Kabar Baik untuk Indonesia, Pemerintah Mengaku Sudah Kantongi Obat Corona yang Diproduksi Dalam Negeri

Kabar Baik untuk Indonesia, Pemerintah Mengaku Sudah Kantongi Obat Corona yang Diproduksi Dalam Negeri

Kabar Baik untuk Indonesia, Pemerintah Mengaku Sudah Kantongi Obat Corona yang Diproduksi Dalam Negeri


Peningkatan kasus pasien yang terjangkit corona di Indonesia pun semakin bertambah.

Data terakhir yang dirilis pemerintah pada Jumat 10 April 2020 tercatat pasien Covid-19 kembali bertambah.

Pada saat berita ini ditulis, ada 3.512 orang positif terinfeksi virus corona jenis baru Covid-19.

Kemudian, tercatat 282 pasien sembuh dan 306 pasien corona yang dinyatakan meninggal dunia.

Melihat pasien Covid-19 selalu bertambah setiap harinya.

Pemerintah Indonesia saat ini masih getol menekan rantai penyebaran virus corona.

Tak hanya melalukan Pembatasan Sosial Bersakal Besar atau PSBB.

Kali ini, upaya medis terus digenjot.

Kabar gembira juga disampaikan oleh Menristek RI mengenai sejumlah penelitian terhadap obat ataupun vaksin corona.

"Ini memang jangka menengah panjang, untuk vaksin misalkan ini dibutuhkan kira-kira waktu satu tahun," ujar Prof. Dr. Bambang PS Brodjonegoro dari Menristek RI dikutip dari kanal YouTube 'BNPB Indonesia'(6/4/2020).

"Kecuali barang kali ada vaksin yang sudah dikembangkan di luar kemudian bisa diproduksi di Indonesia," sambungnya.

Bambang juga menjelaskan mengenai pil kina yang dikabarkan ampuh untuk pasien terjangkit Covid-19.

Lebih lanjut, disampaikan kalau saat ini pemerintah juga menyediakan suplemen yang bahannya berasal dari Indonesia.

"Tapi kami juga fokus, selain vaksin ada suplemen.

"Paling tidak untuk menjaga imunitas dari tubuh dengan berbagai bahan yang ada di Indonesia dan tentunya obat," jelas Bambang PS Brodjonegoro.

Saat ini, obat asli Indonesia tersebut sedang dalam masa uji coba.

"Salah satu yang sedang diuji untuk obat Covid-19 adalah pil kina," tukas Bambang.

Menyoal keputusan pemerintah berencana menjadikan pil kina sebagai obat corona.

Perwakilan dari Menristek RI tersebut pun menjelaskan alasannya.

"Karena pil kina ini memiliki kesamaan dengan yang sudah diberitakan media yaitu Klorokuin," jelas Bambang.

Bambang PS Brodjonegoro juga berharap agar uji coba terhadap pil kina berbuah manis.

"Mudah-mudahan dari pengujian ini ada sesuatu yang barangkali ada yang bisa berkontribusi pada pengobatan Covid-19 itu sendiri," sambungnya.

Pil kina dan klorokuin memang memiliki kesamaan struktur zat.

Ekstrak kulit batang pohon kinia mengandung Quinine Sulfate atau Kuinin Sulfat.

Kedua struktur tersebut diyakini memiliki manfaat yang sama dalam proses penyembuhan dan pencegahan penyakit malaria.

Sama halnya dengan Klorkuin yang pada dasarnya adalah obat malaria.
Next article Next Post
Previous article Previous Post