Akibat Islamphobia, Imam Masjid Dan Asistennya Ditembak Tepat Di Kepala Usai Shalat Ashar




Akibat Islamphobia, Imam Masjid Dan Asistennya Ditembak Tepat Di Kepala Usai Shalat Ashar

Akibat Islamphobia, Imam Masjid Dan Asistennya Ditembak Tepat Di Kepala Usai Shalat Ashar

Fenomena islamphobia memang cukup sulit dihilangkan, terutama ketika masih tersebarnya diskriminasi tersebut oleh pihak lainnya.

Akibat hal tersebut, seorang imam masjid dan asistennya ditembak dari jarak dekat tepat mengenai kepala saat keduanya sedang pulang shalat ashar dari Masjid di Borough Queens New York City.

Kejadian tersebut terjadi pada hari Sabtu (13/8/2016) di antara bagian Ozone Park dari Queens dan hanya satu blok dari Masjid Jame Al Furqan.

Imam masjid bernama Alala Uddin Akongi merupakan sosok imam asal Bangladesh yang sangat dihormati di kota tersebut sejak kedatangannya dua tahun yang lalu. Ia langsung meninggal di tempat usai peluru tepat mengenai kepalanya.

Sementara itu asistennya yang bernama Thara Uddin (64 tahun) sebelumnya mengalami luka kritis dan meninggal saat dibawa ke rumah sakit.

Keduanya saat itu mengenakan pakaian muslim usai melaksanakan shalat ashar. Sejumlah muslim pun mengecam aksi kejahatan yang diskriminatif tersebut.

Pelakunya diketahui menembak dari jarak dekat dan melarikan diri dengan berjalan kaki. Sementara korban tergeletak di tempat dengan bersimbah darah.

Umat muslim Amerika berkesimpulan bahwa aksi penembakan tersebut dilatarbelakangi sosok Donald Trump yang telah menciptakan islamphobia.

“Kami menyalahkan Donald Trump untuk ini.. Trump dan dramanya telah menciptakan Islamphobia,” ucap Khairul Islam yang merupakan warga sekitar.

Memang Donald Trump yang merupakan salah satu calon Presiden Amerika dalam kampanyenya melarang semua muslim datang ke Amerika. Selain itu ia mendeportasi paksa imigran Meksiko dengan membangun tembok panjang di sepanjang perbatasan Amerika-Meksiko.

Trump juga berupaya membuat database guna melacak umat islam yang ada di Amerika dan berencana menutup seluruh masjid yang ada di sana.

Tentu saja pernyataan tersebut membuat muslim dan kelompok hak asasi kemanusiaan mengecamnya. Hal ini karena telah memecah belah warga dan bertentangan dengan nilai-nilai orang Amerika.

Baca Juga:






close ini