Almarhum Serda Rusdi Baru 8 Bulan Jadi Babinsa di Desa Tempat Ia Meninggal Tergantung

Almarhum Serda Rusdi Baru 8 Bulan Jadi Babinsa di Desa Tempat Ia Meninggal Tergantung

Almarhum Serda Rusdi Baru 8 Bulan Jadi Babinsa di Desa Tempat Ia Meninggal Tergantung
Sophia, Mertua Serda Rusdi


Almarhum Serda Rusdi, anggota TNI AD yang ditemukan tewas dalam keadaan tergantung di pohon jambu mete pada hari Rabu (19/8/2020) sekitar pukul 06.00 WITA, ternyata baru bertugas selama delapan bulan sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Desa Rahantari dan Desa Eemokolo, Bombana.

Informasi tersebut disampaikan oleh Komandan Korem (Danrem) 143/Haluoleo Brigjen TNI Jannie Aldrin Siahaan.

Dikatakan Jenderal Jannie, Serda Rusdi berasal dari Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Provinsi Sulawesi Selatan.

"Jenazahnya akan diberangkatkan di kampung halamannya di Pangkep. Dimakamkan (di kampung halaman) sesuai dengan keinginan keluarganya," kata Jenderal Jannie.

Penyebab pasti kematian anggota Serda Rusdi hingga kini masih misteri.

Belum ada keterangan resmi, baik dari kepolisian maupun dari institusi TNI AD.

Jenderal Jannie tampak sangat hati-hati ketika disinggung mengenai hal tersebut.

Dia hanya bilang bahwa almarhum meninggal karena "pernapasannya terhambat."

Tidak diketahui apa maksud frasa "pernapasannya terhambat" yang disampaikan Jannie. Ketika dicecar lebih jauh, Jenderal Jannie masih tetap hati-hati menjawab.

"Untuk sementara ini, hasil autopsi cuma mengatakan ada seorang lelaki yang profesinya dengan anggota TNI AD ditemukan meninggal. Kemudian akibat meninggalnya karena terhambat jalan pernapasan," kata Jenderal Jannie di Kendari, seperti dikutip Antara, Kamis (20/8/2020).

Ketika ditanya apakah Serda Rusdi tewas dibunuh, Jenderal Jannie lagi-lagi berhati-hati menjawab.

"Tunggu proses penyelidikan," katanya usai memintau proses autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari.

Jannie menyampaikan bahwa kasus tersebut akan ditangani oleh Detasemen Polisi Militer (Den POM) Korem 143 Haluoleo.

"Karena dia (Serda Rusdi) ini anggota tentara, POM yang menangani. Nanti apabila dia akan ternyata bersentuhan dengan yang lainnya, Polda yang akan (membantu penyelidikan)," terangnya.

"Kenapa kita taruh di sini (RS Bhayangkara), karena yang mempunyai fasilitas untuk otopsi teman dari Polda, nanti apabila ternyata bersentuhan dengan yang lainnya (tindak pidana), Polda yang akan (ambilalih)," ungkapnya pula.

Kapolda Sulawesi Tenggara Irjen Pol Merdisyam mengatakan, pihaknya siap membantu pengusutan kasus tewasnya Rusdi anggota Koramil Kabaena tersebut.

"Kematian Serda Rusdi ditangani Detasemen Polisi Militer Korem 143/Haluoleo. Kepolisian mendukung proses pengusutan," kata Merdisyam.

Mertua Serda Rusdi Sebut Saat Menelepon Menantunya Tak Punya Masalah dan Keluhan


Duka mendalam masih menyelimuti kediaman rumah di di Desa Taraweang , Kecamatan Labbakang, kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan

Apalagi kepergian serda Rusdi (36 tahun) anak kedua dari 6 bersaudara pasangan Rappe dan Rohani ini. meninggalkan seorang istri yang bernama Lastri (32 tahun) dan seorang anak yang masih balita bernama Rifki Alfarizi (3 tahun).

Menurut Sophia, Mertua Serda Rusdi, mengaku kematian menantunya tersebut sangat tak disangka, terlebih lagi sehari sebelum ditemukan tewas dirinya masih sempat berbincang dengan menantunya itu lewat handphone, dan tidak ditemukan tanda-tanda korban sedang depresi atau mempunyai masalah apalagi akan melakukan bunuh diri.

"Terakhir bicara lewat telpon itu malamnya, tapi tidak ada tanda-tanda kesana, bahkan mengeluh pun tidak. Cara bicaranya seperti biasa," ujarnya, Kamis (20/8/2020).

Shopiah menambahkan, Serda Rusdi selama bertugas selama 8 bulan sebagai Babinsa Koramil 1413 - 05 Kodim 1413 Buton, belum pernah membawa anak istrinya ketempat tugas dengan alasan pandemi covid-19 masih mewabah, dan berjanji akan membawa anak istrinya pada saat hari ulang tahun anaknya tersebut

"Baru 8 bulan tugas, istri sama anaknya belum dibawa kesana, karena corona. Anaknya juga baru 3 tahun, rencana besok setelah ulang tahun anaknya, dia mau bawa istri sama anaknya kesana," terangnya.

Ia pun berharap agar Serda Rusdi diberikan tempat terbaik disisi Allah, dan anak serta istri dan anaknya yang ditinggalkan diberi kesabaran.

Kaki Cecah ke Tanah

Almarhum Serda Rusdi Baru 8 Bulan Jadi Babinsa di Desa Tempat Ia Meninggal Tergantung


Kematian anggota TNI AD Serda Rusdi memang masih misteri dan sedang diselidiki. Namun, dari fakta-fakta yang terlihat di lokasi, diduga kuat bahwa ia dibunuh.

Fakta-fakta yang dimaksud antara lain dapat dilihat dari kakinya yang mencecah ke tanah dan tangannya yang terikat tali ke belakang.

Pada umumnya, seseorang yang berniat bunuh diri dengan cara menggantung diri, posisinya kakinya akan tergantung. Kemudian, tangan orang yang bunuh diri hampir tidak mungkin terikat ke belakang, kecuali diikat oleh orang lain.

Serda Rusdi ditemukan tewas dalam keadaan tergantung di pohon jambu mete di Desa Rahantari, Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (19/8/2020) sekitar pukul 06.00 WITA.

Pada foto-fotonya yang beredar luas di media sosial, terlihat leher Serda Rusdi terikat tali ke atas pohon jambu mete tersebut.

Kedua tangannya juga tampak terikat tali ke belakang. Dia masih berpakaian dinas lengkap dari ujung kaki sampai leher.

Dari informasi yang terhimpun, Serda Rusdi diketahui merupakan anggota TNI Angkatan Darat, dan bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Desa Rahantari dan Desa Eemokolo, Bombana, dari Koramil/1413 Buton.

Jasadnya pertama kali terlihat oleh Audi, warga Desa Eemokolo saat hendak pergi ke kebunnya.

"Saya terkejut waktu pagi-pagi mau ke kebun, ada bapak-bapak pakai baju tentara tergantung di pohon. Saya cek udah meninggal," katanya.

Tak jauh dari pohon jambu mete tempat Serda Rusdi tergantung, ada sebuah sepeda motor jenis Yamaha Scorpio berwarna hitam dengan nomor polisi DD 4458 IT yang diduga milik almarhum.

Selain itu juga ditemukan tas loreng dan topi loreng yang juga diduga milik Serda Rusdi.
Next article Next Post
Previous article Previous Post