Dipermudah Allah, Jamaah Haji Tunanetra Ini Bisa Cium Hajar Aswad Dengan Kawalan Polisi Saudi




Keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang seseorang untuk bisa melaksanakan ibadah haji. Begitu juga yang dialami oleh Imam Suhendri. Meski tunanetra, ia mampu melaksanakan rukun Islam kelima tersebut tahun ini bersama dengan 168 ribu jamaah haji lainnya.

Dilansir dari Merdeka (2/10/2016) Suhendri mengisahkan perjalanannya selama di tanah suci. Meski matanya tidak mampu melihat Ka’bah, namun hati dan pikirannya seakan bisa menangkap gambaran bangunan suci tersebut. Ia pun begitu terharu ketika selangkah demi selangkah mendekati Baitullah.

Dipermudah Allah, Jamaah Haji Tunanetra Ini Bisa Cium Hajar Aswad Dengan Kawalan Polisi Saudi
Imam Suhendri, jamaah haji tunanetra asal Gresik yang mendapatkan sejumlah kemudahan (Anwar Khumaini/Merdeka.com)
“Saya secara fisik memang tidak bisa melihat Ka’bah. Tapi dalam hati saya ada kontak batin dengan Ka’bah,” ucapnya saat berada di bandara Madinah menunggu kepulangan.

Berbagai kemudahan pun dirasakan oleh jamaah haji yang tergabung dalam kloter SUB 35 asal Gresik tersebut. Sebelum hendak berpulang ke tanah air, Suhendri yang ditemani oleh pasangan suami istri dalam kloter yang sama ternyata diketahui keberadaannya oleh Imam Masjidil Haram.

“Habis shalat saya diantar oleh Imam Masjidil Haram dan dikawal oleh askar (polisi) untuk mencium hajar aswad,” tuturnya.

Suhendri pun tak menyangka bisa mendapatkan kesempatan langka tersebut. Pasalnya pria yang Hafidz Qur’an ini sudah 9 kali umroh dan tidak pernah mendapatkan kemudahan seperti ini.

“Ini sebuah keajaiban. Saya dikawal dan ditemani Imam Masjidil Haram mencium Hajar Aswad,” tambahnya.

Selain itu itu juga kerap mendapatkan kemudahan seperti ketika ada yang memapahnya saat melakukan thawaf. Padahal saat itu sudah ada yang membantunya melaksanakan thawaf. Mungkin jamaah haji yang lain tersebut merasa bersimpati kepada Suhendri.

Sementara itu dituturkan oleh Lia yang senantiasa menemani Suhendri bersama dengan sang suami, ia kerap mendapatkan kemudahan dan bahkan bisa ikut mencium Hajar Aswad juga.

“Alhamdulillah kami bisa mencium Hajar Aswad. Jalannya dikasih kelapangan,” ucap Lia.

Pasangan Lia dan Yo Abdiyono memang mendedikasikan diri untuk mendampingi Suhendri kemana pun ia pergi, entah untuk melaksanakan shalat di masjid ataupun pergi ke hotel.

“Kemana pun kami dampingi. Gak tega kalau ditinggal, kecuali ke kamar mandi,” lanjut jamaah haji berumur 30 tahun tersebut.

Alasan Lia dan suami menemani Suhendri selama di tanah suci ternyata bukanlah karena memiliki hubungan darah. Meski demikian ia begitu mengenal baik Suhendri.

“Awalnya orang tua saya akan menunaikan ibadah haji bersama dengan Suhendri tahun 2013 lalu. Namun seminggu sebelum berangkat, ibu saya meninggal dan Gus Suhendri mengalami kecelakaan yang menyebabkan dirinya tak bisa pergi ke Tanah Suci,” kenang Lia.

“Gus Suhendri memang bukan saudara saya, tapi kenal dekat dengan orang tua saya. Makanya sekarang saya mendampinginya. Syukur Alhamdulillah saya dimudahkan,” pungkasnya.

Baca Juga:







loading...