Sosok Akbar di Mata Syekh Ali Jaber, Yakin Bisa Jadi Penghafal Alquran dan Teringat Wasiat Guru

Sosok Akbar di Mata Syekh Ali Jaber, Yakin Bisa Jadi Penghafal Alquran dan Teringat Wasiat Guru

Sosok Akbar di Mata Syekh Ali Jaber, Yakin Bisa Jadi Penghafal Alquran dan Teringat Wasiat Guru



Ulama kondang Syekh Ali Jaber, kini menjadi orang tua asuh Muhammad Gifari Akbar (16), pemulung viral asal Garut.


Syekh Ali Jabar melihat Akbar yang viral karena mengaji di Jalan Braga, Kota Bandung, sangat pantas dibantu.


Ia yakin Akbar bisa menjadi salah satu penghafal Alquran di Indonesia.


Kemampuan Akbar dinilai sudah cukup bagus.


"Saya percaya dan yakin kalau Allah saja mencintainya, apalagi saya seorang faqir, saya bantu semampu saya. Apalagi kita ingin mewujudkan satu penghafal Alquran di Indonesia," ujar Syekh Ali Jaber saat berkunjung ke rumah kakek Akbar, Rabu (11/11/2020).


Meski begitu, Akbar masih butuh bimbingan peningkatan untuk kesempurnaan bacaannya.


Tak sulit melatih Akbar karena sudah mempunya dasar.


"Tinggal kita bisa dan kelola dengan baik, termasuk panjang pendeknya (bacaan Alquran). Dengan dasar sudah ada, suara bagus, semangat dan mental ada, tinggal didorong dan bina," katanya.


Mental yang dimiliki Akbar harus dibina dengan baik.


"Karena semangat sudah ada, saya harap kita maksimalkan untuk menjadikan dia sosok baik dan mengharumkan nama Indonesia," ucapnya.


Ingat Wasiat Guru


Syekh Ali Jaber tak hanya akan membimbing Muhammad Gifari Akbar (16), pemulung viral yang mengaji di Jalan Braga, Bandung untuk hafal 30 juz Alquran.


Selepas umrah, Akbar akan kembali lanjut untuk belajar formal.


"Selepas umrah dia lanjut lagi belajar. Saya juga akan lobi semaksimal mungkin ke Kemendikbud agar Akbar mendapatkan ruang melanjutkan sekolah. Karena dia sempat putus sekolah," ucap Syekh Ali Jaber saat mengunjungi rumah kakek Akbar di Garut, Rabu (11/11/2020).


Syekh Ali Jaber akan mencari solusi yang terbaik untuk pendidikan Akbar.


Ia berharap, semua anak Indonesia bukan hanya menjadi anak berbakti untuk orang tua.


Namun juga bisa mengabdi untuk Indonesia.


"Tidak bisa mereka mengabdi kalau pendidikan masih nol. Makanya, kami harap anak-anak kita tidak ada yang bodoh. Tidah punya pendidikan, semua harus dididik dengan baik. Insya Allah mereka akan membangun masa depan Indonesia menjadi lebih baik," katanya.


Saat melihat sosok Akbar di foto viral itu, Syekh Ali Jaber menyebutnya sebagai orang yang istiqamah.


Dia tetap mengaji meski dalam kondisi kesusahan.


Meski berjalan kaki puluhan kilometer, Akbar tetap bisa menjaga salatnya.


"Kita saja yang merasa lebih nyaman belum tentu merasa istikamah. Apalagi kalau lagi stres, galau. Sedikit galau sudah tinggalin salat, tidak baca Quran," ucapnya.


Bahkan ketika lapar, Akbar fokus mengaji untuk menutupi kelaparannya itu.


Setelah mengaji, Akbar malah merasa kenyang. 


"Ini luar biasa dan harus dibangkitkan kepada pemuda-pemudi di Indonesia. Di situlah hati saya terketuk, karena saya belajar dari guru saya. Kalau ada orang pecinta Alquran, tolong dimuliakan, diperhatikan, dan ditutupi kebutuhannya. Itu wasiat dari guru saya," katanya.


Ajak Umrah Keluarga Akbar


Muhammad Gifari Akbar (16), meneteskan air mata saat bertemu dengan kakek dan neneknya. Akbar datang diantar langsung oleh Syekh Ali Jaber ke rumahnya di Kampung Sodong, Kelurahan Muarasanding, Kecamatan Garut Kota.


Sejak sore hari, warga sudah berkumpul untuk menyambut kehadiran Syekh Ali Jaber dan Akbar. Sekitar pukul 20.00, rombongan Syekh Ali Jaber tiba di Kampung Sodong. Menggunakan mobil Alphard putih, warga Sodong histeris saat melihat Syekh Ali Jaber turun dari mobil.


Kedatangan Syekh Ali Jaber tersebut untuk bersilaturahmi dengan keluarga Akbar. Syekh juga memohon izin untuk membawa akbar ke pesantrennya di Cipanas, Cianjur.


"Saya bangga sekali bisa bertemu langsung dengan keluarga Akbar di Garut. Saya memohon pamit, izin untuk bisa bawa Akbar, dibina," ucap Syekh Ali Jaber di rumah kakek Akbar.


Di rumah semi permanen itu, Syekh Ali Jaber berbincangan dengan kakek Akbar yang duduk di sampingnya. Dalam perbincangan dengan keluarga Akbar, Syekh Ali Jaber akan menjadikan Akbar, pemulung viral yang mengaji di Jalan Braga, untuk dijadikan imam besar di Indonesia.


"Insya Allah akan kami bina di pesantren kami di Cipanas (Cianjur) selama satu bulan. Setelah itu akan dibawa berangkat umrah," katanya.


Syekh Ali Jaber juga mengajak keluarga Akbar untuk beribadah umrah. Namun dengan peraturan umrah saat ini di tengah pandemi Covid-19, kakek dan nenek Akbar belum bisa pergi umrah bersama di tahun ini.


"Nanti kita pergi umrah bersama. Menunggu kondisi sudah umum kembali," kata Syekh Ali Jaber ke kakek dan nenek Akbar.


Next article Next Post
Previous article Previous Post