Menjamu Tamu Lebaran, Kyai Ini Tetap Laksanakan Puasa Syawal, Lihat Cara Uniknya Menghormati Mereka!




Menjamu Tamu Lebaran, Kyai Ini Tetap Laksanakan Puasa Syawal, Lihat Cara Uniknya Menghormati Mereka!

Menjamu Tamu Lebaran, Kyai Ini Tetap Laksanakan Puasa Syawal, Lihat Cara Uniknya Menghormati Mereka!

Ulama merupakan sosok yang memiliki kedalaman ilmu dan pemahaman tentang agama Islam. Tak salah jika mereka sangat berhati-hati dalam bersikap, baik dalam beribadah kepada Allah maupun dalam muamalah kepada sesama manusia.

Salah satu ulama yang bisa menjadi teladan umat islam di Indonesia adalah Kyai Umar bin Abdul Manan di daerah Solo yang memiliki kemahiran dalam menjaga perasaan orang lain. Tak hanya dari kalangan seperti pejabat atau orang kaya, Kyai ini pun menghormati juga mereka yang miskin ataupun non muslim.

KH Ahmad Baedlowie Syamsuri dalam bukunya Ad Durrul Mukhtar menceritakan bahwa Kyai Umar merupakan sosok ulama yang gemar melaksanakan puasa Syawal selama 6 hari dan dimulainya pada tanggal 2 Syawal. Meskipun begitu, ia selalu membuka pintu rumahnya bagi siapa saja yang ingin bersilaturahmi lebaran atau yang kini dikenal dengan istilah Open House.

Bagi masyarakat muslim maupun non muslim tentu ada rasa segan untuk menyantap hidangan yang disediakan ketika mengetahui pemilik rumah sedang melaksanakan puasa. Karenanya Kyai Umar memiliki cara untuk membuat para tamu undangannya bisa menikmati hidangan tanpa malu melihat sang pemilik tengah berpuasa.

Caranya adalah dengan menyiapkan gelas yang setengahnya diisi air. Ketika Kyai Umar mempersilakan tamunya untuk menikmati jamuan seperti makanan ataupun minuman, ia pun mengambil gelas dan meletakkan ujung gelas tersebut di bibir. Dengan demikian tidak ada yang menyangka bahwa sang pemilik rumah sedang berpuasa.

Para tamu pun tidak menyadari bahwa sisa air yang tinggal setengah tersebut merupakan rekayasa semata dan hanya diketahui oleh pihak keluarga Kyai saja.

Begitulah cara seorang yang tetap melaksanakan sunnah namun terlihat elegan dan mengharap pandangan dari Allah. Sebuah contoh bagaimana puasa Syawal yang berbuah pahala sebesar puasa setahun penuh ini tidak membuat orang lain merasa segan. Hal ini pula yang telah dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam hadistnya.

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.”

Baca Juga:


Semoga ibadah yang kita lakukan benar-benar mengharap balasan dan pandangan Allah semata sehingga berusaha semaksimal mungkin menjauh dari penglihatan manusia lain. Wallahu A’lam.





loading...

close ini