Sikap Sopir Angkot Terhadap Nenek Renta Ini Sungguh Membuat Netizen Terharu




Pemberitaan tentang sopir angkot yang melakukan tindak kekerasan atau pelecehan terhadap penumpangnya sering membuat wanita takut jika harus menaiki kendaraan umum tersebut. Tak hanya mereka yang berusia muda, namun mereka yang berusia lanjut pun sering menjadi korban kejahatan sopir angkot.

Sikap Sopir Angkot Terhadap Nenek Renta Ini Sungguh Membuat Netizen Terharu
Nenek renta di angkot (Facebook.com/Eko Sulistyono)
Meski begitu, tidak semua sosok sopir angkot berlaku demikian. Masih banyak mereka yang menerapkan nilai-nilai kemanusiaan, bahkan melebihi kita semua. Salah satunya seperti kisah sopir angkot yang diunggah oleh akun Facebook Eko Sulistyono.

Dalam kisahnya, ia menuturkan sedang menaiki angkot yang ternyata sopirnya begitu memiliki pribadi mulia. Meski umurnya masih 25 tahun, ia tidak segan untuk membantu seorang nenek yang menjadi penumpangnya.

Dengan cekatan dan berhati-hati, sopir angkot tersebut menurunkan serta membantu menyeberangkan nenek tersebut.

“Sopir itu membimbing ibu tua itu turun, lalu membantu menyeberangkan pelan-pelan karena ibu tua itu jalannya tertatih-tatih,” tulis Eko.

Eko yang juga menumpangi angkot tersebut mengira bahwa mungkin nenek renta tersebut adalah ibu atau nenek dari sang sopir. Namun ketika ditanyakan sang sopir, nenek tersebut sama seperti yang lainnya yakni hanya sebagai penumpang biasa.

Sang sopir angkot begitu sedih jika melihat seorang nenek yang bepergian sendirian, terlebih lagi jika jauh perjalanannya.

“Kalau itu ibu saya Pak, tidak bakalan saya biarkan pergi-pergi sendiri. Kalau jatuh, ketabrak atau sakit di jalan, bagaimana coba? Saya suka sedih lihat ibu-ibu tua, mengapa harus bepergian sendirian. Padahal dulu pas lagi mudanya pergi-pergi anaknya selalu dibawa, dijaga takut anaknya jatuh, diurus siang malam waktu anaknya sakit.. ya tidak Pak?” ucap sang sopir yang kemudian Eko tulis dalam Facebooknya.

Dituturkan oleh sang sopir bahwa saat ini orang-orang sudah tidak menghargai ibunya sendiri. Di saat senang, ia lupa akan sosok ibunya dan di saat susah, barulah ia ingat dan meminta pertolongan ibu.

Sopir angkot itu juga mengungkapkan bahwa selama ini ia sudah tidak memiliki ibu karena meninggal saat ia masih kecil dan terpaksa diasuh oleh orang lain. Ia juga membayangkan mungkin jika ibunya masih ada, kehidupannya tidak akan seperti ini karena ibu akan senantiasa mendoakannya menjadi anak yang sukses.

Namun kini banyak orang yang sudah melupakan jasa dan perjuangan seorang ibu setelah mereka sukses. Padahal kesuksesan mereka bisa jadi karena doa tulus dan perhatian ibunya.

Baca Juga:


Semoga kita pun tidak melupakan kebaikan ibu dan senantiasa memberikan yang terbaik untuk mereka sebelum ajal memisahkan. Wallahu A’lam