Habib Rizieq Diincar Sniper, Amien Rais Ungkap Rezim Jokowi Lebih Parah dari Orba



Mantan Ketua MPR Amien Rais mengungkapkan bahwa kondisi hukum di Indonesia saat ini lebih parah dibandingkan Orde Baru.

Menurutnya, di era Orde Baru, tidak ada tuduhan makar kepada orang-orang yang menyuarakan suaranya.

Habib Rizieq Diincar Sniper, Amien Rais Ungkap Rezim Jokowi Lebih Parah dari Orba


Bahkan ia menilai hukum pada waktu itu tidak dikriminalisasi oleh pemerintah maupun aparat keamanan.

“Sekarang ini, pemerintahan kita itu berani-beraninya menyeret aparat keamanan dan pertahanan untuk target-target politik,” kata Amin Rais, Jum’at (28/4/2017).

Amien Rais juga membuka suara terkait teror kejahatan yang menimpa penyidik KPK, Novel Baswedan.

Seharusnya, kata dia, pemerintah harus mampu melindungi semua warganya dari segala bentuk kejahatan, bukan malah mengkriminalisasi.

Bahkan meneror dan menuduh rakyatnya ingin berbuat makar.

“Memang negeri ini sudah tidak aman. Jadi banyak mafia politik, mafia ekonomi, mafia luar negeri,” bebernya.

Baru-baru Kamar pribadi di pondok pesantren milik imam besar Front Pembela Islam (FPI) KH Rizieq Syihab dikabarkan ditembak sniper. Kabar tersebut beredar di media sosial yang diposting oleh sebuah akun Instagram.

Ketika Habib Rizieq tengah berdzikir di pendopo rumahnya Selasa pagi, peluru dari senapan yang tak dikenal hampir saja mengenai dirinya.

Habib Rizieq Diincar Sniper, Amien Rais Ungkap Rezim Jokowi Lebih Parah dari Orba


Akun Instagram @rat0n0efendi mengunggah foto 'tembakan sniper' ke kaca. Foto tersebut juga berisi tulisan sebagai 'teror sniper'.

"TEROR SNIPER UNTUK HABIB RIZIEQ Tempat Shalat di Kamar Pribadi Habib Rizieq di Mega Mendung dibidik sniper...Musuh kirim pesan bahwa dia tahu tempat Habib Rizieq paling pribadi dan dia bisa menjangkaunya dengan bidikan maut," tulis akun @rat0n0efendi pada sebuah unggahan foto seperti dilihat detikcom, Jumat 28 April.

Dalam unggahan tersebut, terdapat foto sebuah kaca--yang disebut kamar pribadi Rizieq--yang retak.


Baca Juga:





Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading mengatakan pihaknya belum menerima laporan terkait 'teror' tersebut. "Tidak ada (laporan)," ucap Dicky, Jumat (28/4/2017).




Loading...