana diketahui sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai Eks Mensos Juliari P Batubara ditetapkan tersangka, mengungkapkan bahwa pak Mensos pungut Rp10 ribu per-paket sembako.


Satu kali pencairan paket sembako Bansos Covid-19, dinilai Rp300 ribu per-paket yang disalurkan kepada warga miskin, kemudian Eks Mensos Juliari pungut Rp10 ribu per-paket sembako.


Hal itu disampaikan oleh Ketua KPK, Firli Bahuri dalam konferensi pers di Gerung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persara, Jakarta Selatan pada Minggu 6 Desember 2020 dini hari tadi, usai Mensos Juliari ditangkap.


Selain itu, Firli megungkapkan saat Eks Mensos Juliari meungut paket sembako senilai Rp10 ribu per-paket, ternyata sudah disepakati oleh MJS dan AW.


"Untuk fee tiap paket Bansos disepakati oleh MJS (Matheus Joko Santoso) dan AW (Adi Wahyono) sebesar Rp 10 ribu per paket sembako dari nilai Rp 300 ribu per paket bantuan sosial," pungkas Firli Bahuri.

Next article Next Post
Previous article Previous Post