Nadiem Perjuangkan Kuota Internet untuk Siswa, Tapi Tak Janji

Nadiem Perjuangkan Kuota Internet untuk Siswa, Tapi Tak Janji

Nadiem Perjuangkan Kuota Internet untuk Siswa, Tapi Tak Janji


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengaku tengah berupaya agar pelajar bisa mendapat kemudahan soal kuota internet dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Akan tetapi, belum bisa menjanjikan.

"Kami sedang memperjuangkan dan terus mendorong dukungan untuk biaya kuota. Kami sedang berdiskusi dengan perusahaan telekomunikasi dan operator untuk mencapai itu," ungkapnya melalui konferensi video dalam diskusi berbahasa Inggris, Rabu (12/8).

"Jadi semoga saja. Saya tidak bisa menjanjikan, tapi ini adalah satu hal yang kami bakal perjuangkan," tambahnya.

Diketahui, PJJ dilakukan karena kegiatan belajar mengajar di sekolah ditiadakan selama pandemi virus corona. Namun, banyak pelajar di berbagai daerah yang terkendala membeli kuota internet untuk belajar di rumah.

Selama PJJ berjalan, Nadiem mengaku banyak mendapat laporan kendala orang tua dan pelajar dalam membiayai kuota. Perkara ini menurutnya lebih banyak didapati dibanding pelajar yang tidak memiliki gawai.

Diketahui, Nadiem juga berencana membuka kembali sekolah di zona kuning dan hijau. Dengan begitu, kegiatan belajar mengajar kembali dilakukan di sekolah.

Namun, Nadiem berjanji akan mengevaluasi dan memperbaiki PJJ yang akan tetap dilaksanakan di sebagian daerah. Pemerintah terus berupaya mencari jalan keluar atas segala hambatan yang ada.

Dia khawatir ketimpangan pendidikan antara siswa mampu dan tidak mampu semakin parah. Hal ini karena PJJ banyak bergantung pada kemampuan teknologi dan ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah akan terus berupaya mengatasi kendala yang ada.

"Kita harus melihat ini juga sebagai krisis ekonomi. Dan juga sebagai krisis pendidikan. Tidak banyak orang berbicara tentang krisis pendidikan sepenting krisis kesehatan," katanya.

Masalah pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) terasa di berbagai daerah. Terutama oleh kalangan yang kurang mampu.

Ada yang tidak bisa membeli kuota internet. Ada pula yang tidak mampu membelikan anaknya gawai untuk belajar lewat internet selama di rumah.

Sejumlah lembaga dan organisasi mengambil sikap. Mereka ingin membantu para pelajar dengan menyediakan wifi gratis.

Nadiem sudah memberikan izin pembiayaan kuota menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah. Namun di lapangan, tidak semua sekolah mengimplementasikan kebijakan tersebut karena berbagai kendala.
Next article Next Post
Previous article Previous Post