Dulu Pemulung, Sekarang Jadi Miliarder yang Berangkatkan Umroh Tetangga

Dulu Pemulung, Sekarang Jadi Miliarder yang Berangkatkan Umroh Tetangga

author photo

 

Dulu Pemulung, Sekarang Jadi Miliarder yang Berangkatkan Umroh Tetangga


Sosok tegap berambut gondrong itu bernama Paidi. Masa lalu hidup bagi pria asal Madiun, Jawa Timur, itu adalah kepahitan. 


Betapa tidak, Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, tersebut pernah jadi pemulung untuk sekadar memenuhi kebutuhan hidupnya.


Tapi dengan kerja keras, kini kenyataan hidup yang dijalaninya berbalik 180 derajat. Hal itu bermula dari usahanya bertani porang, yakni sejenis umbi-umbian yang punya banyak kegunaan. 


Porang yang oleh masyarakat setempat disebut iles-iles itu, banyak digunakan untuk bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air, selain juga untuk pembuatan lem dan jelly.


Yang membuat harganya mahal, porang menjadi komoditas unggulan ekspor ke Jepang. Inilah yang membuat Paidi kini jadi miliarder. 


Menurutnya, dari lahan 1 hektare bisa menghasilkan pendapatan hingga Rp 800 juta dalam dua kali panen selama dua tahun.


"Ya kalau dipotong biaya pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga panen, bisa dapat bersih Rp 700 juta," paparnya. 


Padahal lahan dikelolanya saat ini sudah lebih dari 1 hektare. Tak heran jika dia mengaku omzet usahanya sudah mencapai miliaran. 


Tapi Paidi bukan tipe orang seperti kacang yang lupa akan kulitnya. Mantan pemulung itu tak segan berbagai ilmu pengetahuan tentang bertanam porang. 


Dulu Pemulung, Sekarang Jadi Miliarder yang Berangkatkan Umroh Tetangga



Apalagi, rumahnya kini banyak didatangi hingga ratusan petani yang datang bergantian dari berbagai penjuru Indonesia. Mereka ingin belajar cara bertanam porang dan mengikuti jejak sukses Paidi jadi miliarder.


Popularitas Paidi sebagai profil orang sukses makin meluas, setelah dia tampil diwawancara program Kick Andy di Metro TV dan Hitam Putih di Trans7. 


Demi melayani para tamu yang tak henti datang ke rumahnya, Paidi menugaskan pegawainya untuk melayani segala macam pertanyaan mereka. 


Di rumahnya, dia pun menyediakan buku tamu. Semua kesan yang dicatatkan mengungkap rasa terima kasih atas keterbukaan dan keramahan Paidi.


Supaya pengetahuannya tersebar luas, Paidi bahkan membuatkan konten bercocok tanam porang di media sosial. Sedangkan buat para tetangganya, dia kerap berbagai ilmu secara langsung hingga bagi-bagi bibit porang gratis. 


Tanaman porang dari bibit yang dibagikannya gratis itu, bisa menghasilkan uang hingga puluhan juta rupiah.


Dari uang itu, para tetangganya banyak yang bisa berangkat umrah. 


Dia menyebut, sejauh ini sudah 15 petani yang berangkat umroh setelah mendapatkan bantuan 30 kg bibit porang. 


Harapannya ke depan, makin banyak petani yang bertanam porang sehingga bisa berangkat umrah.

Next article Next Post
Previous article Previous Post