Lakukan Perayaan Sesat Di Hari Asyura, Penganut Syiah Di Daerah Ini Dibubarkan Warga




Perayaan sesat pada hari Asyura yang dilakukan oleh penganut Syiah ditanggapi keras oleh sejumlah warga muslim di tanah air. Salah satunya seperti yang dilakukan warga Kota Kendari bersama dengan sejumlah ormas Islam pada hari Selasa (11/10/2016). Mereka mendatangi Hotel Kubra yang berada di Jalan Edi Sabara Kendari karena dijadikan tempat untuk perayaan sesat tersebut.

Lakukan Perayaan Sesat Di Hari Asyura, Penganut Syiah Di Daerah Ini Dibubarkan Warga
Warga tolak perayaan sesat Syiah di hari Asyura di Kendari (Kompas.com)
Secara terang-terangan warga menolak adanya kegiatan tersebut dan meminta pihak penyelenggara untuk segera menghentikannya lantaran dianggap meresahkan masyarakat.

“Mereka ini sudah jelas sesat, tidak boleh kita biarkan. Saya menyesalkan kenapa polisi membiarkan acara ini berlangsung,” ucap Abu Dihyah, sebagaimana dikutip dari Tempo, Selasa (11/20/2016).

Sementara itu menurut Nunung Siagi yang menjadi pemimpin kegiatan perayaan Asyuro sekaligus Pimpinan Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI) Sultra, dirinya mengatakan bahwa mereka tidak mengusik kepercayaan siapapun dan tidak mengusik NKRI.

“Intinya, kita disini menghargai kepercayaan orang lain. Kami juga tidak pernah mengusik kepercayaan siapa pun. Selama kami tidak mengusik keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, kami tidak pernah takut,” tutur Nunung.

Adapun Ajun Komisaris Besar Sigit Hariadi selaku Kapolres Kendari yang datang ke tempat kejadian mencoba untuk melakukan mediasi diantara kedua belah pihak. Kepolisian juga menjelaskan bahwa pihaknya tidak bisa terlalu dalam persoalan keyakinan.

“Kami disini cuma bertugas untuk mengamankan agar tidak terjadi benturan diantara dua kelompok,” ucap Sigit.

Setelah melakukan mediasi disepakati bahwa perayaan sesat di hari Asyura yang dilakukan oleh pengikut Syiah dihentikan. Polisi juga menyerahkan masalah ini kepada Majelis Ulama Indonesia Kota Kendari.

Terkait adanya kegiatan yang dilakukan oleh pengikut Syiah, Manajer Hotel Kubra bernama Abdul Majid tidak tahu menahu. Diungkapkannya bahwa panitia kegiatan tersebut hanya mengatakan bahwa itu merupakan silaturahmi saja.

“Tidak mungkin kami tolak, kan di pikiran kami ini cuma halalbihalal,” ungkap Majid.

Baca Juga:







loading...

close ini