Siswa Ini Dipaksa Akui Sebagai Teroris Dan Akan Meledakkan Pagar Sekolah Oleh Asisten Kepala Sekolahnya




Siswa Ini Dipaksa Akui Sebagai Teroris Dan Akan Meledakkan Pagar Sekolah Oleh Asisten Kepala Sekolahnya
Ilustrasi
Siswa Ini Dipaksa Akui Sebagai Teroris Dan Akan Meledakkan Pagar Sekolah Oleh Asisten Kepala Sekolahnya

Seorang guru harusnya menjadi teladan dan bersikap netral meskipun anak didiknya memiliki perbedaan agama atau budaya. Namun di daerah bagian New York terdapat seorang asisten Kepala Sekolah yang justru bertindak diskriminatif terhadap salah seorang siswanya yang beragama islam.

Dengan mudahnya asisten Kepala Sekolah bernama Jason Stanton menyuruh anak bernama Nashwan Uppal untuk menandatangani surat yang berisi pengakuan sebagai seorang teroris dan berencana untuk melakukan pengeboman di pagar luar sekolah.

Dilansir pressTV, Kamis (18/8/2016), sontak hal tersebut membuat keluarga siswa menggugat sekolah karena melakukan pemaksaan untuk mengakui sebagai bagian dari teroris.

Mereka pun menuntut gugatan sebesar 25 juta dolar kepada pihak sekolah karena anaknya setelah itu menjadi depresi. Ia juga kerap mendapat ejekan islamphobia sehingga enggan untuk belajar ke sekolah.

Jaksa David Antwork selaku pengacara dari pihak keluarga Nashwan menyatakan bahwa kliennya telah dipaksa untuk membuat pengakuan palsu sebagai seorang teroris.

“Stanton berulang kali meminta Nashwan mengaku bahwa dirinya seorang teroris dan telah membuat bom di rumahnya. Saat Nashwan mengatakan tidak, Stanton justru semakin marah dan berteriak, ‘Jangan berbohong kepada kami!” ucapnya.

Yang lebih menyedihkan lagi di sekolah tersebut adalah para pegawai sekolah seakan tidak peduli dengan penindasan dan pelecehan yang dialami oleh Nashwan.

Baca Juga:







loading...

close ini