Meski Tak Keluar Rumah, Faktanya Virus Corona Bisa Masuk ke Rumah Melalui Benda-benda Ini, Salah Satunya Cincin

Meski Tak Keluar Rumah, Faktanya Virus Corona Bisa Masuk ke Rumah Melalui Benda-benda Ini, Salah Satunya Cincin

Walau Tak Keluar Rumah, Faktanya Virus Corona Bisa Masuk ke Rumah Melalui Benda-benda Ini, Salah Satunya Cincin


Sejak kemunculan wabah corona, Sudah berapa hari Anda tidak keluar rumah?

Jawabnya mungkin ada yang sebulan, seminggu, atau baru beberapa hari.

Memang saat ini warga di Jakarta dan beberapa kota lainnya di seluruh Indonesia dan dunia diwajibkan tetap berada di rumah.

Ini demi mengurangi penyebaran virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19.

Jika pun kita mesti keluar rumah, mungkin karena hal-hal yang penting.

Misalnya membeli kebutuhan pokok atau ke rumah sakit.

Nah, memang tetap tinggal di rumah merupakan cara paling tepat untuk menghindari terinfeksi virus corona.

Akan tetapi faktanya rumah juga tidak selalu aman. Apalagi jika Anda baru datang dari luar.

Sebab, virus corona masih bisa menempel pada pakaian Anda atau bahkan cincin Anda.

Seperti sebuah status dari akun Facebook yang mengatakan agar kita tidak memakai perhiasaan selama pandemi virus corona.

Sebab, katanya perhiasaan seperti cincin, gelang dan jam tangan berpotensi menyebarkan virus karena virus dapat menempel hingga delapan jam pada permukaan logam.

Tapi benarkah hal tersebut?


Dikutip dari studi The New England Journal of Medicine yang dipublikasikan pada Maret 2020 memang benar virus dapat menempel di tembaga atau logam.

Nah, khusus untuk logam antikarat seperti emas, perunggu, dan stainless steel, virus corona bisa bertahan selama dua hingga tiga hari.

Hal ini telah disetujui oleh Centers for Disease Control and Prevention milik Pemerintah Amerika Serikat.

Menurut mereka virus corona yang mirip seperti layaknya Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) atau Middle East Respiratory Syndrome (MERS), dapat menempel pada permukaan logam hingga sembilan hari.

Selain di permukaan logam, virus corona juga bisa bertahan di bahan-bahan yang dipakai membuat ponsel kita.

Oleh karenanya, para peneliti menyarankan agar kita membersihkan ponsel.

Kita bisa menggunakan alkohol atau pembersih yang mengandung 0,1% sodium hypochlorite (pemutih), atau 62% hingga 71% ethanol.

Jika tidak punya, kita bisa menggunakan tisu pembersih Clorox atau alkohol isopropyl 70% pada layar ponsel buatannya.

Namun disarankan untuk tidak menggunakan aerosol spray, pemutih, atau bahan yang sifatnya merusak.

Disebutkan juga bahwa pembersih sebaiknya disemprotkan langsung ke permukaan ponsel.
Next article Next Post
Previous article Previous Post